Selasa, 01 April 2014

GUNUNG KELUD

 Gunung Kelud biasa disebut juga Klut atau Coloot merupakan gunungapi bertipe Strato, secara geografis terletak pada posisi 7°56’00” LS dan 112°18’30” dan secara administratif termasuk dalam 3 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Puncak gunung terletak pada ketinggian 1.731 m dpl, sedangkan Danau Kawah terletak pada ketinggian 1.113,9 m dpl (Hadikusumo, 1960). Kota terdekat dari Gunung Kelud adalah Kota Kediri dengan pos pengamatan gunung ada di Desa Margomulyo, Kecamatan Wates, Kediri pada posisi Geografi 08°55’40,14” LS dan 112°14”45,48” BT dengan ketinggian 675 dpl.

Penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 tidak ada, sedangkan jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 2 berjumlah 84 orang yang terdiri dari 43 orang penduduk laki-laki dan 41 orang penduduk perempuan. Sementara itu jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 1 berjumlah 212.662 orang yang terdiri dari 106.799 orang penduduk laki-laki dan 105.863 orang penduduk perempuan.  Jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada semua KRB adalah 212.746 orang yang tersebar di 185 desa, terdiri dari 106.842 orang penduduk laki-laki dan 425.492 orang penduduk perempuan.
Tidak ada bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3, sedangkan pada KRB 2 bangunan yang berpotensi terpapar berupa 22 bangunan rumah dan 1 fasilitas pendidikan. Sementara itu pada KRB 1 bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi 56.444 bangunan rumah, 364 fasilitas pendidikan dan 55 fasilitas kesehatan.
Lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi areal seluas 545 ha yang terdiri dari 11 ha badan air, 31 ha hutan, 886 ha semak belukar, 1 ha tanah kosong, dan 166 ha tegalan. Sedangkan lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 2 meliputi areal seluas 6.493 ha yang terdiri dari 125 ha badan air, 2.299 ha hutan, 1 ha pemukiman dan bangunan, 44 ha sawah dan ladang, 371 ha semak belukar, 7 ha tanah kosong, dan 3.493 ha tegalan. Sementara itu pada KRB 1, lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 22.399 ha yang terdiri dari 491 ha badan air, 74 ha hutan, 5.180 ha pemukiman dan bangunan, 12.821 ha sawah dan ladang, 194 ha semak belukar, 10 ha tanah kosong, dan 3.629 ha tegalan.
Lingkungan terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik pada KRB 3 meliputi areal seluas 1.228 ha yang terdiri dari 12 ha badan air, 516 ha semak belukar, dan 700 ha tegalan. Sedangkan pada KRB 2 lingkungan terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 6.122 ha yang terdiri dari 46 ha badan air, 2.527 ha hutan, 39 ha sawah dan ladang, 195 ha semak belukar, 8 ha tanah kosong, dan 3.307 ha tegalan. Sementara itu pada KRB 1, lingkungan terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 22.037 ha yang terdiri dari 413 ha badan air, 2.590 ha hutan, 1.766 pemukiman dan bangunan, 4.819 ha sawah dan ladang, 70 ha semak belukar, 12.379 ha tegalan.

0 komentar:

Posting Komentar