Selasa, 01 April 2014

TIPE GUNUNGAPI KELAS "A

Indonesia begitu kaya dengan banyaknya jenis gunungapi yang berbeda – beda. Dilihat dari tipe letusan, ada gunugapi yang mempunyai karakter eksplosif dan ada pula yang efusif yaitu berupa letusan gas dan aliran lava. Secara morfologi gunugapi Indonesia sebagaian besar adalah strato vulkano yang mungkin bagi public umumnya di anggap meakili semua gunugapi. Gunungapi strato vulkano berbentuk krucut dengan kemiringan 35 derajat atau lebih yang terbentuk oleh akumulasi endapan demi endapan kejadian letusan dari lubang kawah yang berpindah – pindah dan kadangkala juga berselang – seling dengan endapan aliran lava, selain itu Indonesia memiliki beragam tipe gunungapi yaitu :
      Tipe-A, yakni gunungapi yang pernah mengalami erupsi sekurang-kurangnya satu kali sesudah 1600 Masehi.
      Tipe-B, yakni gunungapi yang sesudah 1600 Masehi belum mengalami erupsi magmatik, namun masih memperlihatkan gejala kegiatan misalnya solfatara dan fumarola.
      Tipe-C, yakni gunungapi yang erupsinya tidak diketahui dalam sejarah manusia namun masih terlihat tanda-tanda kegiatan masa lampau berupa lapangan fumarola.
Terdapat lebih dari tujuh puluh lima gunungapi aktif tipe “A yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia dengan frekwensi letusan yang sangat tinggi drengan masing – masing karakter letusan yang mengancam penduduk yang berada di kawasan rawan bahaya gunungapi.
Tabel Daftar gunungapi tipe  A di Indonesia

NO
NAMA GUNUNG
PROVINSI
1
Batur
Bali
2
Agung
Bali
3
Rinjani
Nusa Tenggara Barat
4
Tambora
Nusa Teggara Barat
5
Sangeangapi
Nusa Tenggara Barat
6
Anak Ranakah
Nusa Tenggara Timur
7
Inelika
Nusa Tenggara Timur
8
Inerie
Nusa Tenggara Timur
9
Ebulobo
Flores-Nusa Tenggara Timur
10
Iya
Nusa Tenggara Timur
11
Kelimutu
Flores-Nusa Tenggara Timur
12
Rokatenda
Nusa Tenggara Timur
13
Egon
Nusa Tenggara Timur
14
Lewotobi Laki-laki
Nusa Tenggara Timur
15
Lewotobi Perempuan
Nusa Tenggara Timur
16
Lereboleng
Nusa Tenggara Timur
17
Iliboleng
Nusa Tenggara Timur
18
Batutara
Nusa Tenggara Timur
19
Ililewotolo
Nusa Tenggara Timur
20
Ili werung
Nusa Tenggara Timur
21
Hobal
Nusa Tenggara Timur
22
Niewerkerk
Maluku
23
Wetar
Maluku
24
Wurlali
Kepulauan Banda, Maluku
25
Sarawerna
Maluku
26
Lawarkawra
Maluku (P.Nila)
27
Legatala
Maluku, Pulau Serua
28
Banda Api
Maluku
29
Colo
Sulawesi Tengah
30
Ambang
Sulawesi Utara
31
Soputan
Sulawesi Selatan
32
Lokon
Sulawesi Utara
33
Mahawu
Sulawesi Utara
34
Tangkoko
Sulawesi Utara
35
Ruang
Sulawesi Utara
36
Karangetang
P.Siau-Sulawesi Utara
37
Banua Wuhu
Sulawesi Utara
38
Awu
P.Sangir,Sulawesi Utara
39
Submarine
Sulawesi Utara
40
Dukono
Maluku Utara
41
Gamkonora
Maluku Utara
42
Gamalama
Maluku Utara
43
Kie Besi
Maluku Utara
44
Ibu
Maluku Utara
45
Peut Sangue
Nanggro Aceh Darussalam
46
Bur Ni Telong
Nanggro Aceh Darussalam
47
Seulawah Agam
Nanggro Aceh Darussalam
48
Sinabung
Sumatera Utara
49
Sorik Marapi
Sumatera Utara
50
Marapi
Sumatera Barat
51
Tandikat
Sumatera Barat
52
Talang
Sumatera Barat
53
Kerinci
Jambi
54
Kaba
Bengkulu
55
Dempo
Sumatera Selatan
56
Krakatau
Lampung
57
Salak
Jawa Barat
58
Gede
Jawa Barat
59
Tangkuban Parahu
Jawa Barat
60
Papandayan
Jawa Barat
61
Galunggung
Jawa Barat
62
Guntur
Jawa Barat
63
Ciremai
Jawa Barat
64
Slamet
Jawa Tengah
65
Dieng
Jawa Tengah
66
Sundoro
Jawa Tengah
67
Sumbing
Jawa Tengah
68
Merapi
Jawa Tengah
69
Kelud
Jawa Timur
70
Arjuno Welirang
Jawa Timur
71
Semeru
Jawa Timur
72
Bromo
Jawa Timur
73
Lamongan
Jawa Timur
74
Raung
Jawa Timur
75
Ijen
Jawa Timur
Tipe letusan gunungapi yang didasarkan pada tinggi rendahnya derajat  fragmentasi, luas daerah terpapar, dan kuat lemahnya letusan serta tinggi tiang asap, dibagi menjadi beberapa tipe :
  1. Tipe Hawaiian, erupsi eksplosif dari magma basaltic atau mendekati basalt, berupa semburan lava pijar, dan sering diikuti leleran lava secara simultan, terjadi pada celah atau kepundan sederhana.
  2. Tipe Strombolian, erupsinya hampir sama dengan Hawaiian berupa semburan lava pijar dari magma yang dangkal, umumnya terjadi pada gunungapi sering aktif di tepi benua atau di tengah benua.
  3. Tipe Vulkanian, erupsi magmatis berkomposisi andesit basaltic sampai dasit, umumnya melontarkan bom-bom vulkanik di sekitar kawah dan sering disertai bom kerak-roti. Material yang dierupsikan tidak hanya berasal dari magma tetapi bercampur dengan batuan samping berupa litik.
  4. Tipe Plinian, merupakan erupsi yang sangat ekslposif dari magma berviskositas tinggi atau magma asam, komposisi magma bersifat andesitik sampai riolitik. Material yang dierupsikan berupa batuapung dalam jumlah besar.
  5. Tipe Sub Plinian, erupsi eksplosif dari magma asam/riolitik dari gunungapi strato, tahap erupsi efusifnya menghasilkan kubah lava riolitik. Erupsi subplinian dapat menghasilkan pembentukan ignimbrit.
  6. Tipe Ultra Plinian, erupsi sangat eksplosif menghasilkan endapan batuapung lebih banyak dan luas dari Plinian biasa.
Wilayah gunungapi merupakan daerah yang sangat subur selain di sector pertanian dan perkebunan gunungapi memiliki nilai lebih dari manifestasi pariwisatanya bahkan matrial gunungapi dapat di manfaatkan untuk sector pertambangan, halini dikarenakan endapan metrial gunungapi yang membentuk struktur tananh yang memiliki tingkat kesuburan tinggi dan menyediakan lahan untuk pertambangan. Halinilah yang menjadikan wilayah gunungapi sangat padat penduduk.
Penduduk di sekitar gunungapi masih mengabaikan pentingnya pendidikan selian itu kesadaran akan bahaya yang di timbulkan dari letusan gunungapi masih di kesampingkan. Kepercayaan akan adat – istiadat dan budaya yang mengikat di kawasan lereng gunungapi menjadikan masyarakat sangat percaya dengan mitos gunungapi itu sendiri.
Tidak semua gunungapi memiliki akses yang baik dan memadai untuk menjangkaunya, selain itu sarana komunikasi dan aksesibititas yang sangat rendah menjadikan masyarakat di wilayah gunungapi seperti terisolasi dari dunia luar, dalam hal ini peran pemerintah dan partisipasi masyarakat sangatlah kurang sehingga tingkat keselamatan para penduduk sangatlah kurang.

0 komentar:

Posting Komentar