Rabu, 14 Mei 2014

SEJARAH ERUPSI PART 4

30
Colo
pra sejarah
pembentukan kaldera dengan grais tengah 2000 mdan membentuk danau.


1989-1900
Terjadi erupsi normal dan meninggalkan sumbat lava yang kemudian di kenal dengan Gunung colo.


1983
23 Juli, terjadi erupsi dahsyat mengghancurkan sumbat lava.


1975
ditemukan tembusan solftara/fumarola baru di suatu bukit di lereng timurlaut, 1.500 m dari puncak.dikenal sebagai bukit Ambo.


1982-1983
20 Agustus P.Una-una digoncang gempa bumi hingga akhir Agustus terjadi 41 kali gempa.18 Juli semakin meningkat hingga menyebabkan erupsi freatik pertama.Pada 23 Juli 1983 G.Colo meletus diikuti debngan awan panas yang menghancurkan 2/3 pulau.setelah 6 bulan aktif G.Colo kembali normal.


1984
Febbruari- Maret masih terjadi erupsi secara sporadis dari dalam kawah.
31
Ambang
1839
Pada bulan Juli terjadi tembusan solfatara dengan tekanan yang kuat dan suhu berkisar 100-123 C


1966
Menurut penduduk desa Purworejo telah muncul dua lubang tembusan bharu yang besar, dengan tekanan gas sangat tinggi, yaitu di dekat Kali Putih sebelah timur dan pada lereng kawah sebelah utara. Gejala awal munculnya solfatara ini didahului dengan gempa bumi yang getaranya hingga desa Purworejo.


2005
Desember terjadi Erupsi freatik
32
Soputan
1785,1786,1819,1833,1838,1845,1890
Letusan dari kawah puncak


1901
Letusan samping


1906
17 Juni-September, letusan samping menghasilkan aliran lava. Terbentuk kerucut parasit Aesoput


1907
5-23 Juni letusan Aesoput


1908-1910
april-Juni Letusan aesoput menghasilkan aliran lava


1911-1912
November-April letusan aesoput menghasilkan aliran lava


1913
april-Juni Letusan aesoput menghasilkan aliran lava


1915
April-Juni terbentuknya kubah lava aesoput Weru dan aliran lava ke arah tenggara


1917
November letusan Aesoput


1923-1924
27 November-18 Januari letusan di Aesoput


1925
tidak ada keterangan


1947
22-27 Agustus letusan di Aesoput


1966
Mei


1984
Letusan di kawah puncak


1991,1995,2000
Disertai pertumbuhan kubah lava.13 Mei tremor vulkanik terekam secara menerus.tremor letusan terekam hingga mencapai G.Lokon yang berjarak 25 km utara G.Soputan.letusan terjadi pada 1,6,25 dan 30 Juli 2000


2007
25 Oktober menyemburkan abu setinggi 1000 m di atas puncak disertai guguran lava pijar ke arah barat sejauh 1000 m.Kejadian tersebut berlangsung selama 2 minggu.Pada pertengahan November 2007, aktivitas G.Soputan menurun.


2008
5 Juni terjadi 14 gempa guguran. 6 Juni terjadi peningkatan jumlah gempa yang mencolok, masing-masing 116 gempa dalam,dan 120 gempa guguran.Pukul 08.53 mulai terekam tremor.Pukul 11.00 terjadi letuisan disertai guguran awan panas hampir ke segala arah.Tinggi asap letusan mencapai 2000 m.Abu  letusan tertiup angin ke arah barat tersebar hingga mencapai Kotamobnagu.Pukul 17.00-19.00 terlihat sinar api dan kilatan petir dengan tinggi 250 m.7 Juni guguran lava masih terjadi.Tanggal 26 September-6 Oktober terjadi hembusan asap kawah berwarna putih tipis setinggi 25-50 m dari puncak.Tanggal 6 Oktober terekam gempa vulkanik sebanyak 2 kali.Pukul 06.00-12.00 WITA terdengar suara gemuruh dengan intensitas sedang.Pada pukul 10:10 WITA akemudian disusul terjadinya letusan abu berwarna kelabu tebal setinggi 1000 m dari puncak dan disertai sinar api.Pada pukul 15.00 Wita kembali terjadi letusan menerus disertai suara gemuruh, warna asap kelabu tebaldengen ketinggian anatara 1000-1500 m dari puncak.Tanggal 7 Oktober teramati asap berwrna putih tebal dengan ketinggian 500-1500 m dari puncak suar api teramati dengan ketinggian 50-150 m.Guguran lava pijar ke arah barat dan baratlaut.
32
Lokon
1829
Maret, terjadi eksplosif uap di pelana


1893
29 Maret, telah bekerja dua buah "boccai" sejumlah batu dilontarkan demikian juga bom sip[ut selama brbulan-bulan.


1930
Agustus


1942
3 September, erupsi abu


1949
14 September mulai ada peningkatan kegiatan dengan erupsi kecil, Namun erupsi sebenarny6a mulai pada 2 Juli 1951 berlangsung terus-menerus hingga akhir 1951


1952
Erupsi agak besar terjadi p;ada 27 dan 28 Mei.Kegiatan baru menurun dan berhenti pada November.


1953
Kegiatan masih terjadi


1958
19 Februari terjadi erupsi kecil yang memuntahkan lapili di sekitar kawah. Kemudian erupsi terjadi 4,16-17 Maret, 3-4 Mei. Kegiatanya berlangsung sepnajang tahun.


1959
Kegiatan erupsi sejak Februari 1958, dilanjutkan dalam 1959 berlangsung terus sampai berakhir tanggal 23 Desember. Selama satu tahun terjadi erupsi abu diselingi erupsi kuat yang melontarkan abu. Hujan abu turun dalam Agustus,September, dan November.


1961
Pada 19 Mei, setelah istirahat 2 tahun terjadi lagi erupsi abu.Kegiatanya berlangsung terus sepanjang tahun.Erupsi abu yang besar terjadi 2 kali yakni 24 Oktober dan 20 November.


1962
Tidak ada keterangan lebih lanjut


1965-1966
Kenaikan kegiatan


1969
Fasa eruptifa mulai muncul pukul 00:00 pada 27 Novemvber. Esok harinya eksplosif pukul 21.57 meneyebabkan erupsi abu setinggi 400 m, hujan pasir belerangan. Kegiatan bertambah pada akhir tahun.


1970
Dari April hingga Desember terjadi erupsi abu


1973
September terjadi peningkatan kegiatan


1974
28 Januari erupsi abu


1976
Pembentukan kubah lava


1977
2 Januari terjadi erupsi abu dan sumbat lava dihancurkan.


1982
Peningkatan keghiatan, asap bertambah tebal


1983
Hembusan asap


1986
Erupsi freatik, lahar ke S.Pasahapen. Terjadi erupsi 24 Maret,5,7,12,27 April, 18 Mei, Juni, 14 Juli setinggi 3000 m. Agustus erupsi abu kecil, 4 September dengan tinggi erupsi 1500m.


1987
6 Januari, 11,21 Maret, 10, 13 Mei, Erupsi abu.


1988
21 April, 17,18,21 Juli erupsi abu


1989
21 Agustus, 5 September, terjadi erupsi


1990
21 April, 5 Mei terjadi erupsi


1991
12 Januari,6,28 Maret, 10-11,17,26-28 Mei, 1-30 Juni, 4-7,9,11 Juli, Erupsi aabu, 19 September, 24 Oktober, terjadi erupsi pertumbuhan kubah lava. 25 Oktober, awan panas ke S.Pasahapen sejauh 1000 m, tinggi asap 2000 m.26-31 Oktober,1,6,12,17,20,24 November, 1 Desember, terjadi erupsi


1993
April kegiatan meningkat berupa gempa tremor. Juni-September kegiatan meningkat berupa swram gempa vulkanik


1997
12 Desember terjadi erupsi freatik di dasar kawah, membentuk lubang dengan diameter 5 km.


2000
7 Juli terbentuk lubang baru di dasar kawah. Lubang dengan diameter 7 m, berbentuk seperti sumur memancarkan cahaya merah.


2001
28 Januari pukul 19.20 WITA terjadi erupsi disertai oleh lontaran material pijar yang jatuh di mkawah Tompaulan. 26 Maret, pukul 14.40 WITA terjadinya erupsi abu.Erupsi ini disertai dengan suara gemuruh. Warna asap hitam tebal dengan tinggi asap 1000 m di atas bibir kawah, kemudian tertiup angi8n ke arah timur dan utara.20 Mei pukul 20.14 WITA terjadi erupsi di kawah Tompuluan tinggi abu erupsi sekitar 900 m di atas bibir kawah.Warna abu erupsi kelabu hitam tertiup angin ke arah utara. Erupsi disertai lontaran material pijar setinggi 400 m dan jauh disekitar kawah.


2002
9 Februari, pukuol 14.10 Wita terjadi erupai abu, hembusan asap berwarna hitam tebal mencapai tinggi 1000 m tertiup angin ke arah tenggara, endapan abu tersebar di desa Kakaskasen III, Talete I, Talete II, Rurukan dan sebagian di sekitar Tondano dengan ketebalan 0,5-2mm. 10 April, pukul 23.00 WITA terjadi erupsi disertai lontaran material pijar dan jatuh kembali dalam komplek kawah, asap erupsi mencapai 1000 m di atas bibir kawah. 12 April pukuln 18.16 WITA erupsi susulan terjadi, disertai olontaran material pijar yang jatuh kembali dalam kompleks kawah dan asap mencapai kietinggian 1000 mk dari bibir kawah.13 April terjadi erupsi abu, asap erupsi berwarna kelabu dengan tinggi 50-75 m dari bibir kawah.23 Desember terjadi erupsi abu, asap erupsi berwarna akelabu dan memiliki tinggi 800 m dari bibir kawah.


2003
Februari-April terjadi 30 kali erupsi, 9 kali diantaranya disertai abu dengan ketinggian lebih dari 1000 m berwarna abu-abu kehitaman. 23 Februari kegiatan abu erupsi mencapai 2500 m, erupsi berakhir 1 April.


2007
Akhir bulan Desember teejadi peningkatan kegiatan.
33
Mahawu
1789
Letusan  dari kawah pusat


1846
Letusan freatik dari kawah parasit


1904
Letusan dari kawah puncak


1974
Maret terjadi semburan-semburan lumpur setinggi 0,5 m. Titik kegiatan berda di tengah dabnau kawah


1977
November seluruh dasar kawah digenangi air. Di tengah-tengah terdapat bualan.Asap kawah terlihat setinggi 200 m


1978
Kepulan asap putih tebal merata di atas permukaan air.


1987
Warna air hijau keruh


1990
Asap tipis setinggi 100 m
34
Tangkoko
1680
Erupsi yang menyebabkan munculnya gunungapi parasiter Tongkoko.


1683
Terjadi erupsi dari kawah pusat


1694
Tidak ada keterangan lebih lanjut


1801
G.Tangkoko menyemburkan abu dajn pasir mengepul ke angkasa, sehingga abu mencapai Airmadidi, Kemal, Moorubi, bahkan sampai Manado. Setelah itu muncul sumbat lava yang berupa bukit kecil di dasar kawah G.Tangkoko dan timbulnya kerucut gunungapi parasit Batuangus.


1821
Terjadi aliran lava dari gunung Batu Angus.


1843-1845
Terjadi erupsi pada G.Batu Angus, erupsi pada danau kawah dan aliran lava


1880
Terjadinya kenaikan kegiatan


1952
Terjadinya kenaikan kegiatan
35
Ruang
1808
Erupsi meledak dri kawah pusatnya.Sseluruh tubuh gunungapi tertimbun bahan letusan P. Tangulandang sebelah barat dan selatan rusak


1810
22-24 April terjadi erupsi kuat


1840
Terjadi erupsi disertai awan panas


1856
Erupsi asap


1870
27-28 Agustus terjadi erupsi agak kuat. P.Ruang rusak total.


1871
Erupsi diawali oleh gempa terasa agak hebat yang terjadi di pertengahan Februari 1871. Pada 2 Maret terjadi longsorandi puncak.Pada 3 Maret terjadi lagi gempa.Di udara terdengar suara gemuruh bagaikan erupsi dan tidak lama kemudian datang gelombang pasang melanda p0antai Tagulandang.Erupsi G.Ruang baru terjadi pada 9 dan 14 Maret, menyemburkan batu dan pasir.


1874
15 November terjadi erupsi hebat menyemburkan bu dan batupijar.Asap erupsi membumbung dari kawah. Longsoran meluncur di sepanjang lereng gunungapi


1904-1905
22 April terjadi erupsi abu. Kegiatan ini berlangsung hingga 27 Mei 1905. Kegiatan disusul oleh aliran lava disertai awan panas yang melanda tanah garapan


1914
29 Mei terjadi erupsi disertai awan panas


1915
Terjadi erupsi dalam beberapa bulan pertama


1918
Dalam Febrfuari ada kenaikan kegiatan


1940
Kejadian erupsi seperti dalam 1981


1946
13-15 Oktober terjadi erupsi


1949
Janauari terjadi erupsi disertai aliran lava


2002
Erupsi eksplosif disertai awan panas.
36
Karangetang
1675
Terjadi eruypsi eksplosif di kawah utama


1712
16 Januari, erupsi eksplodsif di kawah utama, letusan terdengar di ternate


1825
Erupsi eksplosif normal di kawah utama


1864
16 Juni erupsi eksplosif normal di kawayh utama


1883
25-26 Agustus erupsi eksplosif normal di kawah utama, kemungkinan pembentukan kawah utara ( kawah II)


1886
Terjadi peningkatan kegiatan, kemungkian pembentukan kawah III


1887
27 Mei, Erupsi eksplosif normal dari kawah utama


1892
14 Juni, Erupsi eksplosif normal dari Kawah Utama, setelah didahului oleh gempa bumi tanggal 12 Juni.


1899
Erupsi eksplosif normal di kawah utama


1900
Erupsi eksplosif normal di kawah utama


1905
21,22 Mei, menyemburkan abu yang jatuh di bagian barat Gunungapi Karangetang


1921
Maret, Erupsi eksplosif normal dari kawah utama. Kawah IV merupakan danau kawah. Kawah V aktif mengeluarkan lava pijar.


1922
9 atau 10 Mei, peningkatan kegiatan, nampak sinar api di atas kawah.Periode letusan Mei-Juni. Tanggal 14 Agustus, erupsi dari kawah IV yang mengeluarkan abu dan bom vulkanik yang jatuh disekeliling kawah.


1924
Mei, erupsi eksplosif normal dari kawah utama


1926
Oktober, erupsi eksplosif normal di kawah utama


1930
4,6 Februari, erupsi dari kawah selatan ( Kawah IV) terjadi gempa bumi.


1935
31 Agustus, erupsi eksplosif normal dari kawah utama


1940
1,2 dan 9 Maret, erupsi eksplosif normal dari kawah utama.20 Juni, 22 Juli, 23 Agustus peningkatan kegiatan.


1941
29 atau 30 Oktober, terjadi gempa terasa pukul 00.35, kemudian diikuti dengan erupsi yang berlangsung hingga pukul 10.00. Abu campur lapili jatuh di Ondong, Lehi, Hiung, Kiawang, Batubulan, dan Nameng


1947
9 Februari,1-15 Desember, 21 Desember, erupsi eksplosif normal dari kawah utama


1949
14 September, terjadi gempa terasa pada pukul 05.00, kemudian terjadi erupsi abu pada pukul 17.00


1950
Juli, erupsi abu 300 m. 18 Desember, erupsi abu setinggi 250 m


1952
Terjdi erupsi di kawah utama dan kawah utara ( Kawah II) dan ( Kawah III)


1961
Terjadi beberapa kali erupsi besar dan kecil yang dimulai sejak 17 Februari.Tinggi kolom asap mencapai 2000 m, lemparan bom berjarak 500 m dari kawah. Material berukuran lapili dilontarkan sejauh antara 1-2 km. Erupsi besar yanng terjadi sering didahului oleh gempa.


1962
29 Januari, erupsi abu setinggi 2000 m. 2 Februari, erupsi besar, mengeluarkan material vulkanik pijar dan kilat api, serta asap hitam tebal. 29 Mei, erupsi besar dengan kolom asap setinggi 2000 m. 14 September, leleran lava pijar disertai suara ledakan. Tinggi asap mencapai 3000 m. Tiga jam sebelumnya terjadi gempa. 13 Desember, terjadi lahar dingin akibat hujan lebat di puncak, mengakibatkan jalan rusak.


1963
Januari, erupsi dengan asap tinggi 300-400 m. Selama periode letusan sempat mengeluarkan lava pijar dan material vulkanik


1965
April-Mei, terjadi semburan lava pijar di sekitar kawah dan erupsi abu. Agustus, terjadi beberapa kali erupsi, tinggio asap maksimum 900 m. 27-30 Oktober terjadi erupsi dengan semburan material pijar dan asap tebal setinggi 1000 m


1966
januari, erupsi setinggi 2000 m. April, erupsi asap dan leleran lava di sekitar kawah


1967
7 Januari, letusan dengan asap setinggi 100-200 m. 13 Januari terjadi gempa bumi.16 Januari, semburan material pijar dan lava di sekitar kawah. Juni semburan material pijar di sekitar kawah. 29 November, erupsi besar mengeluarkan material pijar diikuti dengan awan panas guguran.


1970-1971
Peningkatan kegiatan dimulai akhrir Desember 1970. Suara gemuruh terus-menerus terdengar, disertai asap putih tebal dan sinar api setinggi 200 m di atas puncak. Februari, diketahui adanya lava baru yang memenuhi lubang kawah. Bom dan lapili berserakan di sekitar kawah.


1974
11-23 Februari, tampak sinar api dan semburan lava pijar. Terjadi leleran lava ke arah selatan dan baratdaya sejauh 1 km. Kubah lava di kawah utama diperkirakan mencapai 12 juta m3. Hingga bulan April hampir setiap hari tyerjadi gempatektonik.


1975
15,17 dan 21 Januari, terjadi erupsi besar menyemburklan abu mencapai tinggi 600 m, kemudian diikuti dengan semburan lava pijar.26 Oktober, erupsi abu, dengan kolom setinggi 700 m. 20 November, erupsi abu dengan asap mencapai 1100 m. Desember, erupsi masih terjadi, bahkan lebih besar dari November, dengan lemparan lava pijar setinggi 300 m


1976
15 dan 17 September terjadi erupsi samping membentuk 2 titik di bukit Areng Kambing lereng selatan puncak. 15 September terjadi erupsi. 176 September kembali terjadi erupsi disertai leleran lava


1978
Muncul kawah baru di atas Kampung Batu Bulan, dikenal dengan Kawah Maralebuhe.


1983
Terjadi peningkatan kegiatan


1984
Aliran lava dari kawah utama, mengalir ke Kali Beha ( Barat), Kali Keting ( Timur), Kali Batuawang ( Selatan). 5 September awan panas guguran ke Kali Keting, Batuawantg , dan Kali Beha. 20,21 Oktober semburan lava pijar teruss menerus disertai suara gemuruh. 7 November, peningkatan kegiatan yang berpusat di kawah pusat dan kawah III. 27 November , eruspi eksplosif besar.


1985
Leleran lava terus keluar dari pusat kegiatan baru Arengkambing, Kawah Utama dan Kawah III ke Kali Beha, Kali Kelting, dan Kali Batuawang. Tanggal 31 Desember terjadi awan panas guguran ke Kali Keting.


1986
Aliran lava ke Kali Keting, 19 Janurari terjadi penyimpangan leleran lava pada daerah ketinggian 1000 mdpl


1987
Suara gemuruh dan erupsi asap terjadi sepanjang tahun. 6 Februari terjadi semburan material pijar disertai awan panas.


1988
Januari-Februari terjadi semburan lava pijar. 18-20 agustus terjadi erupsi disertai suara gemuruh kuat. 25 Oktober erupsi kuat diikuti muntahanb lava pijar dan menabrak tumpukan lava lama sehingga terjadi awan panas guguran.


1989
10-12 Januari-Februari terjadi leleran lava sejauh 750 m. Maret terjadi semburan lava pijar. 9 dan 22 Mei terjadi leleran lava menuju ke Kali Beha. 8 Agustus sebagian lidah lava gugur dan terjadi awan panas gugurn.


1990
2,6,8,11, dan 19 September terjadi semburan dan luncuran material pijar ke Kali Keting dan Kali Beha. 6 dan 13 Oktober terjadi erupsi agak kuat dengan asap setinggi 1.500 m. Bulan November terjadi leleran lava.


1991
Februari, terjadi erupsi asap kemudian disusul leleran lava sejauh 750 m ka arah Kali Hiung. Juni, terjadi erupsi disertai lontaran material pijar yang berlangsung hingga agustus.


1992
Februari erupsi abu. Mei terjadi leleran lava ke Kali Beha timur yang disertai awan panas guguran,


1993
Juni, terjadi lahar di Kali Kahetang melanda sekitar ibukota Kecamatan Siau Timur, Ulu Siau.


1996
Januari terjadi erupsi abu. 13 Februari terjadi leleran lava pijar dari kawah utama ke Keting dan ke Kali Batuawang, Kali Beha dan Kali Batang berlangsung hingga Maret. Juni terjadi erupsi abu ketinggian 1.500 m. Juli erupsi abu 2.000 m. Agustus erupsi abu diikuti leleran lava.


1997
Maret, erupsi abu. 17 April terjadi erupsi abu yang disertai strombolian dan leleran lava ke arah Kali Bahembang berlangsung hingga akhir Juni.


1998
5 Maret terdengar suara gemuruh dari arah puncak disertai sinar api. 13 Maret leleran lava terlihat mengalir ke arah Kali Keting. 19 Maret lava membesar serta melebar ke arah Kali Kahetang. Esok harinya terjadi awan panas di lembah Kali Keting. 15 Juli erupsi eksplosif dari kawah pusat. Hujan abu menguyur desa Kinali, Hiung, dan Kiawang.


2000
26 Mei Sinar api membesar di kawah utama.27 Mei terlihat leleran lava ke Kali Bahembang. 30 Mei terjadi erupsi Strombolian disertai gemuruh kuat.27 Oktober terjadi erupsi eksplosif, asap erupsi mencapai tinggi 1000 m. Material erupsi jatuh di bagian timur, selatan dan barat. 2 November terjadi erupsi abu disusul erupsi strombolian dan lontran material pijar. 6 November mulai terlihat lava di puncak.


2001
Sepanjang tahun terjadia kenaikan kegiatan. Januari mulai terjadi leleran lava kelanjutan dari kegiatan November 2000.Lava mengalir dari Kawah Utama dan Kawah Selatan yang mengalir ke arah baratdaya, timur dan selatan- tenggara ke Kali Beha Timur, Kali Kahetang, Kali Batuawang. 25 Juni terjadi erupsi kuat disertai awan panas dari kawah selatan dan menghancurkan dinding selatan dari kawah selatan. 29 Juni kubah baru mulai muncul mengisi bekas erupsi 25 Juni dan dikenal dengan kubah 2001.Hingga akhir taun kubah tersebut belum berhenti tumbuh. Dalam September terjadi lahar di dlam Kali Kahetang.


2004
Terjadi erupsi eksplosif dan pertumbuhan kubah lava


2006
Terjadi erupsi eksplosif, aliran lava, awan panas, dan pertumbuhan kubah lava


2008
Terjadi erupsi eksplosif yang masih berlangsung hingga bulan Juli 2009


2009
6,7 Januari erupsi abu.1-4 Juni erupsi dengan asap setinggi 700 m, disertai guguran material vulkanik. 7 Novemeber, erupsi disertai guguran ke Kali Keting, Kali Kahetang dan Batuawang.


2010
22 maret, Erupsi freatik kuat disertai hujanj abu, dan mengakibatkan lahar dingin di Kali Batuawang dan Hulu Odong. 1 April, terdengar suara letusan disertai guguran ke arah barat. 16 Agustus, teramati kubhah lava baru di puncak Kawah Utama. 18-21 terjadi beberapa kali erupsi sedang. 27 September, terdengar suara erupsi sedang disertai guguran lava pijar. Teramati awan panas ke arah Kali Batuawang. 31 Oktober, erupsi dengan asap kelabu kehitaman
37
Banua Wuhu
1835
23-26 April eru[psi paling awal tercatat yaitu aliran lava dari kawah pusat


1889
6-9 September, erupsi kubah lava dari kawah pusat


1895
Juli- akhir tahun eksplosif normal dari kawah pusat


1904
17-18 April, 27 Agustus. Eksplosi dari kawah pusat melemparkan batu-batu sampai ke pantai P.Ngihadi


1918
18 Juli terjadi erupsi menghasilkan batuapung yang tersebar di permukaan laut meluas. 20 Agustus terdengar suara hebat diikuti bau belerang. Desember kegiatan kawah pusat yang merusakan puncaknya


1919
2 Februari keluar lava. 2 April keluar lava dan erupsi eksplosif. 3 April terjadi erupsi dengan gumpalan uap membual setinggi 4-5000 m, disertai erupsi hebat
38
Awu
1640-1641
Desember 1640, terjadi erupsi, kemudian berlanjut pada 3-4 Januari 1641.


1641
Erupsia freatik


1677
Erupsia freatik


1711
10-16 Desember, erupsi dengan awan panas dan lahar erupsi dari kawah pusat, disusul lahar hujan.


1812
6-8 Agustus, terjadi erupsi besar (freomagmatik)


1856
2-7 Maret, erupsi freatik yang mengakibatkan banyak korban jiwa. Erupsi disertai awan panas, lahar erupsi dan lahar hujan.


1875
Dalam Agustus terjadi erupsi freatik dari kawah puncak


1885
18 Agustus terjadi erupsi freatik


1892
7 Juni terjadi erupsi freatomagmatik. Erupsi disertai awan panas, lahar erupsi dan lahhar hujan.


1893
Erupsi freatik di kawah pusat


1913
14 Maret, erupsi freatik di kawah pusat


1921
Februari,erupsi freatik dan pembentukan kubah lava


1922
20 Juni-September erupsi freatik


1931
7 April tampak kubah lava di bawah permukaan danau kawah.Pembentukanya berlangsung terus hingga dalam bulan Desember mencapai tinggi 80 m


1952
Kenaikan kegiatan


1966
12 Agustus tiba-tiba kelihatan asap tebal membumbung tinggi naik dari kawah G.Awu, kemudian berekspansi jatuh ke udara menyerupai awan ledakan sebuah bom atom.Kepulan asap tebal ini segera disusul suara gemuruh dan terdengar suara ledakan yang lebih kuat disusul aspa tebal yang menutupi seluruh puncak.


1989
Mei-Agustus, terjadi perubahan warna air danau kawah dari hijau muda menjadi hitam


1992
Mei perubahan volume air danau kawah. 12 Oktober terjadi eruspsi freatik.


2004
8-10 Juni terjadi erupsi magmatik, kolom asap setinggi 1000-3000 m di atas puncak.
39
Submarine
1922
Mengalami erupsi setelah terjadi rentetan gempa
40
Dukono
1550
Terjadi letusan hebat dan gempa bumi yang merusak kota Tolo, Ibukota Mora. Aliran lava menghubungkan G.Mamuya dengan P.Halmahera tyang tadinya dipisahkan oleh laut.


1861-1869
Terjadi letusan di kawah pusat


1901
terjadi kegiatan sekitar tanah lapang, terlihat asap hitam dan suara gemuruh serta terasa gempa bumi, adanya 13 bukit mengeluarkan asap dan api.Setelah kegiatan terlihat 2 bukit berwarna putih di puncak.


1933
13 Agustus terjadi letusan hebat dan aliran lava mengarah ke utara. Pusat kegiatan pada kawahMalupang-Warirang di lereng G.Karirang dan merupakan kawah paling aktif. Letusan dengan suara gemuruh di malam hari terlihat bara apidi sekitar puncah, hujan abu mencapai Tobelo


1941-1942
Peningkatan kegiatan, kadang terlihat api di puncak, getaran gempa lemah di tobelo


1945
Peningkatan jkegiatan kadng diikuti dengan abu, pusat kegiatan di kawah Malupang-Warirang.


1946
19 dan 20 Juli terdengar suara gemuruh suara letusan dan hujan abu di Moratai dan terlihat lontaran material pijar dengan ketinggian 300 m


1952
Peningkatan kegiatan, dengan letusan asap hujan abu disekitar puncak dan suara letusan terdengar hingga Tobelo


1969
Peningkatan kegiatan, kadang-kadang diikuti dengan asap, suara letusan terdengar hingga Mamuya dan Galela


1971
Peningkatan kegiatan, kadang-kadang diikuti dengan asap, suara gemuruh dan asap mengepul hitam.


1991
8 Juni terjadi letusan dengan tinggi asap mencapai 1500 m, hujan abu hingga Tobelo, malam hari terlihat sinar api dan adanya alirna lahar di sungai sekitar gunungapi.


1992
Mei terjadi letusan asap[ mencapai tinggi 400 m


1993
Juni terjadi letusn asap setinggi 300-600 m


1994
Bulan November dan Desember indikasi peningkatan kegiatan


1995
Januari dan Semptember terjadi letusan abu


2003
2 Maret terjadi gempa. Pukul 16.30 terjadi letusan abu disertai suara gemuruh. Tinggi asap mencapai 200 m di atas puncak.3 Maret pukul 17.00 terdengar suara gemuruh terus-menerus. Sinar api pada malam hari. 5 Maret pukul 15.55 terjadi letusan abu, Asap kelabu tebal dengan ketinggian 500 m. Material abu mencapai Tobelo yang berjarak 15 km dari utra puncak. 6-11 Maret, letusan abu masih sering terjadi. Bulan Juni, kegiatan G.Dukono meningkat kembali dan disertai letusan-letusan abu, letusan abu ini berlangsung hingga akhir 2013.


2008
30 April-2 Mei gempa terekam. 3-28 Mei terekam gempa tremor vulkanik. 29 Mei terekam gempa sebanyak 137 kejadian.

0 komentar:

Posting Komentar