Rabu, 02 April 2014

GUNUNG IJEN

Gunung Ijen atau disebut juga Gunung Kawah Ijen merupakan gunungapi bertipe Strato, secara geografis terletak pada posisi 8˚03’30’ LS dan 114˚14’30” BT dan secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Puncak gunung terletak pada ketinggian 2.386 m dpl pada tepi kawah, sedangkan danau kawahnya berada pada ketinggian 3.332 m dpl. Kota terdekat dengan Gunung Ijen adalah Banyuwangi (33 km), sedangkan pos pengamatan gunungapi ada di Kampung Pangsungsari, Licin, kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi pada posisi geografi 08˚08’48.72” LS dan 114˚15’25,56”BT.

Penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 tidak ada. Sedangkan pada KRB 2 penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berjumlah 9.080 orang yang terdiri dari 4.517 orang penduduk laki-laki dan 4.563 orang penduduk perempuan. Sementara itu penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 1 berjumlah 95.386 orang yang terdiri dari 46.904 orang penduduk laki-laki dan 48.482 orang penduduk perempuan. Jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada semua KRB berjumlah 104.466 orang yang tersebar di 46 desa dan terdiri dari 51.421 orang penduduk laki-laki dan 53.045 orang penduduk perempuan.
            Bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 tidak ada, sedangkan bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 2 meliputi 2.311 bangunan rumah, 16 fasilitas pendidikan dan 3 fasilitas kesehatan. Sementara itu bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 1 meliputi 26.478 bangunan rumah, 108 fasilitas pendidikan dan 16 fasilitas kesehatan.
            Lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi areal seluas 963 ha yang terdiri dari 42 ha badan air, 12 ha hutan, 71 ha tanah kosong, dan 838 ha tegalan. Sedangkan lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 2 meliputi areal seluas 4.399 ha yang terdiri dari 537 ha hutan, 205 ha pemukiman dan bangunan, 456 ha sawah dan ladang, 414 ha semak belukar, dan 2.787 ha tegalan. Sementara itu pada KRB 1 lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 5.824 ha yang terdiri dari 94 ha badan air, 1.316 ha hutan, 477 ha pemukiman dan bangunan, 2.077 ha sawah dan ladang, 17 ha semak belukar, 2 ha tanah kosong, dan 2.841 ha tegalan. Lingkungan terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik pada KRB 3 meliputi areal seluas 676 ha yang terdiri dari 42 ha badan air, 71 ha tanah kosong, dan 563 ha tanah kosong. Sedangkan pada KRB 2 lingkungan terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 10.141 ha yang terdiri dari 2.603 ha hutan, 14 ha sawah dan ladang, 738 ha semak belukar, 19 ha tanah kosong, dan 6.767 ha tegalan. Sementara itu pada KRB 1 lingkungan terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 8.423 ha yang terdiri dari 3.563 ha hutan, 59 ha pemukiman dan bangunan, 314 ha sawah dan ladang, 402 ha semak belukar, dan 4.085 ha tegalan.

0 komentar:

Posting Komentar