Minggu, 06 April 2014

GUNUNG RINJANI

Gunung Rinjani mempunyai nama lain Kaldera Rinjani (danau Segara Anak), dimana ada 2 kerucut di bagian timur danau yaitu Gunung Barujari atau Gunung Tenga dengan ketinggian 2.376 m dpl dan Gunung Mas atau Gunung Rombongan dengan ketinggian 2.110 m dpl. Secara geografis Gunung Rinjani terletak pada posisi 08o 25’ LS dan 116o 28’ BT dan secara administratif masuk dalam wilayah Kabupaten Lombok Timur Provinsi NTB. Gunung Rinjani terletak pada ketinggian 3.726 m dpl dan merupakan jenis gunung api strato dengan danau bawah. Kota terdekat dengan Gunung Rinjani adalah Karangasem dengan pos pengamatan di Kampung Sembalun Lawang, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur pada posisi geografi: 08o 21’ 24 LS dan 116o 31’ 18” LU tinggi 1152 dml.

Jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 dan KRB 2 tidak ada, sedangkan jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 1 berjumlah 12.239 orang di 12 desa yang terdiri dari 5.674 orang penduduk laki-laki dan 6.565 orang penduduk perempuan
Bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan hanya terdapat pada KRB 1 terdiri dari 3.448 buah bangunan rumah, 18 fasilitas pendidikan dan 6 buah fasilitas kesehatan.
Lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi areal seluas 1.664 ha yang terdiri dari: badan air (1.023 ha), hutan (81 ha), tanah kosong (3 ha), semak belukar (557 ha). Sedangkan lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 2 meliputi areal seluas 2.553 ha yang terdiri dari: badan air (10 ha), Hutan (105 ha), tanah kosong (102 ha) dan semak belukar (2.335 ha). Sementara itu pada KRB 1, lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 3.259 ha meliputi badan air (36 ha), hutan (1.272 ha), pemukiman dan bangunan (50 ha), perkebunan (324 ha), sawah dan tegalan (985 ha), tanah kosong (51 ha), serta semak belukar (541 ha).
Lingkungan terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik pada KRB 3 meliputi areal seluas 2.737 ha yang terdiri dari: badan air (796 ha), hutan (88 ha), tanah kosong (48 ha), dan semak belukar (1.805 ha). Sedangkan pada KRB 2, lingkungan terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 4.822 ha yang terdiri dari: badan air (237 ha), hutan (414 ha), tanah kosong (185 ha), dan semak belukar (3.986 ha). Sementara itu pada KRB 1, lingkungan terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 11.760 ha meliputi: hutan (7.322 ha), tanah kosong (1.038 ha), dan semak belukar (3.400 ha).

3 komentar: