Selasa, 13 Mei 2014

SEJARAH ERUPSI PART 1

NO
NAMA GUNUNGAPI
TAHUN ERUPSI
KETERANGAN
1
Batur
1804
Terjadi erupsi dari kawah utama


1821
Terjadi erupsi dari kawah utama


1849
Letusan dengan aliran lava mengarah keselatan sampai danau


1888
Letusan celah pada lereng tenggara, lava mengalir ke tenggara sampai danau


1897
Erupsi dari kawah utama


1904
Erupsi parasit di sebelah barat, sekitar G.Anti dan G.Padang lava mengalir tersebar disekitarnya


1905
Erupsi dri Kawah batur I,Batur II dan Batur III, lava ke arah selatan dan barat daya


1921
Erupsi dmulai 29 Januari hingga 17 April, aliran lava ke arah barat daya dan selatan


1922
Erupsi 30 Agustus dari kawah utama


1923
Adanya peningkatan kegiatan


1924
Letusan abu terjadi pada bulan Maret


1925
Awal Januari terjadi letusan abu dan diikuti lelehan lava pijar


1926
Erupsi dimulai 2 Agustus dan berakhir 21 September


1963
Erupsi dimulai 5 September dan berakhir 10 Mei1964, disertai lelehan lava pijar


1965
18 Agustus terjadi letusan abu


1966
28 April terjadi letusan abu


1968
Erupsi dimulai 23 Januari-15 Februari, leleran lava mengarah ke selatan


1970
Akhir Januari terjadi letusan abu tipis sampai kintamani


1971
11 Maret -Mei terjadi letusan abu


1974
12 Maeret terjadi erupsi berupa leleran lava pada 17 Maret mengarah barat sekitar Yehmampeh


1994
7 Agustus letusan awl berupa abu kemudian disertai lontaran material pijar menghasilkan kawah 1994.Produk letusan lapili dan bom vulkanikdan hanya mengendap sekitar kawah sekitar 300 m dari pusat letusan,abu letusan mengendap ke arah barat sampai Kintamani.Tinggi letusan berkisar 25-300 m dari bibir kawah.


1995
26 Mei 2995, Erupsi berpusat di kawayh 1994 yang berupa letusan-letusan eksplosif disertai dengan material pijar, sifat erupsi sama dengan kegiatan erupsi 1994


1997
8 November 1997, pusat erupsi di kawah Batur III yang berupa pelepasan gas kering.


1998
2 Juni 1998, erupsi menghasilkan kawah 1998 yang lokasinya terletah di antara Kawah Batur III dan kawah 1994.Letusan selama Juni 1998 dicirikan dengan adanya letsan gas kering yang pada malam hari teramati sebagai semburan api.


1999
Erupsi ini dimulai pada 1 Februari yang menghasilkan kawah baru (kawah 1999). Kegiatan vulkanik pada kawah ini berupa hembusan asap. Pada tanggal 15 Maret 1999pematang pemisah anara kawah 1998 dan 1999 amblas sehingga kawah tersebut menjadi satu


2000
7 Juli 2000 kembali terjadi letusan sebanyak 3 kali dimana pusat letusan terdapat di kawah 1999. Tinggi asapletusan mencapai 300 m di atas bibir kawah yang condong ke arah barat laut. Letusan ini disertai lontaran piroklastik seperti pasir, lapili, dan bongkah mengendap di radius 100 m dari pusat letusan.Pada saat letusan 7 Juli 2000, kondisi G.Batur masih dalam status waspada.
2
Agung
1808
Dalam tahun ini dilontarkan abu dan batuapung dalam jumlah yang luar biasa


1821
Terjadi erupsi normal


1843
Erupsi didahului dengan gempa bumi. Material yang dimuntahkan berupa abu, pasir, dan batuapung. Dalam Tahun 1908, 1915, dan 1917 di berbagai tempat di dasar kawah dan pematangnya tampak hembusan fumarola


1963
18 Februari 1963-27 Januari 1964 erupsi bersifat magmatis.
3
Rinjani
1846
Tahun 1946 kegiatan G.Rinjani dalam stadia fomarola, selanjutnya letusan yang terjadi di dalam kaldera G.Rinjani ( G.Barujari dan G.Rombongan )


1884
Asap dan nyala api tampak pada beberapa hari pertama dibulan agustus


1901
1 Juni pukul 23.00 terdengar ledakan, mlam berikutnya di Mataram terjadi hujan abu


1906
April puul 21.15 terdengar suara ledakan


1909
30 November pukul 21.15 hujan abu terjadi di lombok hingga 2 Desember. Setelah itu kegiatan meningkat berupa asap mengepul.


1915
4 November tampak tiang asap


1944
31 Mei terlihat asap di atas puncak Rinjani, kegiatan ini dimulai pada 25 Desember 1943 pukul 16.00 terdengar suara gemuruh disusul hembusan asap tebal.Gempa bumi terasa terjadi antara 25-30 Desember disertai suara gemuruh, hujan abu terjadi seama 7  hari.G.Rombongan / G.Mas muncul dari dalam danau (2110 m) yang berada si kaki G.Barujari sebelah barat laut, melebar ke utara dan barat.


1966
28 Maret Pulau Lombok digoncang gempa bumi, sejak itu terdengar dentuman dari segara anak. 21 Mei terlihat dari puncak G.Punduk, bahwa sebelah selatan kepundan G.Baru tampak keluar pasir dari segara anak menuju ke utara dan melebar ke barat dan timur. Kontaminasi antara pasir panas dan segara anak menyebabkan terjadinya kepulan asap.


1994
4 Juni pukul 02.00 WITA terjadi ledakan sangat kuat yang berasal dari kaldera Rinjani, terdengar hingga desa sembalun. Pukul 0.00 WITA terlihat asap tebal membumbung ke udara hingga 400 m dari puncak G.Plawangan. 6 Juni pukul 17.40 WITA terjadi hujan abu disekitar pos pengamatan dengan ketebalan endapan 2-3 mm. Titik letusan berda di G.Barujari hingga awal bulan Januari 1995.


2004
Terjadi letusan pada bulan Oktober


2009
2 Mei 2009pukul 16.01 WITA terjadi letusan asap berwarna coklat pekat mencpai ketinggian 1000 m di atas G.Barujari disertai suara dentuman lemah.Aliran lava mengalir ke arah segara anak.
4
Tambora
1812
Asap tebal pada bagian kawahnya ( Zolinger, 1855 )


1815
Diwali dengan asap yang semakin menebal berwarna hitam yang terjadi beberapa minggu sebelum letusan proksimal. 5 April terjadi suara gemuruh yang terdengar hingga Ternate dan Jakarta yang selanjutnya tangga 10-11 April terjadi letusan proksimal yang berakhir pada 12 April hingga akhirnya pada 15 Juli kegiatan semakin berkurang.


1819
Pada blan Agustus suara gemuruh yang kuat masih terdengar diikuti dengan gempa bumi dan bara api


1847-1913
Terjadi erupsi di bagian dalam kaldera yang menghasilkan leleran lava dan terbentuknya kawah Doro Api Toi


1913-sekarang
Kegiatan G.Tambora sebatas kepulan asap fumarola dan solfatara di sekitar dasar dinding kaldera dengan intensitas sedang-lemah. Sehingga aktfitas ini digolongkan ke dalam aktfitas aktif normal.
5
Sangeanapi
1512
Letusan berupa esplosi normal dan terjadi di salah satu atau kedua kawahnya


1715
Letusan serupa dengan tahun 1512


1821
23 Maret dimana erupsinya sama dengan tahun sebelumnya


1860
letusan terjadi sejak 11 September dimana pusatnya adalah kawah puncak yang teradi terus menerus dan baru berkurang setelah 1 bulan


1911
pPada permulaan 1911 keluar asap dari puncak tertinggi. Pada 8 Februari di Bima terasa gempa bumi. Pada 13 Februari hembusan asap di puncaknya, menurut penduduk setempat pinggir kawah sebeah utara telah terbelah karena gempa tanggal 8 Februari.


1912
Neuman Van Padang (1951) mencantumkan letusan eksplosiva normal dari kawah pusat pada bulan April


1927
Terjadi esplosi normal dalam kawah utama


1953
19 Maret lava mengalir di bagian barat kawah Doro Api. Musim berikutnya menyebabkan lahar pada 3 buah sungai Sori Oi dan Mengada menyaris kampung Joro Sangeang.


1964-1965-1567
Kusumadinata (1967) merekonsruksikan kegiatan Doro Api sebagai berikut: 1. Tanda pendahuluan dinyatakan dengan terasanya gempa bumi ringan di teluk Nangakanda, Wera pada 28 Oktober 1964. 2. Permulaan letusan terjadi pada tanggal 29 Januari pukul 9 tampak asap berwarna kelabu kehitaman yang mengepul dari puncaknya yang diikuti dengan keluarnya api diserai suara gemuruh.Gejala tersebut berlangsung terus menerus disertai dentuman selama 4 jam dari 30-31 Januari 1964. 3. Aliran Lava yang terjadi pada 3-4 Februari yang mengalir dari kawah 1953 dan tampak di malam hari sebagai semburan api.Leleranya relatif kecilsaja di atas lava 1911 di pinggir barat daya.Lava tersebut kemudian bercabang dua yang dipisahkan oleh Doro Monggo dan mengalir ke dalam jurang Manggada. Gejala tersebut berlangsung selama 3 bulan dan pada malam hari hlang. Lava tetap mengalir ke arah timur laut dikarenakan tebing barat daya sudah terisi tinggi dan lava menuju mengisi hulu Sori Berano. Hingga akhir 1965 lava masih mengalir dan ujungnya telah sampai Mamba Mila dengan ketinggian 800 m.  Fase terakhir Setelah itu letusan masih terus menerus terjadi, tetapi lemah dan bahan semburanya hanya berjatuhan disekitar kawah, yang menimbulkan satu kubah dari bahan lepas di atas tumpukan lava baru.


1985-1987
Letusan dimulai 30 Juli 1985 hingga agustus 1985. Letusan abu disertai suara gemuruh mengeluarkan asap tebal dengan tekanan gas kuat dan memiliki ketinggian 800 m diatas puncak.


1997-1999
Letusan pertama terjadi pada 24 Januari 1997, pukul 12.40 WITA mengeluarkan abu letusan setinggi 1000 m di atas puncak, kemudian hari-hari berikutnya ketinggian abu letusan antara 300-1000 m di atas puncak. Sebaran abu letusan mencapai Doropeti, Wera dan Bima dengan tebal 2mm.  Sinar api mulai teramati sejak 26 Januari 1997. Disamping letusan abu juga disertai erupsi efusif berupa pembentukan kubah lava dan guguran-guguran material pijar. Kegiatan letusan berakhir tahun 1999.


2009
Peningkatan kegiatan seismimisitas.
6
Anak Ranakah
1987
Meletus pada tanggal 28 Desember 1987, dimana letusan berupa letusan freatik yang diawali oleh getaran gempa bumi dan disusul oleh kepulan asap yang mencapai ketinggian 3.000-4.000 m di atas titik letusan. Abu paling tebal berjarak sekitar 3 km dari lubang letusan. Sampai 17 Januari 1988 telah terjadi 17 kali letusan kuat dan 200 kali letusan lemah.


1988
 9 Januari 1988 terlihat adanya sinar api. 10 Januari 1988 kubah lava G.Anak Ranakah dapat dilihat dengan jelas berwarna abu-abu kehitaman.11 Januari 1988 terjadi letusan besar dengan ketinggian asap sekitar 8.000 m yang disertai luncuiran aliran awan panas menuju We Reno dan We Teko di sebelah uitara serta diikuti dengan pembentuklan kubah lava yang sudah mencapai ketinggianj 100m dengan panjang lidah lava di sungai Wei Reno 600 m.
7
Inelika
1905
Letusan eksplosif yang terjadi berlangsung selama 5 jam.Menurut Neuman Van Padang (1951) letusan tersebut bersifat semi magmatik, dengan material vulkanik yang dikeluarkan melanda daerah timur laut. ( Kusumadinata,1979)


1921
Letusan abu tipis yang teerjadi tanggal 1,3, dan 4 Januari.Abu jatuh di Larantuka dan di P.Lomblen. Letusan abu juga terjadi pada 20 Desember dengan disertai lontaran batu.


1935
Asap tebal keluar secara berkala setiap 5 menit dari kawah B yang disertai suara gemuruh


2001
11 Januari 2001 pukul 19.15 abu letusan mengarah ke selatan hingga kota Bajawa yang berjarak 8 km dari pusat letusan, dengan ketebalan 0,5 mm. Letusan abu ini berlangsung hingga 16 Jnuari 2001 dengan semburan abu berkisar antara 100-1000 m diatas bibir kawah.
8
Inerie
1882
Kusumadinata (1979) terbatas pada kegiatan solfatar/fumarola di kawahnya.
9
Ebulobo
1830
Le roux (1961) menulis  bahwa menurut penduduk 90 tahun yang lalu terjadi letusan besar yang mengakibatkan terjadinya lava hitam Watu Keli, yang turun lewat jurang L.Koa


1888
Letusan biasa lewat5 kawah pusat ( Neuman Van Padang, 1951)


1910
Letusan serupa dalam April


1924
Terjadi awan panas selama letusan dari kawah bpusat November ( Neuman Van Padang, 1951)


1938
Letusan kecil dalam Mei dan Juni


1941
Menurut permaisuri raja di Bao Wae, kegiatan yang agak mencolok terjadi pada bagian kedua Agustus. Telah mengalir lava kecil, tetapi bongkah lava yang pijar itu tetap di kawahnya dan tidak berjatuhan. Dalam April terdengar suara gemuruh ( Petroeshevsky, 1947)


1947
Permulaan Maret terjadi kenaikan kegiatan
`10
Iya
1671
Terjadi letusan normal di kawah pusat


1844
Terjadi letusan normal di kawah pusat, pada bulan Mei


1867
Terjadi letusan normal di kawah pusat, Pada bulan Januari


1868
Terjadi letusan normal di kawah pusat, Pada bulan Mei


1871
Terjadi letusan normal di kawah pusat, Pada bulan September


1882
Terjadi letusan normal di kawah pusat


1969
Pada pukul 04.00 WITA terjadi letusan yang disertai awan panas dan suara gemuruh terus menerus , pada pukul 11.00 terlihat semburan api berwarna putih, kuning dan biru disertai lontaran bom, lapili, pasir, dan abu. Sedangkan asap yang terbentuk bunga kol mencapai ketinggia 400 m di atas puncak.

0 komentar:

Posting Komentar