Selasa, 01 April 2014

GUNUNG SEMERU

 Gunung Semeru atau disebut juga Semeroe atau Smeru atau Smiru merupakan gunungapi bertipe Strato dengan kubah lava dan memiliki kawah bernama Jonggring seloko. Secara geografis terletak pada posisi 08˚06,5” LS dan 112˚59”09,50” BT dan secara administratif termasuk dalam 4 wilayah Kabupaten yaitu Kabupaten Malang, Lumajang, Probolinggo dan Pasuruan. Puncak gunung bernama Puncak Mahameru terletak pada ketinggian 3.676 m dpl sedangkan kubah lava Jonggring Seloko berada pada ketinggian 3.744 m dpl. Ada beberapa kota terdekat dengan Gunung Semeru antara lain kota Malang, Lumajang, Probolinggo dan Pasuruan, sedangkan pos pengamatan gunungapi berada di Gunung Sawur (08˚09’24,48” LS 112˚59’09,42”BT, ketinggian 1.060 m dpl) dan Argosuko (08˚11’04,02” LS 112˚53’14,58”BT, ketinggian 936 m dpl).

Penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 11.242 orang yang terdiri dari 5.554 orang penduduk laki-laki dan 5.688 orang penduduk perempuan, sedangkan jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 2 berjumlah 11.506 orang yang terdiri dari 5.738 orang penduduk laki-laki dan 5.768 orang penduduk perempuan. Sementara itu jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 1 berjumlah 38.468 orang yang terdiri dari 18.898 orang penduduk laki-laki dan 19.570 orang penduduk perempuan. Jumlah penduduk terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada semua KRB adalah 61.216 orang yang tersebar di 45 desa dan terdiri dari 30.190 orang penduduk laki-laki dan 31.026 orang penduduk perempuan.
            Bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi 3.099 bangunan rumah, 22 fasilitas pendidikan dan 1 fasilitas kesehatan, sedangkan pada KRB 2 bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berupa 3.174 bangunan rumah, 24 fasilitas pendidikan dan 1 fasilitas kesehatan. Sementara itu pada KRB 1 bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi 10.841 bangunan rumah, 72 fasilitas pendidikan dan 8 fasilitas kesehatan.
            Lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi areal seluas 6.704 ha yang terdiri dari 97 ha badan air, 2.099 hutan, 44 ha pemukiman dan bangunan, 370 ha sawah dan ladang, 13 ha semak belukar, 1.232 ha tanah kosong, dan 2.649 ha tegalan. Sedangkan lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 2 meliputi areal seluas 4.966 ha yang terdiri dari 115 ha badan air, 990 ha hutan, 84 ha pemukiman dan bangunan, 1.082 ha sawah dan ladang, 431 ha semak belukar, dan 2.264 ha tegalan. Sementara itu pada KRB 1, lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 1.407 ha yang terdiri dari 100 ha badan air, 140 ha hutan, 437 ha pemukiman dan bangunan, 4.856 ha sawah dan ladang, 528 ha semak belukar, dan 1.407 ha tegalan.
Lingkungan terpapar akibat awan panas dan debu vulkanik pada KRB 3 tidak ada.Sedangkan pada KRB 2 lingkungan terpapar akibat awan panas dan debu vulkanik meliputi areal seluas 7.473 ha yang terdiri dari 6 ha badan air, 2.818 ha hutan, 331 ha saah dan ladang, 31 ha semak belukar, 1.235 ha tanah kosong, dan 3.054 ha tegalan. Sementara itu pada KRB 1, lingkungan terpapar akibat awan panas dan debu vulkanik meliputi areal seluas 10.380 ha yang terdiri dari 71 ha badan air, 4.982 ha hutan, 17 ha pemukiman dan bangunan, 2.211 ha sawah dan ladang, 230 ha semak belukar, dan 2.869 ha tegalan.

0 komentar:

Posting Komentar