Minggu, 13 April 2014

GUNUNG MAHAWU

Gunung Mahawu atau Gunung Roemengas yang terletak di Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara memiliki tiga unit kawah yaitu kawah Mahawu, Wagio dan Mawuas. Gunung ini mempunyai ketinggian sekitar 1.331 m dpl dengan koordinat 01o 21,5’ LU dan 124o 51,5’ BT. Gunung Mahawu merupakan gunungapi tipe strato dan dipantau melalui pos pengamatan yang sama dengan pos pengamatan Gunung Lokon, terletak pada koordinat 01o 38,76” LU dan 124o 50’ 21,90” BT dengan ketinggian sekitar 826 m dpl yang dapat dicapai melalui Kota Tomohon, Tondano dan Manado, dan secara administratif termasuk dalam wilayah Desa Kakaskasen, Tomohon, Sulawesi Utara.

Potensi penduduk laki-laki yang terpapar oleh aliran awan panas, lava dan atau lahar apabila Gunung Mahawu meletus, adalah sekitar 1.449 jiwa dan perempuan sekitar 1.412 jiwa sehingga total sekitar 2.861 jiwa dari 10 desa pada wilayah KRB 3. Untuk wilayah KRB 2, penduduk laki-laki terpapar sekitar 3.296 jiwa, perempuan sekitar 3.190 jiwa, sehingga total sekitar 6.486 jiwa dari 13 desa. Untuk wilayah KRB 1, penduduk laki-laki sekitar 10.160 jiwa, perempuan sekitar 10.142 jiwa, sehingga total sekitar 20.302 jiwa dari 54 desa. Untuk ancaman batu pijar dan abu vulkanik, potensi penduduk terpapar pada wilayah KRB 3 sekitar 32.327 jiwa, untuk wilayah KRB 2 sekitar 95.547 jiwa dan 139.264 jiwa untuk wilayah KRB 1.
Bangunan yang berpotensi untuk terpapar akibat aliran awan panas, lava dan atau lahar apabila Gunung Mahawu meletus adalah rumah 488 unit, 8 unit fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan 4 unit pada wilayah KRB 3. Pada wilayah KRB 2, ditemukan potensi bangunan rumah sekitar 1.080 unit, 13 unit fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan 5 unit. Sedang pada wilayah KRB 1, ditemukan bangunan rumah sejumlah 3.254 unit, fasilitas pendidikan 35 unit dan 17 unit fasilitas kesehatan. Untuk ancaman batu pijar dan abu vulkanik, potensi bangunan terpapar pada wilayah KRB 3 adalah 768 unit rumah, 8 unit fasilitas pendidikan dan 3 unit fasilitas kesehatan. Untuk wilayah KRB 2, potensi bangunan terpapar adalah 6.519 unit rumah, 73 unit fasilitas pendidikan dan 18 unit fasilitas kesehatan. Sedang untuk wilayah KRB 1 terdapat 10.209 unit rumah, 57 unit fasilitas pendidikan dan 14 unit fasilitas kesehatan.
Jika Gunungapi Mahawu meletus, lingkungan yang terpapar akibat aliran awan panas, lava dan atau lahar terdapat pada wilayah KRB 3, 2 dan 1. Untuk wilayah KRB 3, lingkungan yang terpapar berupa hutan 424 ha, perkebunan seluas 39 ha, dan lahan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 5 ha. Untuk wilayah KRB 2, lingkungan yang terpapar berupa hutan seluas 415 ha, perkebunan seluas 495 ha, dan lahan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 200 ha. Untuk wilayah KRB 1, lingkungan yang terpapar berupa badan air seluas 16 ha, hutan seluas 2 ha, pemukiman dan bangunan seluas 98 ha, perkebunan seluas 608 ha, lahan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 136 ha.
Untuk ancaman batu pijar dan abu vulkanik, lingkungan yang terpapar terletak pada wilayah KRB 3 berupa hutan seluas 574 ha, perkebunan seluas 70 ha, dan lahan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 33 ha. Untuk wilayah KRB 2, lingkungan yang terpapar berupa hutan seluas 608 ha, pemukiman dan bangunan seluas 269 ha, perkebunan seluas 3.219 ha dan kawasan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 2.551 ha. Untuk wilayah KRB 1, lingkungan yang terpapar berupa hutan seluas 1 ha, pemukiman dan bangunan seluas 249 ha, perkebunan seluas 4.547 ha dan kawasan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 2.360 ha, serta semak belukar seluas 455 ha.

0 komentar:

Posting Komentar