Selasa, 01 Juli 2014

SEJARAH ERUPSI PART 6

50
Marapi
1807
Terjadi kepulan asap kelabu, disusul lelehan lava di sertsai sinar api merah di ikuti asap dan awan debu sampai keesokan harinya
1822
Terjadi kepulan asap kelabu, disusul lelehan lava di sertsai sinar api merah di ikuti asap dan awan debu sampai keesokan harinya
1833 - 1834
Berapa letusan kecil telah tampak di sertai tiang asap dan abu hitam pada waktu malam terlihat api dari kawah
1845
Terlihat api besar dan suara gemuruh
1854
Terjadi letusan abu selama beberapa hari
1855
Terjadi gempabumi di sertai tiang asap dan suara gemuruh, pada sore hari terlihat bara api, abu dan banyak batu terlempar
1856
Dalam bulan januari kadang - kadang terlihat pancaran api
1861
Bertambah kegiatannya di bulan april
1863
Terjadi letusan dan kepulan asap pada 23 Mei
1871
Terjadi hujan abu pada 24 April
1876
Awan asap besar terlihat pada 4 April, pada bulan Agustus bongkah lava sebesar 10 - 12 m² terlempar sejauh 280 m, terjadi letusan lava, abu dan bom pada bulan Agustus sampai Desember
1877
Kegiatannya semakin bertambah
1878
Terdengar suara gemuruh selama 10 menit pada bulan Desember
1883
Letusan abu dan reupsi kecil pada bulan Juni - Desember
1885
Pada 12 November terlihat tiang asap
1886
Pada 31 Maret terdengar suwara gemuruh 5 kali, terjadi letusan abu dan pasir sepanjang bulan April dan gempabumi pada bulan Mei
1888
Sepanjang bulan Februari terjadi terjadi letusan abu, pasir, dua kali ledakan dan gempabumi di ahiri dengan tiang asap hitam setinggi ± 400 m
1889 - 1904 - 1905 - 1908 - 1910 - 1911 - 1913
Keterangan kurang jelas
1916
Pada 5 - 9 Mei terdengar suwara gemuruh
1917
Terjadi ledakan kecil dan turun hujan abu pada bulan Juni, 16 September terjadi letusan besar dan turun hujan abu sampai bukittinggi
1918
Pada 8 - 10 Maret terjadi letusan, kepulan asap dan lemparan batu - batu kecil, pada pertengahan Agustus terjadi ledakan dan di sertai semburan api
1919
Terjadi ledakan dan awan abu, lontaran bongkah lava pada ahir Febuari
1925
Terbentuk sumbat lava hitam pada dasar kawah pada 12 -13 April
1927
Terdengar suara letusan dan asap membentuk kembang kol menyebabkan hujan abu sampai ke Padang Pankjang, pada 28 April terjadi letusan abu yang tingginya mencapai ± 2000 m dan pada 3 Agustus terlihat tiang asap setinggi ± 3 km
1929
Terjadi letusan abu dan lontaran lava pijar pada 22 Juni
1930
Terlihat lava pada rekahan di dasar kawah pada 9 April, terjadi letusan abu di susul ledakan pada 2 September
1932
Terjadi sebuah letusan
1949
Letusan abu yang di awali suara gempabuimi kemudian muncul awan berbentuk bunga kol pada 29 April yang berlangsung hingga beberapa ahari, pada bulan Oktober kegiatan sama seoperti bulan April dan berlangsung selama satu minggu
1951
Letusan abu dari Kepundan Bungsu
1952
Terbentuk bualan asap berbentuk bunga kol setinggi 2000 - 3000 m yang terlihat sampe malam hari pada 29 Mei kemudian hujan abu pada keesokan harinya, 31 Mei - 4 Juni terlihat asap tebal bergerak ke arah tenggara, pada 6 Juni terbentuk lagi letusan abu berbentuk kembang kol setinggi 2 m dan di susul dengan letusan, pada 7 - 14 Juni hujan abu dan terbentuknya 3 tiang asap yang dapat di amati dan kegiatan berlangsung terus dan berganti - ganti
1955 - 1956 - 1957 - 1958 - 1967 - 1970
Kenaikan kegiatan
1971
Letusan abu di Kepundan B dan C
1972
Peningkatan kegiatan solfatars di kawah B dan C juga Bungsu
1973
Letusan gas asap dalam Kawah Verbeek berwarna kehitam - hitaman setinggi 100 m
1975
Letusan eksplosif di sertai suara gemuruh dan lopntaran matrial pijar dari Kawah Verbeek, Tinggi asap ± 1000 - 1500 m yang berbentuk cendawan dan hujan abu sampai Batu Sangkar dengan ketebalan hingga 1 cm pada 26 - 28 Maret
1977
Letusan dari Kawah Varbbek, B dan C disertai asap tebal putih seinggi 1000 m pada 29 Oktober
1978
Letusan eksplosif di Kawah Verbeek dan C dengan asap letusan berbentuk bunga kol yang mencapai ketinggian ± 1500 m, hujan abu sampai ke daerah Tanah Datar pada 8 september
1980
Letusan eksplosif di sertai suwara gemuruh dari Kawah Verbeek  dengan tinggi asap mencapi ± 1000 m dan hujan abu sampai ke kabupaten Tanah Datar
1981 - 1983
Peningkatan aktifitas kadang - kadang terjadi letusan kecil pada kawah
1984
Terjadi letusan di Kawah Tuwo pada 15 November
1985
Letusan di Kawah Verbeek dengan ketinggian asap ± 250 m
1987
Letusan eksplosif di sertai muntahan matrial pijar dari Kawah Verbeek pada 15 - 27 Januari, etusan abu di sertai suara ledakan pada 27 - 28 Maret, terjadi serentetan letusan eksplosif yang suwaranya terdengar sampai ke Batu Palano pada bulan Mei - September
1988 - 1990
Rentetan letusan eksplosif kadang - kadang di sertai suara gemuruh dan sinar api yang berpusat di Kawah Verbeek
2005
Pada bulan Oktober letusan abu hampir terjadi setiap hari
2006
 -
51
Tandikat
1889
Tampak tiang asap dan nyala api di puncak  terasa getaran gempabumi dan suara letusan kemudian hujan abu jatuh di sekiarnya pada bulan Febuari
1914
Terjadi letusan yang matrialnya berjatuhan di sekitaran puncak, terjadi lelehan lava dan lemparan bom gungungapi pada bulan Mei
52
Talang
1833
Tiang asap tebal dan batu membara yang di semburkan dari kawah  pada bulan Oktober
1843
Terjadi letusan pada 21 Oktober
1845
Timbul tiang asap raksasa berwarna hitam yang besar pada 22 April, pada kawah parasit juga mengalami letusan
1883
Letusan dari kawah pusat menyebabkan terbentuknya tiga rekahan dengan arah timur laur - barat daya
1963
Kenaikan kegiatan
1967
Kegiatan fumarola pada sebuah celah sepanjang ± 800 m dengan lebar 10 - 50 m dengan arah timur laut pada 10 Oktober
1972
Kenaikan suhu mataair panas batu berjanjang
1981
Terdengar suwara gemuruh dan bau blerang yang sangat kuat yang sebelumnya di dahului oleh adanya gempa sejak Agustus 1980 - Maret 1981
2005
Terjadi kenaikan aktifitas kegempaan setelah gempa tektonik Mentawai, pada 11 April tercatat 158 gempa vulkanik kemudian status di naikan menjadi waspada, padfa 12 April terjadi letusan abu dengan ketinggian ± 1000 m di atas kawah
2006
Sejak 9 September 2006 mengalami peningkatan tremor vulkanik menerus dengan amplitudo mencapai 25 mm, tiang asap dengan tinggi berkisar 100 - 300 mkeluar dari kawah
2007
Terjadi peningkatan kegempaan sejak 17 - 18 Maret
53
Kerinci
1838 - 1842 - 1874
Terjadi letusan di kawah pusat
1878
Terjadi letusan freatik di kawah pusat
1887 - 1908
Terjadi letusan preatik din kawah pusat
1921
Terjadi letusan di kawah pusat pada bulam Mei dan Juni
1936
30 Agustus terjadi letusan di kawah pusat
1937
8 September terjadi letusan di kawah pusat
1938
Terjadi letusan preatik dan terbentuk kerucut kecil di dasar kawah antar 19 Januari sampai 18 Maret
1952
Terjadi letusan abu di kawah pusat pada bulan Januari dan Juli
1960 - 1963 - 1964 -1967 - 1970
Terjadi letusan abu di kawah pusat
1999 - 2002
Terjadi letusan abu tipis di sekitar puncak
2007
Pada 9 September di naikan statusnya menjadi waspada karena terjadi letusan abu dan hembusan asap berwarna hitam pekat dengan tinggi 700 - 800 mdari bibir kawah
2008
24 Maret 2008 antara pukul 11.40 – 12.25 WIB, menjadi 1 kali kejadian letusan berwarna putih tebal kehitaman dengan tinggi asap maksimum 500 m dari puncak G.Kerinci. Pada pukul 16:30 WIB, ketinggian asap letusan maksismum menurun menjadi ± 300 m dari puncak G.Kerinci. Status kegiatan pada level Waspada
54
Kaba
1833
Terjadi gempabumi kuat yang disebabkan oleh letusan gunungapi kaba pada 24 dan 25 November, salahsatu danau kawahnya lenyap dan mengakibatkan banjir
1834
Terjadi letusan yang merusak lahan di sekitar gunungapi pada bulan November
1845
Terjadi banjir besar tapi bukan aktifitas letusan pada bulan April
1853
Terjadi letusan seperti di tahun 1883
1868 - 1869
Terjadi letusan abu dan terbentuk tiang letusan puncak tertutup oleh abu
1873
Terjadi peningkatan di kawah
1875
 -
1876
2 sampai 10 menit sekali terjadi letusan abu, pasir dan batu di lontarkan dari Kawah Vogelsang pada bulan April
1873 - 1892
Selama 19 tahun gunungapi sangat giat aktif dan mendadak berhenti di ahir tahun 1892
1886
Terlihat bara api, aliran lava dan hujan abu tipis pada bulan Juni
1887
Tampak asap tebal disertai getaran serta ledakan yang diahiri hujan abu tipis pada 3 - 4 Februari, hujan abu lebih tebal pada bualan Maret
1888
Suara gemuruh terdengar dari bawah tanah  di iringi oleh asap yang mengepul antara Januari hingga April
1890
Tanggal 13 Mei suara gemeruh terus menerus terdengar dan terjadi letusan di kawah
1892
Terjadi peningkatan kegiatan
1907
Terjadi letusan yang kuat di kawah baru
1917
Suara gemuruh terdengar dari bawah tanah pada 30 Januari
1918
Pada 8 Agustus terjadi awan panas
1938
Terjadi peningkatan kegiatan
1940 - 1941
Peningkatan kegitan, suara gemuruh, hujan abu disertai lontaran bahan - bahan lepas
1950
 -
1951
Terbentuk sebuah kawah yang menghancurkan pematang Kawah Vogelsang bagian selatan, bom vulkanik dan lapili di lontarkan sejauh 800 m
1952
Terlihat tiang abu letusan dan suara gemuruh pada 26 Maret, terjadi letusan abu dan terbawa angin hingga sejauh 5 km pada bulan april
2000
Terjadi peningkatan aktifitas vulkanik yang di picu oleh gempa tektonik Bengkulu yang berkekuatan 7,8 Sr  pada tanggal 4 Juni
55
Dempo
1818
Mengakibatkan sebagian hutan rusak, puncaknya menjadi gundul dan kering, banyak pohon yang terbakar dan roboh
1839
Dari kawah tmpak sinar api, disertai suwara gemuruh
1853
Terjadi letusan pada 1 Januari
1879
Terdengar suara letusan selama 10 detik kemudian seketika terlihat tiang asap berwarna hitam pada 18 Mei
1880
Kejadian terjadi pada bulan Mei
1881
Pada 16 Februari terjadi getaran tanah yang pelan dan terdengar suwara gemuruh, pada bulan Desember terbentuk tiang asap berwarna hitam dari kawah
1884
Dentuman seperti suwara tembakan meriam, pada bulan Juli berulang - ulang awan asap membumbung dari kawah
1895
Pada bulan Juli sampai September mengepul sebuah tiang asap, sedikit hujan abu, terjadi 2 kali letusan abu dan lumpur, dentuman terdengar satu kali
1900
Pada 4 Juni terdengar suwara dentuman dari arah G. Dempo kemudian asap membumbung tinggi
1905
Tiap 20 menit terjadi bualan air danau kawah dengan semburan air berbentuk krucut mencapai ketinggian 12 m
1908
Terjadi letusan abu, air dan lumpur pada 16 - 17 Februari
1921
Permukaan air danau naik berangsur - angsunr dan muncul gumpalan uap air sampai ke permukaan kemudian permukaan air kembali seperti semula
1922
Letusan kecil terjadi satu menit lamanya dan awan uap besar membual pada 19 -20 Mei
1926
Pada 22 April memperlihatkan kegiatanyya, terdengar suara gaduh, dalam letusan ini sebagaian air danau kawah terlempar daridalam kawah membual uap dan setiap lima menit terdengar suara gaduh air mendidih dan banyak pula batu dilemparkan
1934
Pada 20 - 21 Februari terjadi hujan abu yang menyebabkan daun tehh menjadi kering dan rusak
1936
Terjadi hujan abu berlumpur di kebun tehh hujan blerang lebih dari setengah jam dengan di dahului suara gemuruh 3 kali pada 26 - 27 November
1939
18 - 19 Juli terjadi letusan abu yang jatuh di sebelah utara perkebunan tebal lapisan abu setengah sampai 2 mm, pada siang hari nampak awan asap keluar dari kawah, pada 21 Juli terjadi hujan lumpur tipis
1940
30 Januari terdengar suara terus - menerus dan kelihatan cahaya kilat di atasnya kemudian turun hujan abu, banjir lumpur terjadi di dalam Muara Babatan , Muaradanau, dan Muara Pinang ditutupi lumpur yang mengandung belerang dan juga pohon yang di hanyutkan dari atas, dibeberapa tempat lumpur yang memiliki tebal 50 cm menimbun ladang, sawah dan kebun kopi, 7 - 12 Februari tampak lagi gumpalan asap membumbung ddengan di sertai hujan abu dan gempa, di danau kawah terjadi letsan lumpur yangi tingginya mencapai 60 m setelah itu keluar awan uap tebal yang mulai membumbung tinggi dan di dahului suara gemuruh kegiatan berahir pada 21 Februari
1958
 -
1974
Terjadi hujan blerang dari kawah
2006
Muncul tremor terus - menerus dengan amplitudo mencapai 17 mm disusul asap putih tipis dengan tebal 50 - 100 m, jumplah gempa vulkanik tercatat hingga 20 kali per hari pada bulan September. Pada 25 September terjadi letusan preatik keesokan harinya setatusnya di naikkan ke level waspada kemudian aktifitas semakin menurun pada 27 Januari 2007 kemudian status di turunkan menjadi aktif normal
2009
Terekam satu kali gempa letusan dan terjadi hujan abu yang berbau blerang menyebar hingga area perkebunan dan perkantoran Walikota Pagar Alam

0 komentar:

Posting Komentar