Kamis, 11 Juni 2015

KONSEP BENCANA

Bencana merupakan pristiwa atau rangkaian pristiwa yang bersifat mengancam dan mengganggu kehidupan juga penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupn faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerusakan harta bendan dan dampak psikologis (pasal 1, ayat 1, UU No. 24/2007). Dalam konsep kebencanaan terdapat beberapa komponen di dalamnya yaitu ancaman, kapasitas, kerentanan dan risiko, yang berhubungan satu dengan yang lain.
                Ancaman dapat diartikan sebagai suatu kejadian atau peristiwa yang bisa (berpotensi) menimbulkan bencana dengan berbagai macam jenis dan karekternya. Ancaman Geologi misalnya gempa bumi, tsunami, longsor dan gerakan tanah yang  disebebkan oleh faktor – faktor geologi. Ancaman Hidro-Meteorologi misalnya banjir, topan, banjir bandang dan juga kekeringan. Ancaman Teknologi misalnya kecelakaan transportasi, industri yang disebabkan oleh kekegagalan teknologi. Ancaman Lingkungan misalnya kebakaran, kebakaran hutan, penggundulan hutan, pertambangan yang berkaibat rusaknya lingkungan dan ekosistem di dalamnya. Ancaman Sosial misalnya terjadinya konflik, teror, Huru – hara dan juga terjadinya perang. Masing – masing dari ancaman tersebut memiliki karakter yang berbeda yang dapat dilihat dari seumber/penyebab terjadinya ancaman dengan faktor – faktor yang menentukan besar kecilnya kekuatan, besarnya kecepatan kehadiran juga perginya suwatu ancaman yang memiliki dampak serta  pola perulangan yang terjadi dengan frekwensi tertentu, durasi lama waktu kejadian, luwasan cakupan ancaman dan sebarannya juga posisi kedudukan unsur berisiko terhadap sumber ancaman.


                Kapasitas bisa diartikan gambaran semua sumberdaya, cara, kekuatan yang tersedia di masyarakat dan organisasi sehingga memungkinkan masyarakat memiliki daya tangkal dan daya tahan untuk mengurangi tingkat risiko  atau dampak dari bencana sedangkan kerentanan dapat diartikan suatu kumpulan maupun rentetan keadaan yang melekat pada masyarakat yang menimbulkan konsekwensi (fisik, sosial, ekonomi dan prilaku) pada menurunnya daya tangkal dan juga daya tahan masyarakat sehingga berpengaruh buruk  terhadap upaya – upaya pencegahan dan penanggulangan bencana (E.T Paripurno). Kapasitas dan kerentanan dipengaruhi oleh posisi aset penghidupan dan kondisi terhadap sumber ancaman misalnya di kaki gunung, di jalur patahan dengan kondisi tua, muda, hamil, difabel, dan lain sebagainya.
                Risiko merupakan potensi timbulnya kerugian  (kematian, luka – luka, kerusakan harta dan gangguan kegiatan perekonomian) karena suwatu bahaya pada wilayah dengan kurun waktu  tertentu yang didasarkan atas modal kehidupan diantaranya manusia (sikap, motifasi, kebiasaan, kepandaian, jenis kelamin, usia, kelengkapan anggota badan dan fungsi indra), alam dan lingkungan (bentang alam, tanah, tumbuhan, binatang dan air), sosial (keluwarga, organisasi, kelembagaan, jaringan sosial), finansial (keuangan, akses pinjaman, pekerjaan), politik (mengembangkan pendapat, keterwakilan dan kesamarataan). 

0 komentar:

Posting Komentar