Minggu, 13 April 2014

GUNUNG DUKONO

Gunung Dukono mempunyai nama atau penulisan lain yaitu Doekono, Dukoko, Dodoekko, Dukoma, Tala atau Tolo. Gunung ini mempunyai 5 (lima) kawah yaitu Kawah Tanahlapang atau Kawah A, Kawah Dilekene atau Kawah B, Kawah Malupang Magiwe atau Kawah C, Kawah Telori atau Kawah D dan Kawah Heneowara. Gunung dengan ketinggian sekitar 1.087 m dpl ini terletak pada koordinat 01o 42’ LU dan 127o 52’ BT dan secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Gunung Dukono merupakan gunungapi tipe strato dan dipantau melalui pos pengamatan di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara yang terletak pada koordinat 01o 47’ 40,32” LU dan 127o 53’ 42,420” BT, ketinggian 25 m dpl dan dapat dicapai melalui Kota Galela.

Potensi penduduk laki-laki yang terpapar oleh aliran awan panas, lava dan atau lahar apabila Gunung Dukono meletus, adalah sekitar 95 jiwa dan perempuan sekitar 97 jiwa sehingga total sekitar 192 jiwa dari 4 desa pada wilayah KRB 3. Untuk wilayah KRB 2, penduduk laki-laki terpapar sekitar 720 jiwa, perempuan sekitar 718 jiwa, sehingga total sekitar 1.438 jiwa dari 7 desa. Untuk wilayah KRB 1, penduduk laki-laki sekitar 126 jiwa, perempuan sekitar 120 jiwa, sehingga total sekitar 246 jiwa dari 12 desa. Untuk ancaman batu pijar dan abu vulkanik, potensi penduduk terpapar pada wilayah KRB 3 sekitar 6.998 jiwa, untuk wilayah KRB 2 sekitar 36.236 jiwa dan 47.142 jiwa untuk wilayah KRB 1.
Bangunan yang berpotensi untuk terpapar akibat aliran awan panas, lava dan atau lahar apabila Gunung Dukono meletus adalah rumah 21 unit, 1 unit fasilitas pendidikan dan tidak ada fasilitas kesehatan pada wilayah KRB 3. Pada wilayah KRB 2, ditemukan potensi bangunan rumah sekitar 227 unit, 4 unit fasilitas pendidikan dan fasilitas kesehatan 1 unit. Sedang pada wilayah KRB 1, ditemukan bangunan rumah sejumlah 36 unit, fasilitas pendidikan 4 unit dan 2 unit fasilitas kesehatan. Untuk ancaman batu pijar dan abu vulkanik, potensi bangunan terpapar pada wilayah KRB 3 adalah 83 unit rumah, 2 unit fasilitas pendidikan dan satu unit fasilitas kesehatan. Untuk wilayah KRB 2, potensi bangunan terpapar adalah 975 unit rumah, 10 unit fasilitas pendidikan dan 2 unit fasilitas kesehatan. Sedang untuk wilayah KRB 1 terdapat 1.366 unit rumah, 13 unit fasilitas pendidikan dan 3 unit fasilitas kesehatan.
Apabila Gunungapi Dukono meletus, lingkungan yang terpapar akibat aliran awan panas, lava dan atau lahar pada wilayah KRB 3 adalah semak belukar seluas 159 ha. Untuk wilayah KRB 2, lingkungan yang terpapar berupa hutan seluas 1.046 ha, semak belukar seluas 1.144 ha. Untuk wilayah KRB 1, lingkungan yang terpapar berupa hutan seluas 273 ha, pemukiman dan bangunan seluas 2 ha, lahan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 218 ha, dan semak belukar seluas 82 ha. Untuk ancaman batu pijar dan abu vulkanik, lingkungan yang terpapar terletak pada wilayah KRB 3 berupa semak belukar seluas 670 ha. Untuk wilayah KRB 2 terdiri dari hutan seluas 5.499 ha, dan semak belukar seluas 1.282 ha. Untuk wilayah KRB 1, lingkungan yang terpapar berupa hutan seluas 9.728 ha, kawasan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 795ha, serta semak belukar seluas 1.081 ha.

0 komentar:

Posting Komentar