Jumat, 04 April 2014

GUNUNG SORIK MARAPI

Gunung ini memiliki nama lain yaitu Sorieg Berapi dan Seret Berapi. Dengan memiliki kawah yang disebut Kawah Sorik Marapi A dan B, Danau Merah (C). secara geografi gunung ini berada pada 0°41’11,72” LS dan 99°23,5” BT dan secara administratif masuk kedalam wilayah Kecamatan Kotanopan dan Kecamatan Napal, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Tipe gunung api ini masuk kedalam tipe gunung api strato dengan danau kawahnya dan dengan ketinggian 2.145 Ha. Pos pengamatan terletak di Desa Sibanggortonga, Pos Kayu Laut, Kab.Mandailing Natal, Sumatera Utara pada koordinat 00°42’39,6” LS dan 99°34’36,6”BT dengan elevasi 902m.

Potensi penduduk terpapar pada KRB 3 sebanyak 183 jiwa yang terdiri dari 93 laki-laki dan 90 perempuan di 2 desa, pada kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Pada KRB 2 sebanyak 234 jiwa yang terdiri dari 118 laki-laki dan 116 perempuan di 4 desa, pada Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Sedangkan di KRB 1 sebanyak 650 jiwa yang terdiri dari 322 laki-laki dan 328 perempuan di 22 desa, pada 4 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal. Total penduduk terpapar pada KRB akibat aliran awan panas, lava atau lahar hujan adalah sebanyak 1.067 jiwa.
Bangunan terpapar pada KRB 3 sebanyak 42 unit yang terdiri dari 41 rumah dan 1 fasilitas pendidikan. Untuk KRB 2 terdapat 72 bangunan berpotensi terpapar yang terdiri dari 69 rumah dan 3 fasilitas pendidikan. Sedangkan pada KRB 1 terdapat 270 unit bangunan berpotensi terpapar, terdiri dari 260 rumah, 6 fasilitas pendidikan dan 3 fasilitas kesehatan. Maka total bangunan terpapar dari seluruh KRB akibat aliran awan panas, lava dan lahar hujan adalah sebanyak 384 unit bangunan.
Untuk KRB 3 potensi lingkungan terpapar seluas 1.185 Ha yang terbagi menjadi hutan 1.132 Ha dan semak belukar 53 Ha. Untuk KRB 2 seluas 1.563 Ha, terdiri dari hutan 1.277 Ha, semak belukar 225 Ha, dan lahan pertanian (sawah, ladang dan tegalan) seluas 61 Ha. Sedangkan untuk KRB 1 seluas 1.066 Ha terdiri dari hutan 428 Ha, semak belukar 74 Ha dan lahan pertanian 564 Ha. Jadi total luas lingkungan terpapar pada KRB akibat aliran awan panas, lava atau lahar hujan adalah seluas 3.814 Ha. Sedangkan luasan KRB akibat lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik dengan asumsi menutup seluruh area KRB tersebut adalah seluas 19.126 Ha.

0 komentar:

Posting Komentar