Kamis, 10 April 2014

GUNUNG SOPUTAN

Gunung Soputan terletak di Kecamatan Tombatu, Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara dan mempunyai ketinggian sekitar 1.783 m dpl. Gunung Ambang merupakan gunungapi tipe strato dengan tiga unit kawah yaitu Kawah Soputan, K1 dan K2. Gunung ini terletak pada koordinat 01o 06’ 30” LS dan 124o 43’ BT. Gunung ini dipantau melalui pos pengamatan yang terletak pada koordinat 01o 12’ 13,20” LU dan 124o 40’ 13,86” BT yang dapat dicapai melalui Kota Amurang, dan secara administratif termasuk dalam wilayah Desa Maliku, Kecamatan Tombasian, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Penduduk yang terpapar akibat aliran awan panas, lava dan atau lahar apabila Gunung Soputan meletus terdapat pada daerah Minahasa dan Minahasa Selatan. Potensi penduduk laki-laki yang terpapar pada wilayah KRB 3 sekitar 287 jiwa dan perempuan 281 jiwa, sehingga total total 568 jiwa. Untuk wilayah KRB 2, penduduk laki-laki sekitar 307 jiwa dan perempuan sekitar 292 jiwa, sehingga total 599 jiwa. Untuk wilayah KRB 1, penduduk laki-laki sekitar 4 jiwa, perempuan 4 jiwa sehingga total penduduk sekitar 8 jiwa. Untuk ancaman batu pijar dan abu vulkanik, potensi penduduk terpapar pada wilayah KRB 3 sekitar 4.031 jiwa, sedang pada wilayah KRB 2 sekitar 9.614 jiwa; dan sekitar 29.806 jiwa untuk wilayah KRB 1.
Bangunan yang berpotensi untuk terpapar akibat aliran awan panas, lava dan atau lahar apabila Gunung Soputan meletus adalah rumah 426 unit, 7 unit fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan 2 unit pada wilayah KRB 3. Pada wilayah KRB 2, ditemukan bangunan rumah sekitar 484 unit, 8 unit fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan 4 unit. Sedang pada wilayah KRB 1, ditemukan bangunan rumah sejumlah 325 unit, fasilitas pendidikan 9 unit dan 5 unit fasilitas kesehatan.
Untuk ancaman batu pijar dan abu vulkanik, potensi bangunan terpapar pada wilayah KRB 3 adalah 172 unit rumah, 2 unit fasilitas pendidikan dan satu unit fasilitas kesehatan. Untuk wilayah KRB 2 berupa rumah sekitar 1.173 unit, 8 unit fasilitas pendidikan dan satu unit fasilitas kesehatan. Sedang untuk wilayah KRB 1 terdapat 7.651 unit rumah, 81 unit fasilitas pendidikan dan 13 unit fasilitas kesehatan.
Apabila Gunungapi Soputan meletus, lingkungan yang terpapar akibat aliran awan panas, lava dan atau lahar yang terletak pada wilayah KRB 3, 2 dan KRB 1. Untuk wilayah KRB 3, yang terpapar berupa hutan seluas 277 ha, perkebunan seluas 782 ha, lahan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 2.093 ha. Untuk wilayah KRB 2 berupa hutan seluas 729 ha, perkebunan seluas 1.097 ha, lahan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 224 ha. Untuk wilayah KRB 1, lingkungan yang terpapar berupa hutan seluas 180 ha, pemukiman dan bangunan seluas 11 ha, perkebunan seluas 516 ha, kawasan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 33 ha. Untuk ancaman batu pijar dan abu vulkanik, wilayah KRB 3, yang terpapar berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 669 ha. Untuk wilayah KRB 2, lingkungan yang terpapar berupa hutan seluas 2.178 ha, perkebunan seluas 253 ha, lahan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 1.653 ha dan semak belukar seluas 15 ha. Untuk wilayah KRB 1, lingkungan yang terpapar berupa badan air sekitar 13 ha, hutan seluas 7.011 ha, pemukiman dan bangunan seluas 427 ha, perkebunan seluas 13.528 ha, lahan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 2.695 ha dan semak belukar sekitar 1.599 ha.

0 komentar:

Posting Komentar