Minggu, 06 April 2014

GUNUNG IYA

Gunung Iya biasa disebut juga Endeh Api merupakan gunung bertipe Strato dengan dua kawah, secara geografis terletak pada posisi 8o 3,5’ LS dan 121o 38’ BT dan secara administratif berada di wilayah Kampung Rate, Kelurahan Paupanda, Kabupaten Ende, provinsi Nusa Tenggara Timur. Puncak Gunung Iya terletak pada ketinggian 637 m dpl dengan kota terdekatnya adalah Ende dan pos pengamatannya ada di Jl. Ikan Paus/Jl. G. Iya Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende (08o 51’ 57,18” LS, 121o 38’ 06,30” BT, 20 m dpl).
Penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 berjumlah 558 orang, yang terdiri dari 283 orang laki-laki dan 275 orang perempuan. Pada KRB 2, penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berjumlah 3.208 orang yang terdiri dari 1.619 orang laki-laki dan 1.589 orang perempuan. Sedangkan pada KRB 1, penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berjumlah 1.166 orang, yang terdiri dari 585 orang laki-laki dan 581 orang perempuan. Jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada seluruh KRB adalah 4.932 orang yang tersebar di 8 desa, terdiri dari 2.487 orang laki-laki dan 2.445 orang perempuan.
            Bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi 89 bangunan rumah dan 1 fasilitas pendidikan. Pada KRB 2, bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi 531 bangunan rumah dan 3 fasilitas pendidikan. Sedangkan pada KRB 1, bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi 170 bangunan rumah, 1 fasilitas pendidikan dan 1 fasilitas kesehatan.
            Lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi areal seluas 199 ha, yang terdiri dari 91 ha semak belukar dan 108 ha tegalan. Pada KRB 2, lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 635 ha yang terdiri dari 1 ha badan air, 1 ha pemukiman dan bangunan, 10 ha perkebunan, 100 ha semak belukar, dan 523 ha tegalan. Sedangkan pada KRB 1, lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 69 ha yang terdiri dari 10 ha pemukiman dan bangunan, 26 ha perkebunan, 4 ha semak belukar, dan 29 ha tegalan. Sementara itu, lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik pada KRB 3 meliputi areal seluas 661 ha yang terdiri dari 143 ha semak belukar dan 518 ha tegalan.
Pada KRB 2, lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 1.033 ha yang terdiri dari 1 ha badan air, 63 ha pemukiman dan bangunan, 200 ha perkebunan, 7 ha sawah dan ladang, 170 ha semak belukar, dan 592 ha tegalan. Sedangkan pada KRB 1, lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 583 ha, yang terdiri dari 1 ha badan air, 385 ha pemukiman dan bangunan, 140 ha perkebunan, 14 ha sawah dan ladang, 39 ha semak belukar, dan 4 ha tegalan.

0 komentar:

Posting Komentar