Selasa, 01 Juli 2014

SEJARAH ERUPSI PART 10

73
Lamongan
1799
Terjadi erupsi pada kawah pusat
1806
Setelah berhenti selama 7 tahun, pada bulan April mulai mengeluwarkan asap tebal dan sedikit batuan gunung api kadang - kadang terjadi gemuruh dan gempa vulkanik
1808
Terjadi erupsi di kawah utama
1818 - 1821 - 1822
Terjadi erupsi dikawah utama dan kawah parasit, erupsi di kawah utama di sertai lava pijar
1824
Erupsi di kawah utama yang di sertai leleran lava pijar
1826
Eeupsi eksplosif di kawah utama di sertai semburan bom vulkanik
1829
Erupsi eksplosif di kawah utama di sertai suara gemuruh dan semburan matrial pijar kemudian terjadi leleran lava
1830
Erupsi pada kawah pusat dengan leleran lava
1838
4 - 6 Juli dan 18 Oktober terjadi erupsi normal di kawah utama serat semburan lava pijar yang berulang - ulang
1841
Erupsi di kawah utama di ikuti longsogan pada dinding kawah
1843
Erupsi di kawah utama di sertai semburan lava pijar
1844
Erupsi abu di kawah utama
1847
Terjadi erupsi normal di kawah pusat, disertai leleran lava
1848
Juni - September terjadi erupsi normal di kawah pusat, erupsi parasiter dan aliran lava
1849
Erupsi di kawah utama di sertai leleran lava
1856
1 Maret - 14 Juni terjadi erupsi di kawah utama
1859
Februari - Maret terjadi erupsi di kawah utama, hujan abu sampai Probolinggo dan Pamekasan
1860
Terjadi erupsi pada kawah utama
1864
9 - 10 Januari malam terjadi hujan abu di sekitar lereng G. Lamongan dan puncaknya berwarna kemerah - merahan, 12 Juni sebagian dinding kawah runtuh, di Lumajang dan Pasuruhan jatuh hujan abu yang mengandung blerang, erupsi di kawah utama terjadi leleran lava
1869
6 Aptil terjadi aliran lava, 12 September terjadi erupsi di kawah utama mengeluarkan bom gunungapi dan abu
1870
2 Maret pukul 06:00 terjadi erupsi selama 3 jam, 18 Agusrus hujan abu sampai Krakatau
1871
22 - 24 Januari, di lereng selatan dan puncak barat terjadi hujan abu, pada malam hari terlihat lidah api di sekitar puncak
1872
15 Agustus - 18 September terjadi hujan abu di sekitar puncak
1873
20 Mei dan 20 Agustus terjadi erupsi asap di kawah pusat
1877
11 Mei selama 24 jam terjadi hujan abu di Probolinggo, Pasuruhan dan Surabaya dan aliran lava sejauh 2 kn dari puncak
1883
13 April terjadi erupsi parasiter dengan aliran lava di lereng barat daya dengan titik ketinggian 950 m dengan panjang aliran 3500 m dengan tebal antara 10 - 15 m
1884
14 Januari - 16 April terjadi erupsi normal di kawah utama
1885 - 1886
Erupsi dari celah,aliran lava ke arah barat daya sepanjang 1,6 km, lebar 25 m dan tebal 5 - 10 m, terjadi hujan abu di sekitar Desa Padangangan
1887
Bulan Juni dan November terjadi erupsi normal di kawah utama
1889
April terjadi erupsi freatik, 7 September terjadi hujan abu di Probolinggo
1890
Terjadi erupsi normal di kawah utama
1891
September - Oktober terjadi erupsi normal dan leleran lava di kawah utama
1892
November, terjadi erupsi normal pada kawah utama, awan panas, daerah rusak
1896
5 September, terjadi erupsi abu dan pasir, disertai suara dentuman dan gemuruh.
9 September terjadi hujan abu di Desa Papringan dan Suberweringin setebal 1,5 cm. Penyebaran abu ini sampai di daerah Probolinggo, Besuki, Welingi dan Surabaya
1898
5 Februari terjadi erupsi dasyat dari suatu titik yang letaknya di lereng Barat, gunung ini pada ketinggian 400 m dpl. Titik erupsi ini membnetuk suatu bukit, dengan sisa aliran lava di Timur Laut G.Kene (tinggi 43 m), bukit baru yang terbentuk ini disebut G.Anyar
1925 - 1978 -1985 - 1988 - 1989 - 1991
Terjadi gempa bumi tektonik lokal yang bersumber di sebelah barat Gunungapi Lamongan yang mengakibatkan terjadi retakan tanah
2005
Terjadi peningkatan kegiatan
74
Raung
1586
Terjadi letusan dahsyat dengan korban manusia
1597
Letusan serupa tahun 1586 dan di ketahui ada korban manusia
1638
Terjadi letusan dahsyat kemudian di ikuti dengan banjir besar dan aliran lahar yang melanda daerah antara Kali Stail dan Kali Klatak
1730
Letusan abu yang di sertai aliran lahar yang melanda wilayah yang cukup luas dan dilaporkan banyak korban jiwa
1787 - 1799
Terjadi letusan pada masa pemerintahan Residen Harris
1800 - 1808
Terjadi letusan pada masa pemerintahan Residen Malleod
1812 - 1814
Letusan di sertai suwara gemuruh dan hujan abu
1815
Terjadi hujan abu diBesuki dan Probolinggo antara tanggal 4 - 12 April
1817
Terjadi erupsi menyebabkan tanah rusak dan korban manusia
1838
Tanah rusak
1864
Terjadi suwara gemuruh dan di siang hari menjadi gelep yang di sebabkan oleh hujan abu
1881
Gumpalan asap di sertai suwara gemuruh, terjadi hujan abu tipis disekitar Banyuwangi
1890
Terjadi letusan sejak Juli, Agustus sampai pertengahan September dan letusan Paroksimal terjadi pada tanggal 13 September
1896
Terjadi gempa di Besuki suwara gemuruh yang diikuti hujan abu di bulan Agustus
1902
Munculnya kerucut pusat pada 16 Februari
1903 - 1904
Terdengar suwara gemuruh dan bara api di bagian puncak pada tanggal 28 November dan 2 Desember
1913
Tampak adanya gumpalan asap pada 10 Mei sampai Desember
1915
Suwara gemuruh yang di ikuti oleh gumpalan asap
1916
November - Desember terdengar suwara gemuruh yang di ikuti dengan gumpalan asap
1917
Terdengar suwara gemuruh yang di ikuti dengan gumpalan asap
1921
Adanya aliran lava di dalam kaldera
1924
Pelemparan eflata di sekitar kaldera dan lelehan lava
1927
Letusan asap cendawan dan diiringi hujan abu sampain sejaih 30 km, terdengar dentuman bom yang dilemparkan sejauh 500 m pada 2 Agustus - Oktober
1928
Celah merah di dalam kaldera yang mengeluarkan lava
1929
Celah merah di dalam kaldera yang mengeluarkan lava pada Maret dan Juni
1939
10 Januari
1941
13 Desember
1943
18 Januari
1944
30 Januari – 30 November. Kemungkinan aliran lava dalam kaldera
1945
20 Januari dan 19 April
1953
Terjadi letusan asap tanggal 31 Januari. Asap membara dengan guguran hingga 18 Maret. Tinggi awan letusan mencapai ± 6 km di atas puncak dan sebaran abu mencapai radius ± 200 km
1956
Terjadi letusan antara 13-19 Februari dan letusan paroksimal terjadi pada tanggal 19 Februari. Tinggi taing asap letusan diduga ±12 km. Suara dentuman berlangsung sekitar 4 jam terdengar jauh hingga ke Surabaya dan Malang, Hujan abu menyebar dan turun hingga Bali dan Surabaya
1961
Kenaikan kegitan pada tanggal 26 April
1973
Dikabarkan kegiatan mingkat sejak akhir 1972. Hampir seluruh permukaandasar kawah tertutup oleh aliran lava yang keluar dari kerucut yang terletak di tengah dasar kawah. Seluruh permukaan kerucut sinder tertutup oleh belerang, demikian pula halnya di bagian utara dasar kawah. Rekahan berbentuk busur menghadap ke tengah terdapat pada bagian timurlaut. Tembusan furmarola terdapat pada puncak kerucut sinder, pada rekahan tersebut di atas, dan di bagian tubuh lava sebelah barat
1989
Letusan Abu
75
Ijen
1796
Terjadi letusan freatik
1817
16 Januari terdengar dentuman dahsyat seperti suwara meriam di sertai dengan gempa bumi
1917
Air danau mendidih bercampur lumpur dan kadang - kadang terjadi letusan di danau kawah, lumpur di lemparkan setingi 8 - 10 m dan diikuti letusan freatik
1936
Terjadi letusan pada danau kawah dan letusan freatik menghasilkan lahar
1952
Pada 22 April pukul 06.30 terjadi letusan asap setinggi 1 km dan suara guguran terdengar dari Sempol. Di dalam kawah terjadi letusan lumpur setinggi 7 m, hampir sama dengan peristiwa letusan 1936. Korban tidak ada (Hadikusumo, 1950-1957)
1962
Pada tanggal 13 April, dibagian tengah permukaan Danau Kawah Ijen terjadi bualan gas di dua tempat yang masing-masing berdiameter sekitar 10m. Dan tanggal 18 April jam 07.42 terjadi bualan air di bagian utara danau kawah berdiameter sekitar 6 m., kemudian bualan air tersebut membesar menjadi 15-20 m. Pada jam 12.15 bualan air ini menyemburkan air setinggi sekitar 10 m, Warna air danau yang semula hijau muda berubah menjadi hijau keputihan
1976
30 Oktober, 09,44 tampak bualan air pada dua tempat dekat Silenog selama 30 menit
1991
15,21 dan 22 Maret, terjadi bualan air berdiameter sekitar 5m disertai warna air kawah dari hijau muda menjadi coklat. Menurut pada penambang belerang terjadi semburan gas setinggi 25-50 m dengan kecepatan tinggi. Bualan ini tercatat oleh seismograf dalam bentuk gempa tremor terus menerus dari 16-25 Maret
1993
Tanggal 3 Juli, terjadi letusan freatik ditengah danau disertai tekanan kuat dan bunyi yang keras dengan semburan setinggi 75 m, warna air dari hijau keputihan berubah menjadi kecoklatan dan permukaan danau menjadi gelap. Tanggal 3 Juli, jam 08.35 terjadi letusan freatik ditandai dengan menyemburkan air setinggi sekitar 35 m. Tanggal 7 Juli, jam 02.15 terjadi letusan freatik disertai siuara yang cukup keras dan terdengar sampai sejauh 1 km. 1 Agutus jam 16.35, terjadi letusan freatik disertai dua suara letusan yang terdengar sampai 1 km. Gumpalan asap berwarna putih tebal dengan tekanan kuat terlihat mencapai tinggi sekitar 500 m
1999
Tanggal 28 Juni sampai tanggal 28 Juli terjadi kenaikan aktivitas di danau kawah yang ditandai dengan kenaikan suhu air danau kawah mencapai 46°C (3 Juli) dan pada waktu yang bersamaan suhu solfatara 1, 4 dan 5 masing-masing 198°C, 176° dan 168° C. Pada tanggal 8 juli terjadi penurunan suhu air danau kawah pada lokasi yang sama menjadi 40°C sedangkan suhu solfatara mengalami penigkatan masing-masing menjadi 210,221 dan 207°C.
2000
Tanggal 6 Juni, terjadi peningakatan aktivitas yang ditandai dengan adanya kenaikan suhu danau Kawah Ijen sampai mencapai 55°C dan terjadi letusa freatik
2001
Tanggal 8 Januari terjadi peningkatan aktivitas vulkanik ditandai dengan adanya bualan air dnau seperti mendidih, bau gas solfatara sangat tajam, terdenagar suara blaser yang nyaring dan asap putih tebal
2004
Terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, suhu air danau mencapai 52°C suhu fumarola mencapai 240°pH 0,4. Penigkatan aktivitas diikuti dengan letusan
2005
Pada bulan Agutus terjadi tembusan solfatara berintensitas kuat disertai sublimasi belerang di tepi dasar kawah sebelah selatan tenggara

0 komentar:

Posting Komentar