Selasa, 13 Mei 2014

SEJARAH ERUPSI PART 2

11
Kelimutu
1938
Bulan Mei- Juni terjadi kegiatan di Tiwu Nua Muri Kooh Fai. Neumann Van Padang (1951) mencantumkan sebagai letusan freatik


1967
Bulan September warna air danau Tiwu Nua Muri Kooh Fei berubah menjadi hijau menjadi putih yang sebabkan lebih banjyak belerang yang diendapkan oleh tembusan fumarola atau oleh kenaikan kegiatan.


1968
Kusumadinata (1968), melaporkan terjadinya letusan dalam air Tiwu Nua Muri Kooh Fei tanggal 3 Juni. Gejala ini didahului oleh suara mendesis, disusul dengan semprotan air coklat kehitaman. Di sebelah barat danau, semburan ini terjadi di lebig dari 1 tempat dan semuanya terjadi di bagian sebelah barat.Semprotan air ini mencapai ketinggian maksimum 10 m.
12
Rokatenda
Pra 1928
Terjadi letusan hebat kira-kira 200 thun dihitung berdasarkan keterangan penduduk, sekitar 8 generasi sebelum 1928.Tampak bekas letrusanya berua lima buah kawah besar dan sebuah lava dome.


1928
Terjadi letusan pada 4 Agustus-25 September, mengakibatkan perubahan lava dome, memperlihatkan bekas letusan berupa empat buah kawah. Letusan mengakibatkan kerusakan tanah.


1929-1963
Selama lebih kurang 34 tahun tidak ada kegitan yang meningkat ataupun terjadi letusan, kegiatanya hanya berupa fumarola. Pada tahun 1963 menjelang 1 Januari 1964 terjadi getaran gempa setempat, terdengar suara gemuruh di bawah gunung Rokatenda yang disusul kepulan asap tebal membumbung tinggidi atas G,Rokatenda, kemudian muncul kub ah lava dari tuitik letusan 1928 disertai guguran lava pijar dan lava dingin.


1966
Terjadi peningkatan kegiatan


1972
Terjadi letusan dari sebuah kawah samping bekas letusan 1928, yaitu sebelah timur laut kawah utama


1973
Terjadi letusan abu pada tanggal 27 dan 28 Oktober. Hujan abu tersebar di seluruh pulau dengan jarak 5000 m dari titik letusan. Ketebalan sekitar 3 mm.


1981
Terjadi peningkatan kegiatan, 18 Januari muncul kubah lava baru di antara gunung Ili Manunai dan Rokatenda.


1984
Peningkatan kegiatan yang dirsakan penduduk pada tanggal 9 dan 21 Mei, juga pada tanggal 3 dan 7 Juni.


1985
Tanggal 23 Maret 1985, jam 17.40 waktu setempat terjadi letusan selama 45 menit, yang didahului suara gemuruh kecil dilanjutkan dengan letusan, hembusan abusetinggi lebih kurang 1000-2000 m, dengan lontaran material berkisar 200-300 m diatas puncak. Lokasi letusan berasal dari lereng tubuh kubah lava 1981, sebelah barat laut.  Abu letusan tersebar ke arah barat dan menutupi kampung-kampung Nitung, Waikoro, dan Koa. Ketebalan abu rata-rata 3 mm. Kegiatan menunjukan adanya perkembangan kubah lava.


2008
Oktober, terjadi peningkatan kegempaan


2009
April, terjadi peningkatan kegempaan
13
Egon
1888-1891
Menurut Sapper (1927) terlihat adanya asap di puncak.


1892
Terjadi peningkatan kegiatan


1907
Newman Van Padang (1951) mencatat 2 kali peningkatan kegiatan vulkanikyaitu pada tanggal 28 September 1907 terjadi erupsi di kawah pusat


1925
pada tahun 1925 terjadi semburan solfatara di kawah puncaki bagian barat.


28 Janurai 2004
Diwalali dengan erupsiu abu terjadi pada pukul 22.00 WITA.kolom abu erupsi berwarna hitam mencapai ketinggian hingga 5000 . Diatas puncak. Abu erupsi jatuh ke arah selatan dan tenggara G.Egon sejauh 7 km. Ketebalan abu di puncak mencapai 20-80 cm dan pada radius 7 km dari puncak ketebalan kurang dari 1mm.


29-Jan-04
Erupsi susulan disertai suara gemuruh berlangsung selama 2 kali


31-Jan-04
Kembali terdengar suara gemuruh pada malam hari


3-Jul-04
Erupsi disertai suara gemuruh kuat terjadi pada pukul 19.30 WITA didahului oleh kemunculan gempa vulkanik pada bulan Juli 2004 rata-rata 1 kali VA setiap hari.Gempa-gempa ini direkam oleh seismograf HOSAKA.Seeismometer dipasang sekitar 7 km dari puncak yaitu di pos PGA.


25-Jul-04
Erupsi bersifat eksplosif terjadi pada pukul 22.00 WITA kolom abu erupsi berwarna hitam mencapai ketinggian hingga 1000-1500 m diatas puncak. Abu erupsi jatuh ke arah barat laut dan utara G.Egon sejauh 8 km. Erupsi disertai suara gemuruh yang terdengar sampai desa Nangatobong yang berjarak 7 km dari puncak.Gempa erupsi yang terekam mempunyai amplitudo maksimum 35 mm, l;ama gempa sekitar 30 menit.


2-Sep-04
Erupsi abu terjadi pada pukul 17.59 WITA. Kolom abu eruspai mencapai ketinggian hingga 1000 m di atas puncak.Kepulan kolom asap condong ke arah barat dan barat daya G.Egon


4-Sep-04
Erupsi abu terjadi pada pukul 12.01 WITA. Kolom abu eruspai mencapai ketinggian hingga 2500 m di atas puncak.Kepulan kolom asap condong ke arah barat dan barat daya G.Egon


6-Sep-04
Erupsi abu terjadi pada pukul 20.59 WITA. Kolom abu eruspai mencapai ketinggian hingga 1000 m di atas puncak.Kepulan kolom asap condong ke arah barat, selatan, dan  timur G.Egon. Endapan erupsi di pos PGA mencapai ketebalan 5 mm.


9-Sep-04
Erupsi berlangsung dari pukul 18.00-18.20 WITA. Kolom abu erupsi berwarna kelabu sangat tebal bergumpal-gumpal mencapai ketinggian 5000 m diatas puncak.Kepulan kolom asap condong ke utara, barat, barat laut, dan selatan G.Egon. Erupsi disertai gemuruh yang menggetarkan kaca jendela rumah-rumah pendudukyang berada di radius 30 km dari pusat erupsi.Material erupsi berukuran lapili dan bom tampak jatuh di sekitar puncak yang mengaklibnatkan kebakaran hutan di lereng bagian barat.Hujan abu mencapai jarak sekitar 70 km ke arah barat termasuk kota Maumere dan sekitarnya.


10-Sep-04
Erupsi terjadi 2 kali pada pukul 15.54 WITA dan pukul 16.17 WITA. Kolom abu erupsi berwarna putih kelabu tebal mencapai ketinggian masing masing hingga sekitar 3000 m di atas puncak.. Kepulan kolom ke arah utara dan barat daya G.Egon


11-Sep-04
Erupsi terjadi  pukul 12.25 WITA. Kolom abu erupsi berwarna putih kelabu tebal mencapai ketinggian masing masing hingga sekitar 2000 m di atas puncak.Kepulan kolom ke arah barat dan barat laut G.Egon. Erupsi ini disertai suara gemuruh dan dentuman yang terdengar berjarak 5 km.


12-Sep-04
Erupsi terjadi  pukul 08.05-08.20 WITA. Kolom abu erupsi berwarna putih kelabu tebal mencapai ketinggian masing masing hingga sekitar 2000 m di atas puncak.Kepulan kolom ke arah barat dan utara G.Egon. Erupsi ini disertai suara gemuruh dan dentuman yang terdengar berjarak 4 km.Abu erupsi sampai ke kota Maumere.


6-Feb-05
Erupsi terjadi  pukul 01:03:07 WITA. Kolom abu erupsi berwarna hitam kelabu tebal mencapai ketinggian masing masing hingga sekitar 1000 m di atas puncak. Erupsi ini disertai suara gemuruh yang keras terdengar di pos PGA. Material erupsi berupa abu lapili, dan bom-bom vulkanil.Abu dan lapili jatuh menyebar di lereng selatan di desa Hale dan desa Hebing. Bom vulkanikterlihat pada malam hari sebagai lontaran menyerupai pijar yang jatuh disekitar puncak.


7-Feb-05
Erupsi terjadi  pukul 13:20:20 WITA. Kolom abu erupsi tidak teramati karena tertutup kabut. Erupsi ini disertai suara gemuruh sedang. Gas belerang tercium sangat tajam dilereng selatan G.Egon ( Desa Hale dan Desa Hebing ). Material erupsi berupa abu jatuh menyebar di lereng selatan.


11-Feb-05
Erupsi terjadi  pukul 22:14:58 WITA. Kolom abu erupsi berwarna hitam kelabu tebal mencapai ketinggian masing masing hingga sekitar 1000 m di atas puncak. Erupsi ini disertai suara gemuruh agak keras. Material erupsi berupa abu lapili, dan bom-bom vulkanil.Abu dan lapili jatuh menyebar di lereng selatan di desa Hale, desa Hebing, desa Natakoli. Bom vulkanik terlihat pada malam hari sebagai lontaran menyerupai pijar yang jatuh disekitar puncak.


13-Feb-05
Erupsi terjadi  pukul 07:19:48 WITA. Kolom abu erupsi berwarna putih kelabu tebal mencapai ketinggian masing masing hingga sekitar 1000 m di atas puncak. Erupsi ini disertai suara gemuruh agak keras. Material erupsi berupa abu lapili, dan bom-bom vulkanil.Abu dan lapili jatuh menyebar di lereng utara di desa Egon, dan desa Nangatobong.


17-Feb-05
Erupsi terjadi  pukul 18:32:50 WITA. Kolom abu erupsi tidak teramati karena tertutup kabut. Erupsi ini disertai suara gemuruh sedang.


15-Apr-08
Erupsi terjadi  pukul 22:15 WITA. Kolom abu erupsi berwarna putih kelabu tebal mencapai ketinggian masing masing hingga sekitar 4000 m di atas puncak. Erupsi ini disertai suara gemuruh agak keras. Material erupsi jatuh menyebar di lereng barat, brat laut, dan barat daya di desaBlibit, desa Egon, desa Egon Gahar, dan desa Nangatobong.


20-Apr-08
Erupsi terjadi  pukul 07:50 WITA. Kolom abu erupsi berwarna putih keabuan tebal mencapai ketinggian hingga sekitar 2000 m di atas puncak. Erupsi ini disertai suara gemuruh agak keras. Material erupsi berupa abu.Abu jatuh menyebar di lereng utara dan timur didesa Blidit, desa Egon, dan desa Nangatobong.


24-Apr-08
Erupsi terjadi  pukul 06:21 WITA. Kolom abu erupsi berwarna putih keabuan tebal mencapai ketinggian hingga sekitar 800 m di atas puncak. Erupsi ini disertai suara gemuruh agak keras. Material erupsi berupa abu.Abu jatuh menyebar di lereng barat. didesa Blidit.
14
Lewotobi
1861
4 dan 18 Mei terjadi erupsi abu


1865
Terjadi erupsi abu


1868
13 Juli dan 15 Desember, erupsi abu dengan lontaran batu


1869
Erupsi abu dengan lontaran batu


1889
Erupsi abu]


1907
28 September-18 Oktober, erupsi abu dengan aliran lava.


1909 dan 1910
Kegiatan dimuali 9 April dan berakhir pada 21 Mei 1910, terjadi aliran lava. Hingga 23 Januari 1910 masih terjadi hujan abu.


1914
Pada 29 Juni terjadi erupsi dan kemudian terjadi aliran lava


1932 dan 1933
Erupsi berlangsung dari 23 Mei 1932 sampai Desember 1933. Kegiatan dimulai dengan erupsi abu disertai suara dentuman sampai 31 Mei. Kemudian terjdai pembentuikan kubah lava dengan awanpanas guguran, terutama kearah barat laut dan utara


1939 dan 1940
 Erupsi abu tanpa aliran lava, berlangsung dari 17 Desember 1939 sampai 21 April 1940


1969 dan 1970
Erupsi abu


1971
Dalam Januari terjadi erupsi dan disertai denbgan hujan abu


1990
2 April 1990 terjadi erupsi abu


1991
Rentetan erupsi dimulai pada 11 Mei 1991 dengan terjadinya 4 kali erupsi setinggiu 500 , dari bibir kawah diiringi suara gemuruh. Setelah itu erupsi meneruas hingga tahun 1992 dengan ketinggian kolom asap bervariasi dari 300 hingga 750 m, material abu tersebar hingga 7 km jauhnya dari kawah dengan daerah yang terkena adalah Desa Boru, Hokeng, Wolorana, Sukutukang, mDuri, dan Bawalatang dengan ketebalan abu berkisar 0,5-2 mm. Pada malam hari kadang muncul sinar apidi puncak. Pada 8 Juni Hingga sepanjang bulan Juli erupsi disertai lontaran material pijar, terlontar ke udara setinggi 50 m dan sejauh 100 m dari puncak. Aktivitas erupsi mulai menurun sejak Agustus dan asap erupsi mulai normal kembali hingga akhir tahun 1991.


1992
28 Ujuli 1992 pukul 14:49 WITA terjadi erupsi abu berwarna kelabu tebal. Tinggi asap mencapai 1000 m dari bibir kawah ke arah barat dan barat dya disertai suara dentuman keras. Sebaran abu jatuh di Desa Hongkeng, Wolorona, Boru, Bawalatang, dan Duang dengan ketebalan abu antara 0,5-2 mm. Di lereng timur laut terjadi kebakaran yang kemungkinan disebabkan oleh leparan material pijar. Pada tanggal 30 Juli 1992 teramati sinar api di permukaan kawah dari arah timurlaut yang kemunculanya berselang 30 detik hingga 1 menit.


1999
Pada tanggal 21 Maret 1999 pukul 17.47 WITA terjadi erupsi disertai suara gemuruh. Asap erupsi berwarna kelabu mencapai tinggi 250 m dar atas puncak, condong ke arah timur laut. Status kegiatan G.Lewotobi dinaikan menjadi level 2 ( Waspada). Kegiatan erupsi berlanjut sampai bulan april.Selama April 1999 terjadi 32 kali erupsi dengan kolom asap mencapai ketinggian 150-500 m. Pada 29 April pukul 18:31, erupsi asap disertai lontaran material pijar yang jatuh pada jarak sekitar 50 m dari kawah ke arah barat daya. Selama Mei 1999 terjadi 20 kali erupsi asap dengan ketinggian kolom asap sekitar 250-500 m. Abu jatuh di desa Boru, Kumaebang, Riang Wulu, Bawalatang, Wolorona, dan Sukutuang. Letusan tanggal 7 Mei diawali oleh munculnya sinar api ke permukaan setinggi 25 m dan disertai lontaran material pijar ke lereng barat berjarak 100 m dari kawah. Erupsi besar terjadi pada 1 Juli 1999 pukul 11:10 WITA. Asap erupsi berwarna kelabu mencapai ketinggian 1000m dari puncak dengan gas kuat dan suara dentuman yang keras sebanyak 3 kali. Material erupsi berupa abu tersebar ike barat daya, baratlaut, barat, dan selatan sejauh 8 km dari titik erupsi ( Desa Boru, Kumaebang, Bawalatang, Duang, dan Watobuiku )dengan ketebalan abu mencapai 0,5-1 mm. Lontaran material pijar ke lereng utara sejauh 2,5 km dari titik erupsi dan ke lereng selatan sejauh 500 m. Status G. Lewatobi dinaikajn ke level 3 ( SIAGA). Tanggal 12 Juli 1999 status kegiatan kembali diturunkan ke level 2 ( Waspada) karena telah terjadi penurunan aktivitas.


2002-2003 
Sejak Oktober 2002 tingkat kegiatan vulkanik G.Lewotobi dinaikan ke level 2 ( Waspada). Pada 12 Oktober 2002 pukul 23.00 WITA, terjadi erupsi dan terdengar dentuman lemah. Erupsi menghasilkan kolom asap tinggi 500 m di atas puncak dan endapan abu mencapai 5 km dari puncak gunung Lewotobi laki-laki. Pada 30 MKei 2003, erupsi terjadi dengan ketinggian kolom asap mencapai 200 m dari puncak. Abu jatuh di sekitar Pos PGA G. Lewotobi yang berjarak 5 km dari kawah. Erupsi besar terjadi pada malam hariMinggu tanggal 31 Agustus 2003 pukul 19:30 WITA. Erupsi 31 Agustus 2003 yang terjadi pada malam hari menyemburkan material pijar dalam radius 1 km dari pusat erupsi, diikuti oleh suara dentuman yang sangat keras sehingga mengagetkan penduduk yang bermukim di lereng bawah G.Lewatobi laki-laki. Secara resmi tingkat kegiatan G.Lewatobi dinaikan statusnya menjadi level 3 ( Siaga). Kolom asap diperkirakan mencapai ketinggian 2500 m dari puncak, erupsi disertai juga jatuhan abu.Sebaran abu menimpa 5 perkampungan di lereng baratlaut ( Desa Boru, Boru Kedang, Nawa Kote, Wuri, Nobo, Konga, dan Hokeng Jaya) yang berjarak 6 km dari pusat erupsi.Dampak erupsi ini cukup significan seperti jatuhan abu menyebabkan gangguan kesejhatan, merusak tanamn pertanian penduduk, dan kebakaran huitan. Satu-satunya stasiun gempa milik PVMBG barat terbakar total. Setelah 2 minggu sejak erupsi besar, terjadi penurunan aktivitas vulkanik sehingga status kegiatanya diturunkan menjadi Waspada ( Level 2). Tanggal 4 November 2003 status kegiatanya diturunkan kembali menjadi normal ( level 1 ).
15
Lewatobi Perempuan
1921
Erupsi abu tipis terjadi pada tanggal 1,3, dan 4 Januari. Abu jatuh di Larantuka dan P.Lomblen. Erupsi abu juga terjadi pada 20 Desember dengan disertai lontaran batu. Diduga kegiataan tahun tersebut berhubungan dengan pembentukan kubah lava yang terdapat dalam kawah B.


1935
Dilaporkan asap tebal keluar secara berkala setiap 5 menit dri kawah B yang disertai gemuruh.
16
Lereboleng
1873
Erupsi terjdai di kawah XXIV


1876
Erupsi terjdai di kawah XXVI


1881
Erupsi terjdai di kawah XXVII
17
Iliboleng
1885
Dalam bulan September - Oktober terjadi erupsi eksplosif dari kawah pusat


1888
 Terjadi erupsi eksplosif dari kawah pusat dan aliran lava


1904
Terjadi erupsi eksplosif dari kawah pusat


1909
Tanggal 9 November terjadi erupsi eksplosif dari kawah pusat


1927
Terjadi erupsi eksplosif dari kawah pusat


1944
Dalam bulan Agustus-Oktober terjadi kenaikan kegiatan


1947
Bulan Januari terjadi erupsi gas


1948
Tanggal 29 April terjadi erupsi eksplosif dari kawah pusat


1949
Tanggal 4 Februari dan 12 Junji terjadi erupsi eksplosif dari kawah pusat


1950
Kenaikan aktivitas sejak Maret dilanjutkan dalam bulan Juni dan bulan berikutnya


1954
Erupsi eksplosif ( abu dan batuan ) tanggal 26 Februari. Tanggal 3 April asap tebal dan hujan abu.Tanggal 4 dan 19 April terjadi erupsi asap dan batu disekitar puncak, asap putih tebal tekanan gas kuat.


1973
Kegiatan erupsi meningkat mulai November


1974
Sejak Januari-Februari telah terjadi letusan dan daerah sekitar hangus. Minggu kedua dan ketiga bulan April terjadi peningkatan kegiatan yaitu suara gemuruh dari dalam kawah dan erupsi antara 200-1000 m di atas puncak.


1975
Tanggal 21 dan 31 Maret terjadi erupsi asap setinggi 1000m, terjadi hujan abu dan ada daerah yang rusak.


1982-1984
Periode erupsi dimulai tanggal 11 Oktober 1982 hingga 13 April 1984. Tinggi abu erupsi antara 200-1000 m diatas puncak.


1986
Pada tanggal 28 Mei terjadi erupsi abu. Ketebalan abu mencapai 0,5-3 mm. Disekitar punck terjadi kebakaran. Pada tanggal 18 dan 26 Juli terjadi erupsi abu dengan tinggi erupsi mencapai 800 m. Tanggal 10 dan 24 November terjadi erupsi abu dengan tinggi 1000m.


1987
Pada tanggal 2 Oktober terjadi erupsi abu, dengan tebal 0,5-2 mm di desa Nisakarang, Horinara, Tabobali, Lamalouk. Lontaran benda pijar sampai lereng gunung bagian barat dan utara.
18
Batutara
1849
6 Oktober, terjadi gumpalan asap di kawah dan semburan lava pijar ( tipe stromboli ). Lava mengisi lembah-lembah sampai ke daerah pantai.


1850
23 Mei, letusan material pijar. 2 Agustusn semburan lava dari kawah utama dan menutup kawasan pantai sebelah timur.


1852
Akhir Juli letusan masih terjadi


1852-1888
Letusan magmatik secara kontinyu, dinding kawah sebelah timur hancur


1858-1858
Sebagian semburan material pijar sampai ke laut. Terbentuk jurang panjang di sebelah timur kawah.


1888-1932
Letusan tidak seintensif dengan letusan sebelumnya


2007
18 Maret 2007 pukul 00.00 WITA-06.00 WITA hembusan asap dari puncak G.Batutara. Pukul 06.00 WITA - 07.00 WITA tidak ada letusan.Pada 19 Maret pukul 11.00 WITA teramati letusajn asap dengan ketinggian mencapai 500-1500 m di atas puncak dengan arah asap menuju ketimur. Letusan terus berkembang disertai semburan lava pijar dan menghasilakn guguran material pijar ke arah timur hingga masuk laut. Pada tanggal 22 Maret 2007 pukul 09.40-1z0.30 WSITA menunjukan kegiatan hembusan asap disertai abu vulkanik dengan ketinggian 500-2000 m  dari atas puncak.
19
Ililewotolo
1660
Terjadi letusan pada kawah pusat ( Neumann van Padang, 1951, p.208).


1819
Terjadi letuisn normal pada kawah pusat ( Neumann van Padang, 1951, p.201)


1849
Tanggal 6 Oktober terjadi letusan di kawh pusat.


1852
Tanggal 5 dan 6 Oktober terjadi letusan di kawah pusat yang merusak daerahy sekitarnya ( Neumann van Padang) menurut penduduk setempat telah muncul kawah K2 dan komplek solfatara pada lereng timur.


1864
Letusan kawh pusat


1889
Terjadi letusan normal pada kawah pusat menurut Neumann van Padang, sedangkan Verbeek mendeskripsikan mengepulnya tiang asap di G.Ili Lewotolo.


1920
Reksowigoro ( 1972, p.8) dan Neumann van Padang (1951) Menulis bahwa mungkin menurut penduduk setempat telah terjadi letusan kecil pada waktu iyu timbul corong eksplisi.


1939
Tanggal 6 Januarai, 3 Februari, dan Juni terjadi kenaikan aktivitas vulkanik


1951
Tanggal 15 Desember terjadi kenaikan aktivitas vulkanik
20
Ili Werung
1870
Rterjadi kegiatan eksplosif di kawah Ili Adowajo, beberapa penduduk tewas, terbentuk kobah ( doma ) Ili Werung.


1910
Terjadi pembentukan asap kuat


1928
Terlihat kepulan asap dan diikuti abu jatuh dan terbentuk kubah lava barui di atas G.Ili Werung.


1948
Terjadi letusan dan terbentuknya kerucut-kerucut Illi Gripe dan Illi Petrus. Pada tanggal 30 Maret-& April terjadi gempa Vulkanik dan diikuti letusan.Kemudian pada tanggal 9-29 April merupakan fase kegiatan hebat dimana asap mengepul mencapai 3000 m, lap[ili, batuapung, dan abu dilontarkan serta diikuti awan panas. Kemudian pada tanggal 24 dan 26 November terjadi letusan eksplosif.


1949
Kegiatan solfatara kuat


1950
Pada tanggal 7 September di Lamaheku terasa gempa bumi slema 1,5 menit yang didahului oleh suara gemuruh. Pada tanggal 10 September pukul 23.00 gempa bumi terasa keras selma 3 menit, warna asap di puncak gunung terlihat biru, merah dajn putih diikuti dengan guguran lava. Pada 25 September puklul 07.00 gempa bumi bergenmuruh, awan panas bergulung-gulung ke bawah, lapili mulai dilemparkan di sekeliling puncak dengtan petir diikuti dengan hujan abu tebal 1 mm di Lamaheku. KIemudian pada tanggal 26 September pukul 15.00 tinggi asap mencapai 900 m dengan warna hitam diikuti dengan aliran lava panas, dan lemparan lapili serta hujan abu di Lamaheku. Gempa bumi disertai gemuruh, lava mengalir sampai kaki Ili Panatuk, bukit Kawanora terbakar dan hujan pasir selama 3 jam.27 September jam 08.00 asap mencapai 1900 m, terjadi awan panas diiringi pasir selama 2 jam di Lamaheku.Pada 28 September jam 10.30 asap mencapai 900 m.Lava mencapai kaki gunung, lapili dilemparkan serta terdengar bunyi gemuruh sebelum dan sesudah letusan diikuti hujan abu selama 4 jam dengan tebal 3 mm.Pada tanggal 29 September pukul 10.30 terjadi letusan yang mirip dengan tanggal 28 yang kemudian tanggal 30 September pukul 08.00 kawayh di atas puncak terbuka diikuti hujan lapili di lerek-Lameku dan hujan abu.Tanggal 1 Oktober pukul 05.00 kawah kedua terbuka dengan besar sama dengan kp Lamaheku, lapili mencapai puncak Paugora diikuti lava yang mengalir letusan ini sehebat letusan tanggal 28 September.Pada tanggal 2 Oktober pukul 21.30 terdengar suara gemuruh disertai hujan abu dan pasir.


1951
Pada tanggal 12 November pukul 10.30 asap mengepul tinggi.Kemudian pada tanggal 13 November tinggi asap mencapai 1200 m, pukul 10.30 lapili yang masih menyala jatuh di lereng gunung kemudian pukul 11.00 abu dan pasir dilemparkan sampai kp. Lamahera.14 November pukul 13.00 tinggi asap 1200 m dari puncak lapili ada yang jatuh dilerek bunyi gemuruh terdengar selama 1 jam dan tampak lidah api.Tanggal 15 November pukul 13.00 tinggi asap 1400 m, gemuruh beserta pelemparan lapili selama 1 jam. Pukul 14.00 awan panas sampai bukit Kawanora, lapili sampai Lamauna dan tyerdengar bunyi gemuruh dan pasir selama 1 jam.Pada tanggal 16 Novgember pukul 10.00 tinggi asap 600 m, awan panas meluncur ke arah Kawanora, batuapung hingga 8 km dan abu serta pasir hingga menutupi seluruh pulau.

0 komentar:

Posting Komentar