Kamis, 10 April 2014

GUNUNG ILI WERUNG

Gunung Ili Werung merupakan gunung api bertipe Strato, secara geografis terletak pada posisi 08032’24” LS dan 123035’24” BT dan secara administratif berada di wilayah Kecamatan Aradei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Puncak gunung berada pada ketinggian 1.486 dpl dengan pos pengamatan berada di Desa Nubahaeraka, Kecamatan Aradei, Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur pada posisi geografis 08029’48” LS dan 123031’54” BT pada ketinggian 670 m dpl.

Penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 berjumlah 235 orang, yang terdiri dari 103 orang laki-laki dan 132 orang perempuan. Pada KRB 2, penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berjumlah 131 orang, yang terdiri dari 57 orang laki-laki dan 74 orang perempuan. Sedangkan pada KRB 1, penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berjumlah 79 orang, yang terdiri dari 34 orang laki-laki dan 45 orang perempuan. Jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan di seluruh KRB adalah 445 orang yang tersebar di 4 desa, terdiri dari 194 orang laki-laki dan 251 orang perempuan.
Bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi 71 bangunan rumah, 1 fasilitas pendidikan dan 1 fasilitas kesehatan. Pada KRB 2, bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi 39 bangunan rumah, 1 fasilitas pendidikan, dan 1 fasilitas kesehatan. Sedangkan pada KRB 1, bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi 20 bangunan rumah, 1 fasilitas pendidikan dan 1 fasilitas kesehatan.
Lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi areal seluas 345 ha yang terdiri dari 267 ha semak belukar dan 78 ha tegalan. Pada KRB 2, lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 198 ha yang terdiri dari 164 ha semak belukar dan 34 ha tegalan. Sedangkan pada KRB 3, lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 137 ha yang terdiri dari 55 ha semak belukar dan 82 ha tegalan.
Sementara itu, lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik pada KRB 3 meliputi areal seluas 960 ha yang terdiri dari 699 ha semak belukar dan 261 ha tegalan. Pada KRB 2, lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 2.713 ha, yang terdiri dari 10 ha badan air, 44 ha pemukiman dan bangunan, 111 ha perkebunan, 159 ha sawah dan ladang, 452 ha semak belukar, dan 1.937 ha tegalan. Sedangkan pada KRB 1, lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 3.136 ha yang terdiri dari 12 ha pemukiman dan bangunan, 235 ha perkebunan, 563 ha sawah dan ladang, 411 ha semak belukar, dan 1.915 ha tegalan.

0 komentar:

Posting Komentar