Kamis, 10 April 2014

GUNUNG ILI LEWOTOLO

Gunung Ili Lewotolo memiliki banyak nama lain yaitu : Levotoli, Lebetolo, Lebetola, Tokojain, Warirang, Welirang, Ili Api merupakan gunung api bertipe Strato. Secara geografis terletak pada posisi 08016’15” LS dan 123030’18” BT dan secara administratif berada di wilayah kecamatan Ili Ape Kabupaten Lembata. Puncak gunung berada pada ketinggian 1.319 m dpl dengan kota terdekat adalah Larantuka dan pos gunung api ada di Desa Laranwutun, Kecamatan Ili Ape, Kabupaten Lembata pada posisi geografis 08019’07” LS dan 123028’27”, ketinggian 32 m dpl.

Penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 berjumlah 2 orang yang terdiri dari 1 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Sedangkan pada KRB 2, penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berjumlah 2.503 orang yang terdiri dari 1.098 orang laki-laki dan 1.405 orang perempuan. Pada KRB 1, penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berjumlah 494 orang, yang terdiri dari 221 orang laki-laki dan 273 orang perempuan. Jumlah keseluruhan penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan di seluruh KRB berjumlah 2.999 orang yang tersebar di 16 desa. Terdiri dari 1.320 orang laki-laki dan 1.679 orang perempuan.
Bangunan terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi 367 bangunan rumah, 4 fasilitas pendidikan dan 1 fasilitas kesehatan, sedangkan pada KRB 2 bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi 1.417 bangunan rumah, 14 fasilitas pendidikan dan 4 fasilitas kesehatan. Sementara itu pada KRB 3 bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berupa 103 bangunan rumah, 1 fasilitas pendidikan, dan 1 fasilitas kesehatan.
Lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan di KRB 3 meliputi wilayah seluas 1.026 ha terdiri dari 2 ha badan air, 98 ha hutan, 11 ha pemukiman dan bangunan, 29 ha perkebunan, 1 ha sawah dan ladang, 256 ha semak belukar, dan 629 ha tegalan. Pada KRB 2 lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 4,018 ha terdiri dari 204 ha hutan, 103 ha pemukiman dan bangunan, 389 ha perkebunan, 229 ha sawah dan ladang, 351 ha semak belukar, 2 ha tanah kosong, dan 2.740 tegalan. Sementara itu pada KRB 1 lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 365 ha terdiri dari 10 ha hutan, 8 ha pemukiman dan bangunan, 2 ha perkebunan, 46 ha sawah dan ladang, 5 ha semak belukar, dan 294 ha tegalan.
Lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik pada KRB 3 meliputi wilayah seluas 1.204 ha terdiri dari 266 ha hutan, 63 ha perkebunan, 1 ha sawah dan ladang, 478 ha semak belukar, dan 396 ha tegalan. Pada KRB 2 lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi wilayah seluas 3.406 ha terdiri dari 2 ha badan air, 36 ha hutan, 34 ha pemukiman dan bangunan, 354 ha perkebunan, 130 ha sawah dan ladang, 109 ha semak belukar, 3 ha tanah kosong, dan 2.738 ha tegalan. Sementara itu pada KRB 1 lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik melipiti areal seluas 3.353 ha terdiri dari 2 ha badan air, 105 ha pemukiman dan bangunan, 96 ha perkebunan, 462 ha sawah dan ladang, 90 ha semak belukar, dan 2.598 ha tegalan.

0 komentar:

Posting Komentar