Rabu, 02 April 2014

GUNUNG LAMONGAN

Gunung Lamongan merupakan gunungapi bertipe Strato dan memiliki kawah juga bernama Lamongan. Secara geografis terletak pada posisi 7˚59’ LS dan 113˚20,5’ BT dan secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Lumajang. Puncak Gunung berada pada ketinggian 1.671 m dpl dengan kota terdekat adalah Lumajang dan pos pengamatan gunungapi ada di Gunung Meja, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, pada posisi geografi 7˚58’38,52” LS dan 113˚16’51,12”BT. G. Lamongan yang termasuk tipe A, mempunyai karakter letusan sangat unik yaitu :
1. Jika terjadi kegiatan maka pusat kegiatannya selalu disamping kawah utama yang berada di puncak
2. Selain itu, dikelilingi oleh tidak kurang dari 60 pusat erupsi parasitik yang terdiri dari kerucut vulkanik dan maar

            Penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 tidak ada, Sementara itu penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 2 berjumlah 12.333 orang yang terdiri dari 6.012 orang penduduk laki-laki dan 6.321 penduduk perempuan. Sedangkan pada KRB 1 penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berjumlah 13.876 orang yang terdiri dari 6.813 orang penduduk laki-laki dan 7.063 orang penduduk perempuan. Tidak ada penduduk yang terpapar pada KRB 1. Jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 2 dan KRB 1 berjumlah 26.209 orang yang tersebar di 25 desa dan terdiri dari 12.825 orang penduduk laki-laki dan 13.384 orang penduduk perempuan.

Bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 tidak ada. Pada KRB 2 bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi 2.952 bangunan rumah, 20 fasilitas pendidikan, dan 1 fasilitas kesehatan. Sementara itu, pada KRB 1, bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi 3.625 bangunan rumah, 25 fasilitas pendidikan dan 2 fasilitas kesehatan.
            Lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 tidak ada. Sedangkan lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 2 meliputi areal seluas 4.683 ha yang terdiri dari 5 ha badan air, 71 ha pemukiman dan bangunan, 1.786 ha sawah dan ladang, 12 ha tanah kosong, 2.809 ha tegalan. Sementara itu pada KRB 1 lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 3.966 ha, yang terdiri dari 45 ha hutan, 182 ha, pemukiman dan bangunan, 1.948 ha sawah dan ladang, 10 ha semak belukar, dan 1.781 ha tegalan. Lingkungan terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik pada KRB 3 tidak ada. Sedangkan pada KRB 2 lingkungan terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 3.720 ha yang terdiri dari 2 ha badan air, 26 ha hutan, 3 ha pemukiman dan bangunan, 1.080 ha sawah dan ladang, 12 ha tanah kosong, dan 2.597 ha tegalan. Sementara itu pada KRB 1 lingkungan terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 10.792 ha, yang terdiri dari 35 ha badan air, 97 ha hutan, 304 ha pemukiman dan bangunan, 6.769 ha sawah dan ladang, 11 ha semak belukar, dan 3.376 ha tegalan.

0 komentar:

Posting Komentar