Rabu, 02 April 2014

GUNUNG RAUNG

Gunung Raung atau disebut juga Rawon merupakan gunungapi bertipe Strato dengan kaldera, mempunyai 2 kawah yaitu kawah utama bernama Kaldera Raung dan kawah lainnya bernama Tegal Alun-alun dan Tegal Brungbung. Secara geografis terletak pada posisi 8˚7,5’ LS dan 114˚02,5’ BT dan secara administratif berada pada 4 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jember, dan Lumajang. Puncak gunung berada pada ketinggian 3.332 m dpl dengan kota terdekat adalah Banyuwangi dan Bondowoso, sedangkan pos pengamatan gunungapi ada di Desa Sragi, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada posisi geografi : 8˚11’54,48” LS dan 114˚9’13,02”BT.

            Sepanjang sejarah letusan G. Raung menunjukkan sifat yang ekplosif, letusan tersebut menghasilkan abu yan dilontarkan ke udara dan awan panas yang mengalir menyelimuti sebagian tubuh gunungapinya, seperti yang pernah terjadi tahun 1953 dengan tinggi asap letusan mencapai lk. 6 km di atas puncak. Penyebaran abu letusannya dihembuskan angin hingga mencapai radius lk. 200 km. Demikian juga letusan yang terjadi pada 13 - 19 Februari 1956, tinggi tiang asap letusan mencapai lk. 12 km. Suara dentuman letusan terdengar selama lk. 4 jam hingga jauh di Surabaya dan Malang, hujan abu yang dihembuskan angin menyebar hingga Bali dan Surabaya.
Penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 tidak ada. Sedangkan pada KRB 2 penduduk terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berjumlah 2.299 orang yang terdiri dari 1.130 orang penduduk laki-laki dan 1.169 orang penduduk perempuan. Sementara itu penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 1 berjumlah 63.531 orang yang terdiri dari 31.369 orang penduduk laki-laki dan 21.162 orang penduduk perempuan. Jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada semua KRB berjumlah 65.830 orang yang tersebar di 65 desa dan terdiri dari 32.499 orang penduduk laki-laki dan 33.331 orang penduduk perempuan.
            Bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 tidak ada, sedangkan bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 2 meliputi 631 bangunan rumah, 6 fasilitas pendidikan dan 3 fasilitas kesehatan. Sementara itu bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 1 meliputi 18.781 bangunan rumah, 130 fasilitas pendidikan dan 21 fasilitas kesehatan.
            Lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi areal seluas 4.935 ha yang terdiri dari 1.576 ha hutan, 847 ha tanah kosong, dan 2.512 ha tegalan. Sedangkan lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 2 meliputi areal seluas 22.015 ha yang terdiri dari 15.019 ha hutan, 23 ha pemukiman dan bangunan, 750 ha sawah dan ladang, 37 ha semak belukar, dan 6.186 ha tegalan. Sementara itu pada KRB 1 lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 10.917 ha yang terdiri dari 22 ha badan air, 1.167 ha hutan, 899 ha pemukiman dan bangunan, 5.101 ha sawah dan ladang, 17 ha semak belukar, dan 3.711 ha tegalan.Lingkungan terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik pada KRB 3 meliputi areal seluas 2.711 ha yang terdiri dari 354 ha hutan, 847 ha tanah kosong, dan 2.711 ha tegalan. Sedangkan pada KRB 2 lingkungan terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 16.522 ha yang terdiri dari 12.837 ha hutan, 114 ha sawah dan ladang, 170 ha semak belukar, dan 3.401 ha tegalan. Sementara itu pada KRB 1 lingkungan terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 10.815 ha yang terdiri dari 9.593 ha hutan, 8 ha pemukiman dan bangunan, 264 ha sawah dan ladang, 59 ha semak belukar, dan 891 ha tegalan.

0 komentar:

Posting Komentar