Jumat, 04 April 2014

GUNUNG TANDIKAT

Gunung Tandikat ini memiliki nama lain Tandikai dan Tandike. Dengan kawah bernama A, B dan K. Secara geografis terletak pada 0˚25’57” LS, 100˚19’,01,69”BT dan secara administratif terletak pada Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat. Kota terdekat dengan gunung ini adalah Kota Padang, Bukit Tinggi dan Padang Panjang. Gunung ini bertipe strato volkano, dengan ketinggian 2.438 m dpl, dan berjarak 1, 7 km ke Kota Padang. Pos pengamatan terletak di Desa Ganting, Kec.Sepuluh Koto, Kab. Tanah Datar, Sumatera Barat, pada koordinat 00˚25’10,2”LS dan 100˚25’9,6” BT dengan elevasi 1.247m dpl. Karakter letusan berdasarkan produk yang dihasilkan G. Tandikat tidak ditemukan adanya endapan piroklastik jatuhan, hanya ditemukan aliran piroklastik dan aliran lava. Data letusan yang tercatat hanya abu tipis dan tampak kawah. Karakter letusannya cenderung bertipe strombolian dan aliran lava yang terkadang menghasilkan pula aliran piroklastik.

Potensi penduduk terpapar pada KRB 3 sebanyak 273 jiwa yang terdiri dari 134 laki-laki dan 139 perempuan di 1 desa di Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar. Pada KRB 2 sebanyak 5.633 jiwa terpapar, terdiri dari 2.772 laki-laki dan 2.861 perempuan di 4 desa, di 3 kecamatan,di Kabupaten padang Pariaman dan Tanah Datar. Sedangkan pada KRB 1 sebanyak 4.603 jiwa, terdiri dari 2.251 laki-laki dan 2.352 perempuan di 13 desa, pada 7 kecamatan dan 3 kabupaten. Jadi total penduduk terpapar dari seluruh KRB akibat aliran awan panas, lava atau lahar hujan adalah sebanyak 10.509 jiwa.
Pada KRB 3 terdapat 67 unit bangunan rumah berpotensi terpapar. Pada KRB 2 terdapat 1.459 unit rumah terpapar, dan di KRB 1 terdapat 1.124 unit rumah terpapar, 1 unit fasilitas pendidikan dan 1 fasilitas kesehatan berpotensi terpapar. Jadi total bangunan terpapar pada seluruh KRB akibat aliran awan panas, lava atau lahar hujan adalah sebanyak 2.652 unit bangunan.
Untuk KRB 3 potensi lingkungan terpapar seluas 302 Ha yang didominasi oleh hutan. Untuk KRB 2 seluas 5.681 Ha, terdiri dari hutan 4.151 Ha, dan semak belukar 1.530 Ha. Sedangkan untuk KRB 1 seluas 2.015 Ha terdiri dari hutan 202 Ha, dan semak belukar 1.813 Ha. Jadi total luas lingkungan terpapar pada KRB akibat aliran awan panas, lava atau lahar hujan adalah seluas 7.998 Ha. Sedangkan luasan KRB akibat lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik dengan asumsi menutup seluruh area KRB tersebut adalah seluas 19.186 Ha.

0 komentar:

Posting Komentar