Minggu, 06 April 2014

GUNUNG EGON

Gunung Egon biasa juga disebut Namang, memiliki kawah dibagian puncaknya yang berukuran 525 m x 425 m dengan kedalaman antara 47,5 m – 195 m dengan tebing yang tinggi terletak di bagian utara dan yang terendah di bagian barat. Gunung Egon bertipe Strato secara geografis terletak pada posisi 8040’ LS dan 122027’ BT dan secara administratif berada di wilayah Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Puncaknya berda di ketinggian 1.703 m dpl dan kota terdekatnya adalah Maumere dengan pos pengamatan berada di Desa Nangantobong, Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka (08036’50” LS dan 122026’30” BT pada ketinggian 75 m dpl).

Penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 berjumlah 6 orang yang terdiri dari 3 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Pada KRB 2, penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berjumlah 713 orang, yang terdiri dari 342 orang laki-laki dan 371 orang perempuan. Sementara itu pada KRB 1, jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berjumlah 335 orang, yang terdiri dari 160 orang laki-laki dan 175 orang perempuan. Jumlah keseluruhan penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan di seluruh KRB berjumlah 1.054 orang yang tersebar di 6 desa, terdiri dari 505 orang penduduk laki-laki dan 549 orang penduduk perempuan.
            Bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi 6 bangunan rumah, 2 fasilitas pendidikan dan 1 fasilitas kesehatan. Pada KRB 2 bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi 299 bangunan rumah, 2 fasilitas pendidikan dan 2 fasilitas kesehatan. Sementara itu pada KRB 1, bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi 89 bangunan rumah, 2 fasilitas pendidikan dan 2 fasilitas kesehatan.
            Lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi areal seluas 42 ha yang terdiri dari 2 ha hutan, 24 ha semak belukar, dan 16 ha tegalan. Pada KRB 2, lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 1.624 ha yang terdiri dari 1.170 ha hutan, 2 ha pemukiman dan bangunan, 59 ha sawah dan ladang, 88 ha semak belukar, dan 305 ha tegalan. Sementara itu pada KRB 1, lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 611 ha, yang terdiri dari 89 ha hutan, 13 ha pemukiman dan bangunan, 6 ha perkebunan, 254 ha sawah dan ladang, dan 249 ha tegalan.
Lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik pada KRB 3 meliputi areal seluas 167 ha, yang terdiri dari 29 ha hutan, 33 ha semak belukar, dan 105 ha tegalan. Pada KRB 2, lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 2.536 ha, yang terdiri dari 1.955 ha hutan, 2 ha pemukiman dan bangunan, 279 ha sawah dan ladang, 84 ha semak belukar, dan 216 ha tegalan. Sementara itu pada KRB 1, lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 4.830 ha, yang terdiri dari 1.813 ha hutan, 15 ha pemukiman dan bangunan, 1.140 ha sawah dan ladang, 371 ha semak belukar, dan 1.491 ha tegalan.

0 komentar:

Posting Komentar