Merapi

Erupsi 2010

Interaksi dan Erupsi

Merapi takkan ingkar janji

Lukisan Alam

Keindahan dan Keseganan Piroklastik

Kekuwasaan

Ketegasan dan Kekuatan Piroklastik

Komplek Tengger

Keindahan dan Imajinasi

Selasa, 01 Juli 2014

SEJARAH ERUPSI PART 10

73
Lamongan
1799
Terjadi erupsi pada kawah pusat
1806
Setelah berhenti selama 7 tahun, pada bulan April mulai mengeluwarkan asap tebal dan sedikit batuan gunung api kadang - kadang terjadi gemuruh dan gempa vulkanik
1808
Terjadi erupsi di kawah utama
1818 - 1821 - 1822
Terjadi erupsi dikawah utama dan kawah parasit, erupsi di kawah utama di sertai lava pijar
1824
Erupsi di kawah utama yang di sertai leleran lava pijar
1826
Eeupsi eksplosif di kawah utama di sertai semburan bom vulkanik
1829
Erupsi eksplosif di kawah utama di sertai suara gemuruh dan semburan matrial pijar kemudian terjadi leleran lava
1830
Erupsi pada kawah pusat dengan leleran lava
1838
4 - 6 Juli dan 18 Oktober terjadi erupsi normal di kawah utama serat semburan lava pijar yang berulang - ulang
1841
Erupsi di kawah utama di ikuti longsogan pada dinding kawah
1843
Erupsi di kawah utama di sertai semburan lava pijar
1844
Erupsi abu di kawah utama
1847
Terjadi erupsi normal di kawah pusat, disertai leleran lava
1848
Juni - September terjadi erupsi normal di kawah pusat, erupsi parasiter dan aliran lava
1849
Erupsi di kawah utama di sertai leleran lava
1856
1 Maret - 14 Juni terjadi erupsi di kawah utama
1859
Februari - Maret terjadi erupsi di kawah utama, hujan abu sampai Probolinggo dan Pamekasan
1860
Terjadi erupsi pada kawah utama
1864
9 - 10 Januari malam terjadi hujan abu di sekitar lereng G. Lamongan dan puncaknya berwarna kemerah - merahan, 12 Juni sebagian dinding kawah runtuh, di Lumajang dan Pasuruhan jatuh hujan abu yang mengandung blerang, erupsi di kawah utama terjadi leleran lava
1869
6 Aptil terjadi aliran lava, 12 September terjadi erupsi di kawah utama mengeluarkan bom gunungapi dan abu
1870
2 Maret pukul 06:00 terjadi erupsi selama 3 jam, 18 Agusrus hujan abu sampai Krakatau
1871
22 - 24 Januari, di lereng selatan dan puncak barat terjadi hujan abu, pada malam hari terlihat lidah api di sekitar puncak
1872
15 Agustus - 18 September terjadi hujan abu di sekitar puncak
1873
20 Mei dan 20 Agustus terjadi erupsi asap di kawah pusat
1877
11 Mei selama 24 jam terjadi hujan abu di Probolinggo, Pasuruhan dan Surabaya dan aliran lava sejauh 2 kn dari puncak
1883
13 April terjadi erupsi parasiter dengan aliran lava di lereng barat daya dengan titik ketinggian 950 m dengan panjang aliran 3500 m dengan tebal antara 10 - 15 m
1884
14 Januari - 16 April terjadi erupsi normal di kawah utama
1885 - 1886
Erupsi dari celah,aliran lava ke arah barat daya sepanjang 1,6 km, lebar 25 m dan tebal 5 - 10 m, terjadi hujan abu di sekitar Desa Padangangan
1887
Bulan Juni dan November terjadi erupsi normal di kawah utama
1889
April terjadi erupsi freatik, 7 September terjadi hujan abu di Probolinggo
1890
Terjadi erupsi normal di kawah utama
1891
September - Oktober terjadi erupsi normal dan leleran lava di kawah utama
1892
November, terjadi erupsi normal pada kawah utama, awan panas, daerah rusak
1896
5 September, terjadi erupsi abu dan pasir, disertai suara dentuman dan gemuruh.
9 September terjadi hujan abu di Desa Papringan dan Suberweringin setebal 1,5 cm. Penyebaran abu ini sampai di daerah Probolinggo, Besuki, Welingi dan Surabaya
1898
5 Februari terjadi erupsi dasyat dari suatu titik yang letaknya di lereng Barat, gunung ini pada ketinggian 400 m dpl. Titik erupsi ini membnetuk suatu bukit, dengan sisa aliran lava di Timur Laut G.Kene (tinggi 43 m), bukit baru yang terbentuk ini disebut G.Anyar
1925 - 1978 -1985 - 1988 - 1989 - 1991
Terjadi gempa bumi tektonik lokal yang bersumber di sebelah barat Gunungapi Lamongan yang mengakibatkan terjadi retakan tanah
2005
Terjadi peningkatan kegiatan
74
Raung
1586
Terjadi letusan dahsyat dengan korban manusia
1597
Letusan serupa tahun 1586 dan di ketahui ada korban manusia
1638
Terjadi letusan dahsyat kemudian di ikuti dengan banjir besar dan aliran lahar yang melanda daerah antara Kali Stail dan Kali Klatak
1730
Letusan abu yang di sertai aliran lahar yang melanda wilayah yang cukup luas dan dilaporkan banyak korban jiwa
1787 - 1799
Terjadi letusan pada masa pemerintahan Residen Harris
1800 - 1808
Terjadi letusan pada masa pemerintahan Residen Malleod
1812 - 1814
Letusan di sertai suwara gemuruh dan hujan abu
1815
Terjadi hujan abu diBesuki dan Probolinggo antara tanggal 4 - 12 April
1817
Terjadi erupsi menyebabkan tanah rusak dan korban manusia
1838
Tanah rusak
1864
Terjadi suwara gemuruh dan di siang hari menjadi gelep yang di sebabkan oleh hujan abu
1881
Gumpalan asap di sertai suwara gemuruh, terjadi hujan abu tipis disekitar Banyuwangi
1890
Terjadi letusan sejak Juli, Agustus sampai pertengahan September dan letusan Paroksimal terjadi pada tanggal 13 September
1896
Terjadi gempa di Besuki suwara gemuruh yang diikuti hujan abu di bulan Agustus
1902
Munculnya kerucut pusat pada 16 Februari
1903 - 1904
Terdengar suwara gemuruh dan bara api di bagian puncak pada tanggal 28 November dan 2 Desember
1913
Tampak adanya gumpalan asap pada 10 Mei sampai Desember
1915
Suwara gemuruh yang di ikuti oleh gumpalan asap
1916
November - Desember terdengar suwara gemuruh yang di ikuti dengan gumpalan asap
1917
Terdengar suwara gemuruh yang di ikuti dengan gumpalan asap
1921
Adanya aliran lava di dalam kaldera
1924
Pelemparan eflata di sekitar kaldera dan lelehan lava
1927
Letusan asap cendawan dan diiringi hujan abu sampain sejaih 30 km, terdengar dentuman bom yang dilemparkan sejauh 500 m pada 2 Agustus - Oktober
1928
Celah merah di dalam kaldera yang mengeluarkan lava
1929
Celah merah di dalam kaldera yang mengeluarkan lava pada Maret dan Juni
1939
10 Januari
1941
13 Desember
1943
18 Januari
1944
30 Januari – 30 November. Kemungkinan aliran lava dalam kaldera
1945
20 Januari dan 19 April
1953
Terjadi letusan asap tanggal 31 Januari. Asap membara dengan guguran hingga 18 Maret. Tinggi awan letusan mencapai ± 6 km di atas puncak dan sebaran abu mencapai radius ± 200 km
1956
Terjadi letusan antara 13-19 Februari dan letusan paroksimal terjadi pada tanggal 19 Februari. Tinggi taing asap letusan diduga ±12 km. Suara dentuman berlangsung sekitar 4 jam terdengar jauh hingga ke Surabaya dan Malang, Hujan abu menyebar dan turun hingga Bali dan Surabaya
1961
Kenaikan kegitan pada tanggal 26 April
1973
Dikabarkan kegiatan mingkat sejak akhir 1972. Hampir seluruh permukaandasar kawah tertutup oleh aliran lava yang keluar dari kerucut yang terletak di tengah dasar kawah. Seluruh permukaan kerucut sinder tertutup oleh belerang, demikian pula halnya di bagian utara dasar kawah. Rekahan berbentuk busur menghadap ke tengah terdapat pada bagian timurlaut. Tembusan furmarola terdapat pada puncak kerucut sinder, pada rekahan tersebut di atas, dan di bagian tubuh lava sebelah barat
1989
Letusan Abu
75
Ijen
1796
Terjadi letusan freatik
1817
16 Januari terdengar dentuman dahsyat seperti suwara meriam di sertai dengan gempa bumi
1917
Air danau mendidih bercampur lumpur dan kadang - kadang terjadi letusan di danau kawah, lumpur di lemparkan setingi 8 - 10 m dan diikuti letusan freatik
1936
Terjadi letusan pada danau kawah dan letusan freatik menghasilkan lahar
1952
Pada 22 April pukul 06.30 terjadi letusan asap setinggi 1 km dan suara guguran terdengar dari Sempol. Di dalam kawah terjadi letusan lumpur setinggi 7 m, hampir sama dengan peristiwa letusan 1936. Korban tidak ada (Hadikusumo, 1950-1957)
1962
Pada tanggal 13 April, dibagian tengah permukaan Danau Kawah Ijen terjadi bualan gas di dua tempat yang masing-masing berdiameter sekitar 10m. Dan tanggal 18 April jam 07.42 terjadi bualan air di bagian utara danau kawah berdiameter sekitar 6 m., kemudian bualan air tersebut membesar menjadi 15-20 m. Pada jam 12.15 bualan air ini menyemburkan air setinggi sekitar 10 m, Warna air danau yang semula hijau muda berubah menjadi hijau keputihan
1976
30 Oktober, 09,44 tampak bualan air pada dua tempat dekat Silenog selama 30 menit
1991
15,21 dan 22 Maret, terjadi bualan air berdiameter sekitar 5m disertai warna air kawah dari hijau muda menjadi coklat. Menurut pada penambang belerang terjadi semburan gas setinggi 25-50 m dengan kecepatan tinggi. Bualan ini tercatat oleh seismograf dalam bentuk gempa tremor terus menerus dari 16-25 Maret
1993
Tanggal 3 Juli, terjadi letusan freatik ditengah danau disertai tekanan kuat dan bunyi yang keras dengan semburan setinggi 75 m, warna air dari hijau keputihan berubah menjadi kecoklatan dan permukaan danau menjadi gelap. Tanggal 3 Juli, jam 08.35 terjadi letusan freatik ditandai dengan menyemburkan air setinggi sekitar 35 m. Tanggal 7 Juli, jam 02.15 terjadi letusan freatik disertai siuara yang cukup keras dan terdengar sampai sejauh 1 km. 1 Agutus jam 16.35, terjadi letusan freatik disertai dua suara letusan yang terdengar sampai 1 km. Gumpalan asap berwarna putih tebal dengan tekanan kuat terlihat mencapai tinggi sekitar 500 m
1999
Tanggal 28 Juni sampai tanggal 28 Juli terjadi kenaikan aktivitas di danau kawah yang ditandai dengan kenaikan suhu air danau kawah mencapai 46°C (3 Juli) dan pada waktu yang bersamaan suhu solfatara 1, 4 dan 5 masing-masing 198°C, 176° dan 168° C. Pada tanggal 8 juli terjadi penurunan suhu air danau kawah pada lokasi yang sama menjadi 40°C sedangkan suhu solfatara mengalami penigkatan masing-masing menjadi 210,221 dan 207°C.
2000
Tanggal 6 Juni, terjadi peningakatan aktivitas yang ditandai dengan adanya kenaikan suhu danau Kawah Ijen sampai mencapai 55°C dan terjadi letusa freatik
2001
Tanggal 8 Januari terjadi peningkatan aktivitas vulkanik ditandai dengan adanya bualan air dnau seperti mendidih, bau gas solfatara sangat tajam, terdenagar suara blaser yang nyaring dan asap putih tebal
2004
Terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, suhu air danau mencapai 52°C suhu fumarola mencapai 240°pH 0,4. Penigkatan aktivitas diikuti dengan letusan
2005
Pada bulan Agutus terjadi tembusan solfatara berintensitas kuat disertai sublimasi belerang di tepi dasar kawah sebelah selatan tenggara

SEJARAH ERUPSI PART 9

71
Semeru
1818
Terjadi erupsi pada 8 November
1829
Erupsi pada bulan Februari
1830
15 - 16 Desember terjadi erupsi
1832
18 April terjadi aliran lava
1836
3 - 5 Agustus
1838
Juli dan Agustus terjadi erupsi
1842
Januari - Maret terjadi erupsi
1844 - 1845
September dan Juli
1848
Februari - 4 Agustus
1851
Januari
1856
10 September terjadi erupsi
1857
13 Agustus - September
1860
April - Juni
1864
Juli terjadi lelehan lava
1867
April, Mei
1872
23 Oktober
1877
September
1884
11 Desember mengalami erupsi
1885
Januari, April, Juli, September terjadi leleran lava
1886
Januari, April, Juli, Agustus
1887
Februari - Maret, 10 September - 10 Oktober terjadi leleran lava
1888
Februari, Maret, Mei, Oktober
1889
Januari, Maret, Juni, Oktober, Desember terjadi leleran lava
1890
Januari - Desember
1891
Februari, Mei terjadi lelehan lava
1892
Maret, April
1893
Januari - Mei, September
1894
Februari
1895
22 Mei - 10 Juli, 1 Oktober lelehan lava
1896
Mei - Juni
1897
Januari lelehan lava
1898
Pada bulan Februari terjadi lelehan lava
1899
Januari, Maret, Agustus, Desember
1900
29 Maret - 11 April muncul lelehan lava
1901
29 - 30 Januari
1903
26 Maret - Juni
1904
2 - 16 Januari
1905
4 Agustus
1907
7 - 10 Januari
1908
Januari - Desember
1909
September - Desember, terdapat awan panas
1910
Januari - Desember
1911
Januari, Februari menghasilkan lelehan lava
1912
28 Agustus
1913
23 Juni
1941 - 1942
Letusan dalam celah radial lelehan lava sampai di lereng sebelah timur pada ketinggian antara 1400 - 1775 m. Titik letusan sebanyak 6 tempat dan aliran lava sepanjang 6,5 km
1945
12 - 18 Juni
1950
23 November lava mengalir ke Besuk Sat dan guguran lava masuk ke Besuk Semut
1951
November, aliran lava masuk ke Besuk Semut
1952
Aliran lava masuk ke Totogan Malang, Besuk Kobokan, Curah Lengkong
1953
Guguran vulkanik meningkat
1954
Aliran lava masuk ke Besuk Kobokan pada bulan November
1955 - 1957
Kegiatan terus berlangsung dan di ahiri dengan lelhan lava
1958
27 April terjadi aliran lava sepanjang Kali Glidik, terjadi pula pembentukan kubah lava
1960
April, Mei, Agustus
1961
Letusan tipe Stromboli dengan tinggi abu 3000 m di atas puncak bahan letusan di lemparkan sampai Recopodo, aliran lava terjadi di Kali Glidik
1963
5 Mei mulai jam 14:00 mulai terjadi awan panas dan aliran lava melanda Curah Lengkog, Kali Pancing dan Besuk Semut, awan panas mencapai 8 km dari kawah dan berlangsung hingga ahir Juli
1967
Terbentuknya kubah lava mencapai ketinggian 373 m, lahar terjadi di Kali Glidik dan Kali Rejali
1968
Pertumbuhan kubah lava terus berlangsung, dan banjir lahar
1969
Pertumbuhan kubvah lava terus berlangsung
1972
Pertumbuhan kubah lava mencapai tinggi 3744,5 mdpl, kadang - kadang terjadi awan panas guguran dan letusan terjadi setiap 5 - 45 menit dengan tinggi asap maksimum 500 m, pasir dan debu terlontar sejauh 1 km
1973
Letusan mencapai 1000 m sering terjadi aliran lava, guguran lava pijar meningkat dan meluncur mencapai jarak 2 km dari puncak
1975 - 1976
Letusan di kawah utama di sertai lelehan lava
1977
1 Desember terjadi guguran lava dan menghasilkan awan panas dengan volume endapan 6,4 juta m³, sebaran awan panas ini menyelewaeng masuk ke Besuk Kobokan
1978
Letusan dengan tiang asap maksimum mencapai 800 m, awan panas terjadi 3 kali si Besuk Kembar dengan jarak luncur maksimum 7 km
1979
Guguran di sertai awan panas meluncur ke Besuk Kembar mencapai jarak maksimum 3 km
1980
Terjadi guguran di sertai awan panas
1981
Letusan - letusan kecil, lava mengalir lewat tepi kawah masuk ke Besuk Kembar dan membentuk lidah lava dan mencapai jarak maksimum 10 km dari tepi kawah dengan tumpukan matrialnya 6,2 juta m³
1982
Terjadi peningkatan letusan guguran semuanya masuk ke Besuk Kembar kadang di sertai dengan luncuran awan panas
1983
Luncuran awan panas mencapi 3 km
1984
16 Januari terjadi guguran kubah lava diserati awan panas mencapai jarak luncur 2 - 4 km
1985
Letusan terjadi pada bulan Mei disertai awan panas guguran
1986-1989
Letusan terus berlangsung diikuti awan panas guguran dengan tinggi asap maksimum 1,2km di atas tepi kawah, berselingkuh dengan pembentukan kubah lava
1990
Nopember – Desember terjadi guguran kubah lava dan lidah lava sepanjang 1,5 km dari kawah pada bulan Nopember – Desember
1992
Letusan stromboli dengan pembentuk kubah lava menghasilkan awan panas dan Kawah Jonggring Seloko terbuka sampai saat ini
1994
2 Februari – 15 Februari 2 Februari terjadi 9 kali asap putih tebal dengan ketinggian 500m dan 34 kali guguran lava ke Besuk Kembar mencapai ± 1000m, disertai dengan meningkatnya gempa tremor selama 7 hari sebelum 3 Februari 1994
2002
11 Maret status gunungapi semeru dinaikan dari “Normal” menjadi “Waspada” sehubungan dengan adanya peningkatan jumlah gempa-gempa Vulkanik Dangkal maupun dalam sejak Januari 2002 dan mencapai puncaknya di bulan April 2002, masing-masing 10 dan 57 kali. 23 Desember terjadi 8 kali letusan di kawah utama 25 Desember terjadi 1 kali letusan 26 – 27 Desember, terjadi juga letusan di kawah utama masing-masing 7 dan 8 kali, yang diikuti oleh guguran lava pijar memasuki bagian hulu Besuk Bang. 16 Desember, awan panas guguran kembali memasuki bagian hulu Besuk Kembar sejauh 4000 meter 30 Desember dusun Supit Timur di kosongkan
2004
20 Januari terjadi awan panas guguran yang masuk ke Besuk Bang sejauh 2500m 7 Oktober kembali terjadi awan panas dengan jarak luncur 1000 m ke Besuk Bang. November dan Desember, awan panas terjadi dengan frekwensi lebihbanyak dengan jarak luncur antara 1000-3000 m menuju Besuk Bang
2005
29 Desember, terjadi awan panas guguran yang masuk ke Besuk Bang sejauh masing-masing 1000, 1500 dan 2500 m
2007
15 November, terjadi awan panas guguran yang masuk ke Besuk Bang sejauh 1000 m
2008
15 Mei, terjadi guguran awan panas yang didahului oleh letusan asap dengan ketinggian ± 600 m. Arah awan panas ke Besuk Bang dengan jarak luncur 2500 m 17 Mei, terjadi guguran awan panas yang didahului oleh letusan asap dengan ketinggian ± 500 m. arah awan panas ke Besuk Bang dengan jarak luncur 2000m 18 Mei, terjadi 3x guguran awan panas didahului oleh letusan asap denga ketinggian 500-600m. Arah awan panas ke Besuk Bang dengan jarak luncur 500, 1500 dan 2500m 19 Mei, terjadi guguran awan panas yang didahului oleh letusan asap. Arah awan panas ke Besuk Bang dengan jarak luncur 1500 m 21 Mei, terjadi 6x guguran awan panas. Arah awan ke Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Kobokan dengan jarak luncur 1000-3000 m 22 Mei, terjadi 4 x guguran awan panas. Arah awn panas ke Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2500 m
72
Bromo
1804
Bulan September
1815 - 1820
 -
1822 - 1823
28 Desember - Januari
1825
5 - 8 November
1829
5 - 11 November
1830
3 Mater dan 15 - 16 Desember
1835
 -
1842
24 Januari - Juni
1843
Januari
1844
Pada bulan 9 November
1856 - 1857
 -
1858
4 Maret dan 8 Oktober
1859
 -
1860
12 - 14 Juli
1865
April, Mei, dan 1 - 18 Desember
1866
Juli
1867
13 Desember
1868
12 Januari
1877
14-Apr
1885
13 Oktober - 30 Desember
1886
1 - 10 Januari
1887
9 - 25 Januari
1888
27 Februari
1890
Mei - September
1893
Januari - 27 Maret
1896
 -
1906
25 September - 26 Desember
1907
Januari, Maret, Mei, Agustus dan Desember
1908
12 Februari
1909
12 - 14 Januari
1910
18 - 21 Januari
1915
November dan Desember
1916
Januari - Juni
1921
Juni - 17 Oktober
1922
Februari, April dan Juni
1928
April, Juli dan 16 Desember
1829
7 Agustus - 8 September
1930
30 Mei - 25 Juni
1935
Juli
1940
April, Mei, Juli
1948
15 Februari - 25 April
1950
27 - 29 Mei
1972
26 Januari, diawali dengan terdengarnya suara gemuruh dari dalam bumi, kemudian disusul oleh munculnya tiap asap yang warnanya agak glap. Hujan terus menerus dari 26 Januari –13 Februari selanjutnya hujan abu turun kadang-kadang saja.
1980
Hembusan asap selama 1-2 hari ssaja, kemudian diikuti oleh sura dentuman dan lemparan material gunung api pijar ke udara. 11-14 Juli terjadi peningkatan lagi berupa semburan asap berwarna hitam setinggi lebih kurang 800-1.500 meter diatas kawah 24 Juli terlihat petumbuhan sumbat lava di dasar kawah
1984
12-13 Mei, terjadi peningkatan kegiatan berupa letusan disertai suara dentuman. Asap putih tebal keabu-abuan setinggi lebih kurang 500 – 1000 meter diatas gunung
1995
9 Maret, terjadi letusan asap disertai hujan abu denga ketinggian asap emncapai berkisar 80-250 meter diatas puncak 9 September hembusan asap disertai abu setinggi lebih kurang 70 meter. 25 September hembusan semakin meningkat dan mencapai puncak dengan ketinggian asap mencapai 700 meter Desember berangsur-angsur menurun dan berakhir
2000
29 November terjadi erupsi abu terus menerus hingga bulan Januari 2001. Ketinggian abu mencapai 800 meter dari K.Bromo mengarah ke utara
2004
Letusan terjadi tanggal 8 Juni pukul 15.26, dimana terjadi letusan freatik secara tiba-tiba tanpa diawali kemunculan gempa vulkanik A denga jumlah yang signidikan
2010
Tanggal 8 November sekitar pukul 2 siaang, teramati perubahan asap dari yang sebelumnya berwarna putih tebal menjadi abu-abu Gempa vulkanik dalam (A) hingga tanggal 20 November terekam sebanyak 76 kejadian sedangkan gempa Vulkanik Tanggal 20 November pukul 05 pagi terjadi letusan ekploisif dari kawah berwarna coklat dengan ketinggian 200-250 meter dari bibir kawah berlangsung sekitar 30 menit Tanggal 23 November pukul 05 pagi, kembali letusan terjadi dari kawah denga ketinggian 400 meter. Tanggal 25-29 November letusan menerus dengan tinggi asap 400-800 dan berwarna kelabu coklat. Tanggal 6 Desember pukul 12:45, status Awas diturunkan menjadi Siaga setelah dilakukan evaluasi aktivitas vulkanik yang memperlihatkan intensitas letusan meneru yang mulai turun. Tanggal 13 Desember, erupsi abu kembali meningkat kembali. Amplituda maksimum tremor meningkat dari rata-rata 5 mm menjadi 15mm. Tanggal 19 Desember, erupsi diiringi dengan 2 kali suara dentuman terjadi pukul 10:17 dan 11:27. Erupsi terus berlangsung hingga April 2011