Kamis, 10 April 2014

GUNUNG BANDA API

Gunung Banda Api disebut juga Etna Van Indonesia (Dr. R.D. M. Verbeek, 1900) merupakan gunungapi bertipe Strato, secara geografis terletak pada posisi 4o31’ LS dan 129 o52’ 17” BT dan secara administratif termasuk dalam wilayah Kecamatan Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Puncak gunung berada pada ketinggian 641 m dpl dan 1.150 dari dasar laut dengan kota terdekat adalah Ambon Kabupaten Maluku Tengah dan pos pengamatan gunung berada di Desa Dwi Warna, Kecamatan Band Neira, Kabupaten Maluku Tengah pada posisi geografi 04o31’45,78” LU dan 129o54’ 08,54” BT, ketinggian ± 8 m dpl.

Penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 berjumlah 1.727 orang yang terdiri dari 845 orang laki-laki dan 882 orang perempuan. Sedangkan pada KRB 2, penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berjumlah 2 orang, yang terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Sementara itu pada KRB 1 tidak ada penduduk yang berpotensi terpapar. Jumlah keseluruhan penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan di seluruh KRB adalah 1.729 orang yang tersebar di 2 desa, terdiri dari 846 orang laki-laki dan 883 orang perempuan.
Bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi 491 bangunan rumah, 1 fasilitas pendidikan dan 1 fasilitas kesehatan. Sedangkan pada KRB 2 bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi 1 fasilitas pendidikan dan 1 fasilitas kesehatan.
Lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi areal seluas 573 ha yang seluruhnya berupa hutan, sedangkan pada KRB 2 luas areal yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 1 ha juga berupa hutan.
Lingkungan yang berpotensi terpapar akibat awan panas dan debu vulkanik pada KRB tiga meliputi areal seluas 301 ha yang seluruhnya berupa hutan, sedangkan pada KRB 2 lingkungan yang berpotensi terpapar akibat awan panas dan abu vulkanik meliputi areal seluas 298 ha yang juga seluruhnya berupa hutan. Sementara itu pada KRB 1 lingkungan yang berpotensi terpapar akibat awan panas dan abu vulkanik meliputi areal seluas 860 ha yang terdiri dari 785 ha hutan dan 75 ha tanah kosong.

0 komentar:

Posting Komentar