Selasa, 01 Juli 2014

SEJARAH ERUPSI PART 7

56
Krakatau
1680 - 1681
Letusan abu disertai lelehan lava pada bulan Mei
1883
20 Mei 1883 kegiatan di awalai dari G.Perbuatan letusan abu dan semburan uap mencapai 11 kmdan suara tentuman terdengar sejauh 200 km. Pada bulan Juni kegiatan vulkanik juga terjadi di G. Danan erupsi paroksima terjadi pada 26 - 28 Agustus beberapa erupsi terjadi nan mencapai puncaknya pada Minggu 27 Agustus, pukul 10:02 - 10:52 dentumannya terdengar di Singapura dan Australia. Erupsi ini menyemburkan batuapung dan abunya mencapai 70 - 80 km dan endapannya menempati area 827.000 km². Runtuhnya tubuh gunungapi ini menyebabkan tsunami dengan tinggi gelombang rata - rata 20 m yang menyapu pantai - pantai di selat sunda dan baratlaut Jawa serta menyebabkan 36.417 korban jiwa. September dan Oktober terjadi letusan preatik
1884
Pada bulan Februari terjadi letusan preatik sebagai lanjutan dari Oktober 1883
1898
 -
1927
29 Desember kegiatan vulkanik baru terjadi di pusat kaldera, dari dasar kedalaman kaldera 188 m dan di nyatakan sebagai kelahiran G. Anak Krakatau. Kawah baru ini sejajar dengan kawah - kawah sebelumnya
1928 - 1929 - 1930
Rentetan kegiatan erupsi lanjutan dari tahun 1927
1931
Terbentuk danau kawah, erupsi abu mencapai tinggi 2400 m dan terjadi erupsi samping pada bulan September, November, Desember
1932
Erupsi lanjutan dari tahun sebelumnya
1933
Erupsi di danau kawah pada 16 Januari - 25 Mei, 10 - 17 Juni, 5 -6 Juli, 5 September - 5 Oktober, 10 November - 6 Desember
1934
Kegiatan lanjutan dari tahun sebelumnya pada 6 - 26 Januari, selama Maret, Mei dan Juni pada periode ini salahsatu erupsinya mencapai ketinggian 6800 m
1935
Erupsi abu dan erupsi preatik di danau kawah, ukuran danau kawah menjadi 275 X 250 m², kegiatan terjadi pada 4 - 14 Januari, 6 Februari, 6 Mei dan 25 Mei - 12 Juli
1936
Erupsi abu pada 13 Oktober dan selama November tinggi tiang abu berkisar antara 100 - 300 m
1937
Erupsi di danau kawah terjadi pada 6 Agustus - 21 September dengan tinggi abu antara 2000 - 2600 m
1938
Erupsi abu dan preatik terjadi di danau kawah berlangsung hingga 1940
1939 - 1940
Erupsi lanjutan dari kegiatan 1938 dan di antaranya mencapai tinggi 1000 - 4000 m
1941 - 1950
Aktifitas erupsi di danau kawah
1952
Erupsi di danau kawah pada 10 - 11 Oktober membentuk kerucut baru dengan danau kawah bergaris tengah 440 m
1953
Erupsi abu di danau kawah dengan tinggi kerucut mencapai 116 m
1958
Erupsi din danau kawah
1959
Erupsi di danau kawah selama Juni - Juli. Kegiatan erupsin dibagi menjadi 4 fase :
1. Erupsi abu hitam
2. Erupsi abu dan gas dengan tiang asap setinggi 500 m
3. Erupsi abau setinggi 1000 - 1500 m
4. Erupsi abu hitam
1960
Kegiatan erupsi lanjutan dari tahun sebelumnya dengan tiang asap mencapai 1000 m
1961
Melenyapkan danau kawah bulan sabit dan lelehan lava mengisi kawah dan bibir bagian timur
1963
Leleran lava menembus laut melalui pematang barat daya kawah dan membentuk seperti kipas
1968
Erupsi preatik selama Desember
1972 - 1973
Erupsi abu mencapai tinggi 1600 m pada 29 Desember 1972 dan di ahiri dengan lelehan lava ke arah selatan dan barat daya yang menembus laut sehingga menambah luas daratan pada Januari 1973
1975
Erupsi abu dan di ahiri dengan lelehan lava ke arah barat - barat laut
1979
Erupsi abu dan di ahiri lelehan lava ke arah barat daya
1981
Erupsi abu sejak Februari hingga Juli dan di ahiri lelehan lava ke arah selatan
1984
Terjadi erupsi abu pada pertengahan tahun
1988
Erupsi abu pada 16 - 18 Maret membentuk kawah baru di lereng selatan dan diahiri oleh lelehan lava yang sebaranya terbatas ke arah selatan
1992 -2000
Erupsi abu terjadi pada 8 November dimulai dengan peningkatan gempa vulkanik sejak Agustus, kegiatan menerus sampai tahun 2000 dengan rata - rata tingi abu 400 - 800 m dan leleran lava, perhitungan matrial yang di semburkan selama itu berupa lava dan matrial lepas adalah 22 juta m³ dan penambahan daratan 380.000 m² yang di hasilkan dari aliran lava dan tinggi G. Anak Krakatau mencapai 305 mdpl
2001
Erupsi abu tipe strombolian  pada 5 Juli
2005
Terjadi peningkatan jumplah kegempaan pada 24 - 26 September
2007
Aktifitas kegempaan kembali meningkat pada 23 Oktober 2007 terjadi letusan abu setinggi 200 m, terdapat lubang baru di dinding selatan G. Anak Krakatau dari pengamatan visual pada 25 Oktober
2008
Terjadi letusan abu yang disertai lontaran matrial pijar berlangsung setiap 5 menit dengan tinggi sekitar 100 - 500 m
2010
Mulai 10 Oktober terjadi letusan abu yang di sertai dengan lontaran matrial pijar dengan ketinggian asap berkisar 100 - 1700 m dan berlangsung sampai saatini
57
Salak
1668 - 1699
Terjadi erupsi samping dan erupsi normal, erupsi yang berupa letusan magmatik merusak lingkungan G. Slak II
1761
Letusan freatik di Kawah Ratu
1780
Erupsi samping dan normal di Kawah Ratu
1902 - 1903
Erupsi samping dan preatik
1919
Letusan freatik di Kawah Ratu
1923
Letusan lumpur di Kawah Cibodas
1929
Letusan freatik di Kawah Cibeureum
1935
Erupsi samping, erupsi freatik di Kawah Cikuluwung Putri
1936
Letusan freatik di Kawah Parbakti
1938
Erupsi samping, erupsi freatik di Kawah Cikuluwung Putri
58
Gede
1747 - 1748
Terjadi erupsi hebat dan menghancurkan
1761
Erupsi kecil menghasilkan sedikit abu
1832
29 Agustus keluar asap dari kawah yang dapat di lihat dari bogor dan menyebabkan hujan abu pada jam 11:00 - 12:00 berwarna kehitaman dan berhembus ke arah jakarta
1840
Pad 12 November jam 3 malam terjadi erupsi hebat di sertai suara gemuruh dan goncangan tanah hebat semburan api setinggi 50 m di atas kawah, abu dan batu pijar menghujani daerah bogor, 14 November abu di tiup angin sejauh 20 km, pad 22 November pukul 01:00 bumi berguncang suwara gemuruh keras asap di keluarkan di sertai bongkah puing lava. Erupsi proksima terjadi pada 1 Desember pikul 06:00 pagi, kemudian terdengar suwara bagaikan guntur dengan tiang api mencapi 200 m diatas tepi kawah, awan asap mencapai 2000 m di atas puncak gunung. 3 Desember pukul 18:00 - 11 Desember pukul 14:00 erupsi serupa terjadi lagi disusul dengan hujan abu
1843
Pada 28 Juli jam 23:30 terjadi hujan abu tipis
1845
23 Januari jam 10:30 tiang asap naik dari kawah disertai suara gemuruh, hal serupa terulang pada tanggal 5 Maret pukul 22:30
1847
Tanggal 17 - 18 Oktober terjadi hujan abu tipis di bogor
1848
8 Mei muncul asap tebal di Kawah Gede,
1852
28 Mei sejumplah batu berdiameter 2 - 12 kaki dan abu di lontarkan
1853
14 Maret jam 07:00 - 09:00 tiang awan membumbung
1866
18 September hujan abu
1870
29 Agustus - 30 September muncul bara api dan uap asap tebal, 3 Oktober jam 09:45 pagi terjadi ledakan kuat
1885
Suara gemuruh dalam Januari dan Februari
1886
10 Juni - 16 Agustus terjadi ledakan, dentuman dan hujan abu
1887
22 Oktober
1888 - 1889 -1891
Tidak di ketahui
1899
1 - 14 Mei suwara gemuruh dan sinar api
1900
Suara gemuruh
1909
2 Mei hujan abu dan suwara gemuruh, erupsi eksplosi normal terjadi di kawah pusat
1946
19 - 20 Desember tampak asap di Kawah Ratu
1947
2 September erupsi kecil dari Kawah Ratu, 27 September hujan abu tipis dan awan erupsi setinggi 500 m, 17 Oktober pukul 20:30,20:40 dan 21:00 erupsi pendek, 15 Nonember erupsi pendek, 28 November erupsi 2 - 3 menit, 30 November erupsi selama 3 menit
1948
8 Januari jam 00:20 erupsi selama 3 menit di sertai semburan pasir dan lapili, 11 Januari pada jam 21:50 erupsi selama 20 detik, 17 Januari pada jam 15:45 terjadi erupsi pendek, 22 Januari jam 00:42 dan 01:00 terjadi erupsi pendek, 25 Januari erupsi 3 menit, 28 Januari sampai 23 November terjadi erupsi kecil dan hujan abu
1949
17 Januari dan 5 Februari erupsi kecil dari kawah pusat
1955
21 Juli sampai 2 Agustus asap tebal hitam mengepul dengan ketinggian 300 - 400 m
1956
28 April jam 07:00 tampakn awan hitam disertai dengan sinar
1957
13 Maret erupsi terjadi dengan suwara gemuruh, tinggi awan erupsi 3 km
1972
Bulan Juli Kawah Lanang mengeluarkan asap putih agak tebal berbau blerang, di Kawah Ratu tembusan fomarola terdapat di tebing utara dengan asap berwarna putih tekanan lemah, di Kawah Wadon tembusan fomarola terdapat di sebelah tenggara berbau belerang dan tipis
59
Tangkuban Parahu
1829
Erupsi abu dan batu dari Kawah Ratu dan Domas
1946
Terjadi erupsi dan peningkatan kegiatan
1896
Terbentuk fomarol baru di sebelah utara Kawah Badak
1900
Erupsi uap di Kawah Ratu
1910
Klom asap membumbung 2 km di atas dinding kawah, erupsi berasal dari Kawah Ratu
1926
Erupsi freatik terjadi di Kawah Ratu membentuk lubang ecoma
1935
Lapangan fumarol baru di sebut badak terjadi, 150 m kearah selatan barat daya dari Kawah Ratu
1952
Erupsi abu di dahului oleh erupsi hidrotermal atau freatik
1957
Erupsi freatik di kawah ratu membentuk lubang baru
1961 - 1965 - 1967 - 1969 - 1971 - 1983
Terjadi erupsi freatik yang menghasilkan abu
1992
Awan abu membumbung tinggi 159 m dari kawah ratu
1994 - 2004
Peningkatan kegiatan gempa kuat disertai dengan erupsi freatik
60
Papandayan
1772
11 - 12 Agustus terjadi erupsi besar dari kawah sentral di sertai awan panas
1882
28 Mei di Cempaka Warna terdengar suwara gemuruh dari bawah tanah
1923
11 Maret terjadi erupsi mengeluarkan lumpur beserta batu - batu di lontarkan hingga jarak 150 m, terdapat 7 buah erupsi di kawah baru dan letusan ini di dahului oleh gempa yang terasa di Cisurupan
1924
25 Januari suhu Kawah Mas meninggkat menjadi 500° c, kemudian terjadi erupsi lumpur di Kawah Mas dan Kawah Baru, 16 Desember kawah baru meletus bahan erupsi terlontar ke arah timur hampir sampai cisurupan
1925
21 Februari terjadi erupsi lumpur pada Kawah Nangklak yang di susul semburan gas kuat dan hujan lumpur
1926
Kawah Mas terjadi erupsi lumpur kecil bercampur belerang di Kawah Baru terjadi tiupan kuat yang melontarkan tepung belerang dengan jarak 300 m kearah timur laut dan barat daya mencapai 100 m
1927
16 - 18 Februari terjadi kepulan asap fomarola dan solfatara serta bualan lumpur air panas
1942
15 - 16 Agustus lahir lubang baru
1993
17 Juli terjadi ledakan lumpur di Kawah Baru
1998
Bulan Juni terjadi peningkatan jumplah gempa di sertai terjadinya semburan lumpur dan gas lunbang fumarol yaitu di Kawah Mas mencapai ketinggian 5 m
2002
13 - 20 November terjadi letusan besar aktifitas menurun hingga 21 Desember, dinding Kawah Nangklak terjadi longsor di sepanjang aliran sungai Cibeureum Gede hingga Cimanok terjadi banjir sejauh 7 km
61
Galunggung
1822
Pada bulan Juli dimana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur dan bersuhu panas muncul kolam asap dari kawah, 8 - 12 Oktober erupsi menghasilkan hujan pasir yang sangat panas, abu halus, awan panas serta lahar yang bergerak ke arah tnggara mengikuti aliran sungai
1894
7 - 9 Oktober terjadi erupsi yang menghasilkan awan panas, 27 dan 30 Oktober terjadi lahar yang mengalir pada alur sungai sama dengan aliran lahar pada tahun 1822
1918
6 Juli erupsi di awali dengan gempa bumi, hujan abu setebal 2 - 5 mmyang penyebarannya di dalam kawah dan lereng selatan, 19 Juli muncul kubah lava di dalam danau kawah setinggi 85 m derngan ukuran 560 X 440 m yang dinamakan Gunung Jadi
1982 - 1983
5 April 1982 erupsi yang di sertai suwara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar, kegiatan erupsi berlangsung selama 9 bulan dan berahir pada 8 Januari 1983, secara umum periode erupsi di bagi menjadi 3 fase sesui dengan tipe erupsinya yaitu:
 - Fase 1. Terjadi pada 5 April - 6 Mei 1982 berupa erupsi tipe Pellean yang menghancurkan kubah lava Gunung Jadi, serta menghasilkan awan panas, lontaran abu, hujan batu dan gas, awan panas meluncur di Cibanjaran sejauh 5,1 km serta di Cikunir sejauh 4,6 km, tinggi abu erupsi mencapai 12 km dari puncak  17 - 19 Mei masih merupakan fase penghancuran kubah lava di anggap sebagai erupsi utama dimana tinggi asap mencapai 30 km dan sisa kubah lava gunung jadi sebesar 5 %.
 - Fase 2. Berupa erupsi tipe vulkano yang secara dominan menghasilkan piroklastik jatuhan, lontaran batu dan hujan pasir serta menghancurkan seluruh Kubah G. Jadi, tinggi asap erupsi mencapi 35 km dan melemparkan sbagian dari sumbat lava pada pipa kepundan hingga kedalaman 150 m dari dasar kawah  pada 13 - 19 Juli, pada 24 Juni menyebabkan pesawat terbang British Airways 747 melakukan pendaratan darurat karena salahsatu dari mesin jetnya kemasukan abu
 - Fase 3. merupakan erupsi Strombolian yang melontarkan batu pijar seperti kembang api, asap erupsi setinggi 12 km kemudian semakin melemah dan menghasilkan endapan tefra di dasar kawah dan membentuk kerucut silinder dengan ketinggian 60 m di atas dasar kawah yang diahiri dengan keluarnya aliran lava. Sejak Januari 1983 Gunung Galunggung sudah tidak menampakkan aktifitas lagi
62
Guntur
1690
Erupsi besar
1770
Tidak ada keterangan lebih lanjut
1777
Terjadi letusan
1780
Terjadi aliran Lava
1803
Letusan pada tanggal 1 - 15 April
1807
Terjadi letusan pada tanggal 9 Mei
1809
Keterangan kurang jelas
1815 - 1816
Erupsi pada 15 Agustus, 21 September, 21 - 24 Oktober
1825
14 Januari hutan di sekitar gunung terbakar
1827 - 1828
Keterangan kurang jelas
1829
Terjadi erupsi
1832
Erupsi pada 16 Januari, 8 - 13 Agustus
1833
Erupsi pada 1 September
1834 - 1835 - 1836
Erupsi pada bulan Desember
1840
Terjadi aliran lava ke Cipanas
1841
14 November terjadi letusan sangat besar
1843
Terjadi erupsi pada 4 Januari dan 25 November
1847 - 1885 - 1887
Tidak di temukan keterangan lebih lanjut
63
Ciremai
1698
Mulai menunjukkan aktifitas
1772 - 1775 - 1805
Erupsi terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang berarti
1917 - 1924
Erupsi uap blerang serta tembusan fumarola baru di dinding kawah pusat
1937
Terjadi erupsi freatik di kawah pusat dan celah radial sebaran abu mencapai luas 52,500 km berbentuk bujur sangkar pada 24 Juni
1938
7 Januari terjadi erupsi freatik
1947 - 1955 - 1973
Terjadi gempa tektonik yang melanda daerah barat G. Cermai, yang berhubungan dengan struktur sesar yang berarah tenggara - barat laut
1990
Terjadi gempa di sebelah barat G. Cermai
2001
Terjadi gempa yang getaranya sampai di desa Cilimus di timur G. Cermai
2003
November - Desember peningkatan kegempaan vulkanik di ikuti peningkatan suhu mata air panas di Sangkan Hurip dan munculnya solfatara di bibir kawah utama
64
Slamet
1772
11 - 12 Agustus terjadi letusan abu dan lava
1825
Oktober terjadi letusan abu
1835
September terjadi letusan abu
1847
Peningkatan kegiatan
1849
1 Desember terjadi letusan abu
1860
19 Maret dan 11 April terjadi letusan abu
1875
Mei, Juni, November dan Desember terjadi letusan abu
1885
21 - 30 Maret terjadi letusan abu
1890
Terjadi letusan abu
1904
14 Juli - 9 Agustus terjadi letusan abu dan lava
1923
Juni, terjadi letusan abu dan lava
1926
November terjadi letusan abu dan lava selama seminggu
1927
27 Februari terjadi letusan abu dan lava
1928
20 - 29 Maret dan 8 - 12 Mei terjadi letusan abu dan lava
1929
6, 7 dan 15 Juni terjadi letusan abu dan lava
1930
2 - 13 April terjadi letusan abu dan lava
1932
1 Juni dan 12 September terjadi letusan abu dan lava
1934
Peningkatan kegiatan
1939
20 Maret, ahir April, 6 Mei, 15 Juli dan 4 Desember terjadi letusan abu
1940
15 - 20 Maret dan 15 April terjadi letusan abu
1943
18 Maret, 1 - 10 Oktober terjadi peningkatan kegiatan, hujan abu dan suwara dentuman
1944
5 Januari, 30 Juni, Juli dan 28 - 30 Oktober terjadi peningkatan kegiatan
1948
14 November terjadi peningkatan kegiatan
1949
Terjadi peningkatan kegiatan
1951
11 Februari, 26 Juni, 2 Juli, 24 Agustus, Oktober dan 30 Desember terjadi peningkatan kegiatan
1952
1 Januari terjadi peningkatan kegiatan
1953
Juli, Agustus dan Oktober terjadi letusan abu dan lava
1955
12 - 13 November, 6 dan 16 Desember terjadi letusan abu dan lava
1957
8 Februari terjadi letusan abu
1958
17 April, 4 - 6 Mei, 5 dan 13 September, Oktober terjadi letusan abu dan lava
1960
Desember terjadi letusan abu
1961
Januari, terjadi letusan abu
1966
Terjadi letusan abu
1969
Juni, Juli dan Agustus terjadi letusan abu
1973
Agustus, terjadi semburan lava di kawah
1988
12 - 13 Juli terjadi letusan abu dan lava
1989
9 - ahir Oktober terjadi peningkatan kegiatan
1990
20 Februari - 29 Maret terjadi peningkatan kegiatan
1991
28 Juni - 9 Juli terjadi peningkatan kegiatan
1992
12 Maret - 4 April terjadi peningkatan kegiatan
2000
Terjadi peningkatan kegiatan
2004
November terjadi gempa tremor dan hembusan
2005
21 Juli terjadi gempa tremor dan hembusan
2009
Aktifitas G. Slamet dinaikkan dari Waspada ( Level II ) menjadi Siaga ( Level III ) pada tanggal 23 April 2009 pukul 18:00 WIB. Peningkatan kegiatan ini berlangsung hingga Juli 2009

0 komentar:

Posting Komentar