Selasa, 01 Juli 2014

SEJARAH ERUPSI PART 8

65
Dieng
1450
Terjadi letusan di kawah Pakuwojo merupakan letusan normal abu dan pasir
1825 - 1826
Terjadi letusan di kawah Pakuwojo merupakan letusan normal abu dan pasir
1883
Terjadi peningkatan pada Kawah Sikidan dan Banteng
1884
Terjadi letusan normal di Kawah Sikidang
1895
Pembentukan celah dari Kawah Singlagak dan erupsi uap blerang
1928
Terjadi letusan normal lumpur dan badu pada Kawah Batur
1939
Terjadi letusan normal lumpur dan uap pada Kawah Batur
1944
Kawah Sileri terjadi gempabumi dan letusan lumpur
1964
Letusan lumpur di Kawah Sileri merupakan letusan normal
1965
Terjadi hembusan fomarol dan letusan lumpur dengan uap air dominan di Kawah Condrodimuko dan Telaga Dringo
1979
Pada Kawah Sinil keluar hembusan gas racun CO₂, CO, CH₄
1990
Pada Kawah Dieng Kulon terjadi letusan freatik lumpur
2002
Terjadi gempa sebanyak 7 kali tapi tidak diikuti dengan letusan
2003
Letusan Freatik dengan matrial lumpur di Kawah Sileri
2006
Peningkatan kegempaan yang di awali ndengan gempa tektonik lokal pada 2 April 2006
2009
Letusan Freatik dengan matrial lumpur di Kawah Sibanteng
66
Sundoro
1806
Letusan di puncak gunung akan tetapi masih di san gsikan kebenaranya
1818
Terjadi letusan abu yang menyebar hingga di pantai pekalongan bualannya tidak di ketahui
1882
Terjadi letusan abu di G. Kembang menyebar hingga di Kebumen antar 1 - 7 April dan lelehan lava di lereng barat
1883
Erupsi di bulan Agustus
1887
Suwara ledakan pada 13 - 14 November
1902
1 - 25 Mei kegiatanyya terbatas pada bualan lumpur dan lontaran abu yang jatuh kembali di lubang letusan
1903
16 - 21 Oktober letusan di rekahan kali Prupuk di atas Kembang antara ketinggian 2850 - 2980 m, hujan abu sampai di Kejajar dan Garung
1906
22 September - 20 Desember terjadi letusan di rekahan  dan pada 25 September hujan abu di Kledung
1908
10 Februari terdengar suara gemuruh
1910
Pada bulan januari di Temanggung kadang - kadang terdengar suwara gemuruh
1970
Setelah istirahat selama 60 tahun terdapat kenaikan kegiatan, 21 Oktober dan 28 Oktober terasa bumi bergetar di kampung Sigedang di lereng barat laut kemudian tampak asap tipis mengepul dari bekas lubang letusan lama, 1 November tampak asap putih mengepul ke atas, 2 November tampak asap tebal
67
Sumbing
1730
Letusan terjadi di kawah puncak dimana terbentuk kubah lava
1937
Kepulan asap solfatara nampak pada kubah lava dan kubangan lumpur di belakang kubah lava
1977
Terjadi kepulan asap soifatara dan fomarola di daerah puncak dan mencapi suhu maksimum mencapai 125° C dengan tekanan yang sangat kuat
1989
Lubang bekas letusan di sebelah utara terisi air berwarna abu - abu dan muncul kepulan asap sulfatara dan fomarola di bagian puncak
1921 - 1922
Muncul kepulan gas - gas pada dasar kawah
1927
Terjadi penurunan suhu pada sulfatara dan fomarola yang terdapat pada rekahan sebelah barat dari utara ke selatan
1934
Terjadi kenaikan suhu pada sulfatara dan ada 3 kepulan gas dengan suwara tiupan, kegiatan vulkanik berupa kepulan asap fumarol dan solfatara putih tipis yang keluwar dari rekahan bagian barat
68
Merapi
3000 – 250 tahun yang lalu
33 kali letusan, diamna diantaranya merupakan letusan besar
1768,1822,1849,1872 (abad 19) dan 1930-1931 (abad 20)
Terjadi beberapa letusan, pada abad ke 20 minimal 28 kali letusan, dan 1930-1931 (abad 20) letusan terbesar pada tanhun 1931.
2010
Penigkatan aktivitas mulai terlihat pada September 2010, dan pada 20 September merapi menaikan statusnya menjadi “Waspada”. Kenaikan status berdasarkan penigkatan aktivitas seismik, yaitu gempa fase banyak dengan 38 kejadian/hari, Gempa Vulkanik 11 kejadian/hari, dan Gempa Guguran 3 kejadian/hari.

21 Oktober satus Merapi menjadi “Siaga” Kenaikan status berdasarkan penigkatan aktivitas seismik, yaitu gempa fase banyak dengan 150 kejadian/hari, Gempa Vulkanik 17 kejadian/hari.

25 Oktober, status merapi menjadi “Awas”. dengan kondisi akan segera meletus, Kenaikan status berdasarkan penigkatan aktivitas seismik, yaitu gempa fase banyak dengan 588 kejadian/hari, Gempa Vulkanik 80pa vulkanik, 194 kejadian/hari Gempa guguran, dengan laju deformasi 42cm/hari. Radius aman ditetapkan di luar 10 km dari puncak Merapi

Pada 26 Oktober, pukul 17:02 terjadi letusan pertama, Letusan bersifat ekplosif disertai dengan awan panas dan dentuman.

3 November, terjadi rentetan awan panas yang dimulai pukul 11:11 WIB. 3-4 November, menunjukan proses pertumbuhan kubah lava yang mencapai volume 3.5 juta m3

5 November, terjadi penghancuran kubah lava yang menghasilkan awan panas hingga 15 km dari puncak ke kali Gendol.

13 November, intensitas erupsi menurun, dan radius aman juga dirubah yaitu Sleman 20 km, magelang 15 km, Boyolali 5 km, dan klaten 10 km.

3 Desember pukul 09:00 WIB, status aktivitas G.Merapi diturunkan dari”AWAS” menjadi ”SIAGA”

Ancaman berikutnya adalah lahar hujan produk erupsi Merapi yang mencapai 150 juta m3. Sekitar 35% produk letusan G, Merapi tersebut masuk ke K.Gendol berupa aliran piroklasik dan sisanya tersebar di sungai-sungai lainnya yang berhulu di lereng G. Merapi, seperti Kali Wiro, Kali Senowo, Kali Trising dan Kali Apu. Setelah Erupsi pertama tanggal 26 Oktober hingga kini apa bila terjadi hujan di puncak G. Merapi, terjadi banjir lahar di sungai yang berhulu di G.Merapi.
1013
Pada tanggal 22 Juli sekitar pukul 4:15 terjadi hujan abu tipi di Kali Urang (7 km) dari puncak, Singlar dan Glagaharjo hujan abu sangat tipis (9 km) dari puncak, di Kecamatan Cangkringan hujan abu sangat tipis (14 km) dari puncak, di Balerante hujan pasir tipis dan pasir halus (5 km) dari puncak dan penyebarannya sampai di Klaten, Solo, Magelang gan Yogyakarta
69
Kelud
1000
Terjadi erupsi pusat
1311 - 1334 - 1376
Tidak ada cacatan lebih rinci
1385 - 1395 - 1411
Tidak ada cacatan lebih rinci
1548
Tidak ada cacatan lebih rinci
1586
Tidak ada cacatan lebih rinci
1641
Tidak ada cacatan lebih rinci
1716
Terjadi erupsi pada 20 Juli
1752
Terjadi erupsi pada 1 Mei
1771
Terjadi erupsi pada 10 Januari
1776 - 1785
Tidak ada cacatan lebih rinci
1811
Erupsi pada 5 Juni
1825
Tidak ada cacatan lebih rinci
1826
11 - 14 dan 18 - 25 Oktober terjadi erupsi
1835
Tidak ada cacatan lebih rinci
1848
16 Mei terjadi erupsi
1851
24 Januari terjadi erupsi
1864
3 - 4 Januari terjadi erupsi
1901
22-23 Mei, Letusan G.Kelud terjadi pada tengah malam, Asap letusan pekat membumbung dari kawah Kelud, kemudian Hujan Lapili mulai etrjadi di sekitar Kelud, kemudian diikuti oleh debu basah dan lumpur. Kejadian selanjutnya berupa hujan abu panas, ada korban.
1919
20 Mei Letusan tahun1919, merupakan bencana terbesar yang dihasilkan oleh Aktivitas G.Kelud pada abad 20, Korban 5160 jiwa, Letusan terjadi antara tanggal 19 dan 20 Mei yang ditandai dengan dentuman amat keras bahkan sampai di Kalimantan.
1920
Dibangun trowongan pembuangan air denan panjang sekitar 980 meter dan garis tengah 2 meter. Terowongan tersebut dibuat mulai dari kawah menuju barat, dan mengalirkan air danau ke K.Badak, karena reruntuhan kawah, membuat pekerjaan dihentikan tahun 1923, Kontruksi Trowongan baru akhirnya selesai tahun1924
1951
Dua kali gempa terasa tejadi 3 minggu sebelum letusan. Letusan terjadi pada tanggal 31 Agustus 1951, Pukul 06.15 terlihat asap tebal berwarna putih keluar ke puncak Kelud, makin lama makin besar dan disertai dengan suara gemuruh, asap hitam membumbung dari kawah Kelud condong ke selatan.
1966
Latusan terjadi pada tanggal 26 April pukul 20.15 menyebabkan terjadi Lahar dan alur K.Badak, K.Putih, K.Ngobo, K.Konto dan Kawah Semut, korban manusia berjumlah 210 orang. Letusan ini menghasilkan tephra sekitar 90 juta meter.
1984
Peningkatan Kegiatan (Kegempaan ), Tidak terjadi erupsi
1990
Pada 10 Pebruari 1990terjadi letusan, Volume air danau yang hanya sekitar 1,8 juta m³ yang membuat tidak terjadinya lahar panas. Letusan terjadi beruntun mulai 11.41 sampai 12.21 WIB
2007
10 September pukul 19.00-24.00 WIB tercatat Gempa Vulkanik Dalam (VA) 15 Kali kejadian dengan p 1 (satu) kali. Pusat gempa berada pada kedalaman 0,5 – 5 km. 11 September, pukul 00.00-12.00 WIB tercatat gempa tercatat Gempa Vulkanik Dalam (VA), Kelud dinaikan dari Normal ke Waspada. 29 September 2007 status aktivitas dinaikan menjadi Siaga. (Level III) 16 Oktober, pukul 10.00 WIB hingga 306 kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB) yang merupakan proses kejadian rekahan batuan secara progresif oleh Fluida.Status menjadi Awas 16 Oktober, aktifitas cenderung menurun 24 Oktober 2007 kembali terekam gempa vulkanik dalam (VA) dan Gempa Vulkanik Dangkal (VD).


2014
14 Februari terjadi letusan besar dengan penyabaran abu vulkanik mencapai provinsi jawa tengah dan DIY
70
Arjuno Welirang
1950
Terjadi letusan abu pada ketinngian 2500 - 2700 m di bagian sebelah barat laut G. Welirang dengan matrial abu vulkanik
1952
Hembusan asap putih tebal dan lumpur belerang berwarna putih kekuningan yang penyebaranyya mencapi beberapa ratus meter terjadi di Kawah Putih dengan jarak 4 km dari puncak

0 komentar:

Posting Komentar