Minggu, 18 Januari 2015

SITUS LIYANGAN

  Candi Liyangan merupakan situs purbakala yang terletak di desa Purbosari, kecamatan Ngadirejo, kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Berdasarkan analisa bangunan dan artefak, situs ini merupakan sebuah kompleks pemukiman, pertanian dan pusat ritual keagamaan (Balai Arkeologi Yogyakarta, 2011).  Situs ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh kerajaan Mataram Kuno. Candi Liyangan terletak di kaki gunung Sindoro dan berjarak kurang lebih 7,5 km dari puncak gunung tersebut.
  Jenis endapan yang ditemukan adalah endapan lahar dengan fragmen berupa andesit dan basal, serta endapan pirolastik aliran. Kedua jenis endapan ini mengindikasikan karakteristik bahaya erupsi gunung Sindoro berupa aliran lahar dan awan panas. Berdasarkan observasi kompleks candi, disimpulkan bahwa masyarakat yang menempati situs Liyangan melakukan adaptasi terhadap bahaya lahar dan awan panas dengan membangun dinding penahan. Selain itu, dibangun juga jalur limpahan yang berfungsi untuk menyalurkan aliran air dan lahar dari arah gunung Sindoro. 
  Banyak ditemukan jejak - jejak piroklastik aliran seperti adanya arang kayu. Di beberapa tempat ditemukan endapan lempung hitam dan lapisan gambut sebagai identifikasi adanya ekosistem daerah rawa pada masa lampau.

Gambar yang menunjukkan jejak endapan laharik yang mengenai bangunan candi

Kenampakan arang kayu pada endapan piroklastik aliran

Kenampakan endapan lempung hitam

Kenampakan endapan gambut

Point of interest pada lokasi pengamatan

Point of interest pada singkapan

Profil litologi terukur 1, terdapat 4 fase pengendapan dilihat dari jejak soil yang ada dengan litologi sama, dan tekstur yang berbeda di setiap lapisannya.

Profil litologi terukur 2, terdapat 3 fase pengendapan dilihat dari jejak soil dan batas top perlapisan yang ada dengan litologi endapan laharik dan piroklastik aliran, memiliki ciri - ciri tertentu dan tekstur yang berbeda di setiap lapisannya.

Profil litologi terukur 3, terdapat 2 fase pengendapan dilihat dari jejak soil dan batas top perlapisan berupa endapan gambut dengan litologi endapan laharik dan piroklastik aliran, memiliki ciri - ciri tertentu dan tekstur yang berbeda di setiap lapisannya.

Kesebandingan litologi terukur, situs liyangan tertimbun piroklastik aliran yang berangsur bergantian dengan laharik dari aktivitas erupsi Gunung Sindoro.

0 komentar:

Posting Komentar