Selasa, 01 Juli 2014

SEJARAH ERUPSI PART 9

71
Semeru
1818
Terjadi erupsi pada 8 November
1829
Erupsi pada bulan Februari
1830
15 - 16 Desember terjadi erupsi
1832
18 April terjadi aliran lava
1836
3 - 5 Agustus
1838
Juli dan Agustus terjadi erupsi
1842
Januari - Maret terjadi erupsi
1844 - 1845
September dan Juli
1848
Februari - 4 Agustus
1851
Januari
1856
10 September terjadi erupsi
1857
13 Agustus - September
1860
April - Juni
1864
Juli terjadi lelehan lava
1867
April, Mei
1872
23 Oktober
1877
September
1884
11 Desember mengalami erupsi
1885
Januari, April, Juli, September terjadi leleran lava
1886
Januari, April, Juli, Agustus
1887
Februari - Maret, 10 September - 10 Oktober terjadi leleran lava
1888
Februari, Maret, Mei, Oktober
1889
Januari, Maret, Juni, Oktober, Desember terjadi leleran lava
1890
Januari - Desember
1891
Februari, Mei terjadi lelehan lava
1892
Maret, April
1893
Januari - Mei, September
1894
Februari
1895
22 Mei - 10 Juli, 1 Oktober lelehan lava
1896
Mei - Juni
1897
Januari lelehan lava
1898
Pada bulan Februari terjadi lelehan lava
1899
Januari, Maret, Agustus, Desember
1900
29 Maret - 11 April muncul lelehan lava
1901
29 - 30 Januari
1903
26 Maret - Juni
1904
2 - 16 Januari
1905
4 Agustus
1907
7 - 10 Januari
1908
Januari - Desember
1909
September - Desember, terdapat awan panas
1910
Januari - Desember
1911
Januari, Februari menghasilkan lelehan lava
1912
28 Agustus
1913
23 Juni
1941 - 1942
Letusan dalam celah radial lelehan lava sampai di lereng sebelah timur pada ketinggian antara 1400 - 1775 m. Titik letusan sebanyak 6 tempat dan aliran lava sepanjang 6,5 km
1945
12 - 18 Juni
1950
23 November lava mengalir ke Besuk Sat dan guguran lava masuk ke Besuk Semut
1951
November, aliran lava masuk ke Besuk Semut
1952
Aliran lava masuk ke Totogan Malang, Besuk Kobokan, Curah Lengkong
1953
Guguran vulkanik meningkat
1954
Aliran lava masuk ke Besuk Kobokan pada bulan November
1955 - 1957
Kegiatan terus berlangsung dan di ahiri dengan lelhan lava
1958
27 April terjadi aliran lava sepanjang Kali Glidik, terjadi pula pembentukan kubah lava
1960
April, Mei, Agustus
1961
Letusan tipe Stromboli dengan tinggi abu 3000 m di atas puncak bahan letusan di lemparkan sampai Recopodo, aliran lava terjadi di Kali Glidik
1963
5 Mei mulai jam 14:00 mulai terjadi awan panas dan aliran lava melanda Curah Lengkog, Kali Pancing dan Besuk Semut, awan panas mencapai 8 km dari kawah dan berlangsung hingga ahir Juli
1967
Terbentuknya kubah lava mencapai ketinggian 373 m, lahar terjadi di Kali Glidik dan Kali Rejali
1968
Pertumbuhan kubah lava terus berlangsung, dan banjir lahar
1969
Pertumbuhan kubvah lava terus berlangsung
1972
Pertumbuhan kubah lava mencapai tinggi 3744,5 mdpl, kadang - kadang terjadi awan panas guguran dan letusan terjadi setiap 5 - 45 menit dengan tinggi asap maksimum 500 m, pasir dan debu terlontar sejauh 1 km
1973
Letusan mencapai 1000 m sering terjadi aliran lava, guguran lava pijar meningkat dan meluncur mencapai jarak 2 km dari puncak
1975 - 1976
Letusan di kawah utama di sertai lelehan lava
1977
1 Desember terjadi guguran lava dan menghasilkan awan panas dengan volume endapan 6,4 juta m³, sebaran awan panas ini menyelewaeng masuk ke Besuk Kobokan
1978
Letusan dengan tiang asap maksimum mencapai 800 m, awan panas terjadi 3 kali si Besuk Kembar dengan jarak luncur maksimum 7 km
1979
Guguran di sertai awan panas meluncur ke Besuk Kembar mencapai jarak maksimum 3 km
1980
Terjadi guguran di sertai awan panas
1981
Letusan - letusan kecil, lava mengalir lewat tepi kawah masuk ke Besuk Kembar dan membentuk lidah lava dan mencapai jarak maksimum 10 km dari tepi kawah dengan tumpukan matrialnya 6,2 juta m³
1982
Terjadi peningkatan letusan guguran semuanya masuk ke Besuk Kembar kadang di sertai dengan luncuran awan panas
1983
Luncuran awan panas mencapi 3 km
1984
16 Januari terjadi guguran kubah lava diserati awan panas mencapai jarak luncur 2 - 4 km
1985
Letusan terjadi pada bulan Mei disertai awan panas guguran
1986-1989
Letusan terus berlangsung diikuti awan panas guguran dengan tinggi asap maksimum 1,2km di atas tepi kawah, berselingkuh dengan pembentukan kubah lava
1990
Nopember – Desember terjadi guguran kubah lava dan lidah lava sepanjang 1,5 km dari kawah pada bulan Nopember – Desember
1992
Letusan stromboli dengan pembentuk kubah lava menghasilkan awan panas dan Kawah Jonggring Seloko terbuka sampai saat ini
1994
2 Februari – 15 Februari 2 Februari terjadi 9 kali asap putih tebal dengan ketinggian 500m dan 34 kali guguran lava ke Besuk Kembar mencapai ± 1000m, disertai dengan meningkatnya gempa tremor selama 7 hari sebelum 3 Februari 1994
2002
11 Maret status gunungapi semeru dinaikan dari “Normal” menjadi “Waspada” sehubungan dengan adanya peningkatan jumlah gempa-gempa Vulkanik Dangkal maupun dalam sejak Januari 2002 dan mencapai puncaknya di bulan April 2002, masing-masing 10 dan 57 kali. 23 Desember terjadi 8 kali letusan di kawah utama 25 Desember terjadi 1 kali letusan 26 – 27 Desember, terjadi juga letusan di kawah utama masing-masing 7 dan 8 kali, yang diikuti oleh guguran lava pijar memasuki bagian hulu Besuk Bang. 16 Desember, awan panas guguran kembali memasuki bagian hulu Besuk Kembar sejauh 4000 meter 30 Desember dusun Supit Timur di kosongkan
2004
20 Januari terjadi awan panas guguran yang masuk ke Besuk Bang sejauh 2500m 7 Oktober kembali terjadi awan panas dengan jarak luncur 1000 m ke Besuk Bang. November dan Desember, awan panas terjadi dengan frekwensi lebihbanyak dengan jarak luncur antara 1000-3000 m menuju Besuk Bang
2005
29 Desember, terjadi awan panas guguran yang masuk ke Besuk Bang sejauh masing-masing 1000, 1500 dan 2500 m
2007
15 November, terjadi awan panas guguran yang masuk ke Besuk Bang sejauh 1000 m
2008
15 Mei, terjadi guguran awan panas yang didahului oleh letusan asap dengan ketinggian ± 600 m. Arah awan panas ke Besuk Bang dengan jarak luncur 2500 m 17 Mei, terjadi guguran awan panas yang didahului oleh letusan asap dengan ketinggian ± 500 m. arah awan panas ke Besuk Bang dengan jarak luncur 2000m 18 Mei, terjadi 3x guguran awan panas didahului oleh letusan asap denga ketinggian 500-600m. Arah awan panas ke Besuk Bang dengan jarak luncur 500, 1500 dan 2500m 19 Mei, terjadi guguran awan panas yang didahului oleh letusan asap. Arah awan panas ke Besuk Bang dengan jarak luncur 1500 m 21 Mei, terjadi 6x guguran awan panas. Arah awan ke Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Kobokan dengan jarak luncur 1000-3000 m 22 Mei, terjadi 4 x guguran awan panas. Arah awn panas ke Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2500 m
72
Bromo
1804
Bulan September
1815 - 1820
 -
1822 - 1823
28 Desember - Januari
1825
5 - 8 November
1829
5 - 11 November
1830
3 Mater dan 15 - 16 Desember
1835
 -
1842
24 Januari - Juni
1843
Januari
1844
Pada bulan 9 November
1856 - 1857
 -
1858
4 Maret dan 8 Oktober
1859
 -
1860
12 - 14 Juli
1865
April, Mei, dan 1 - 18 Desember
1866
Juli
1867
13 Desember
1868
12 Januari
1877
14-Apr
1885
13 Oktober - 30 Desember
1886
1 - 10 Januari
1887
9 - 25 Januari
1888
27 Februari
1890
Mei - September
1893
Januari - 27 Maret
1896
 -
1906
25 September - 26 Desember
1907
Januari, Maret, Mei, Agustus dan Desember
1908
12 Februari
1909
12 - 14 Januari
1910
18 - 21 Januari
1915
November dan Desember
1916
Januari - Juni
1921
Juni - 17 Oktober
1922
Februari, April dan Juni
1928
April, Juli dan 16 Desember
1829
7 Agustus - 8 September
1930
30 Mei - 25 Juni
1935
Juli
1940
April, Mei, Juli
1948
15 Februari - 25 April
1950
27 - 29 Mei
1972
26 Januari, diawali dengan terdengarnya suara gemuruh dari dalam bumi, kemudian disusul oleh munculnya tiap asap yang warnanya agak glap. Hujan terus menerus dari 26 Januari –13 Februari selanjutnya hujan abu turun kadang-kadang saja.
1980
Hembusan asap selama 1-2 hari ssaja, kemudian diikuti oleh sura dentuman dan lemparan material gunung api pijar ke udara. 11-14 Juli terjadi peningkatan lagi berupa semburan asap berwarna hitam setinggi lebih kurang 800-1.500 meter diatas kawah 24 Juli terlihat petumbuhan sumbat lava di dasar kawah
1984
12-13 Mei, terjadi peningkatan kegiatan berupa letusan disertai suara dentuman. Asap putih tebal keabu-abuan setinggi lebih kurang 500 – 1000 meter diatas gunung
1995
9 Maret, terjadi letusan asap disertai hujan abu denga ketinggian asap emncapai berkisar 80-250 meter diatas puncak 9 September hembusan asap disertai abu setinggi lebih kurang 70 meter. 25 September hembusan semakin meningkat dan mencapai puncak dengan ketinggian asap mencapai 700 meter Desember berangsur-angsur menurun dan berakhir
2000
29 November terjadi erupsi abu terus menerus hingga bulan Januari 2001. Ketinggian abu mencapai 800 meter dari K.Bromo mengarah ke utara
2004
Letusan terjadi tanggal 8 Juni pukul 15.26, dimana terjadi letusan freatik secara tiba-tiba tanpa diawali kemunculan gempa vulkanik A denga jumlah yang signidikan
2010
Tanggal 8 November sekitar pukul 2 siaang, teramati perubahan asap dari yang sebelumnya berwarna putih tebal menjadi abu-abu Gempa vulkanik dalam (A) hingga tanggal 20 November terekam sebanyak 76 kejadian sedangkan gempa Vulkanik Tanggal 20 November pukul 05 pagi terjadi letusan ekploisif dari kawah berwarna coklat dengan ketinggian 200-250 meter dari bibir kawah berlangsung sekitar 30 menit Tanggal 23 November pukul 05 pagi, kembali letusan terjadi dari kawah denga ketinggian 400 meter. Tanggal 25-29 November letusan menerus dengan tinggi asap 400-800 dan berwarna kelabu coklat. Tanggal 6 Desember pukul 12:45, status Awas diturunkan menjadi Siaga setelah dilakukan evaluasi aktivitas vulkanik yang memperlihatkan intensitas letusan meneru yang mulai turun. Tanggal 13 Desember, erupsi abu kembali meningkat kembali. Amplituda maksimum tremor meningkat dari rata-rata 5 mm menjadi 15mm. Tanggal 19 Desember, erupsi diiringi dengan 2 kali suara dentuman terjadi pukul 10:17 dan 11:27. Erupsi terus berlangsung hingga April 2011

0 komentar:

Posting Komentar