Selasa, 01 April 2014

GUNUNG ARJUNO WELIRANG

 Gunung Arjuno Welirang merupakan gunungapi bertipe Strato type A memiliki beberapa kawah yaitu: Tilas Geni, Jero, Kembar, Abil, Argopuro, Plupuh, Pasar Dieng dan beberapa kawah lainnya yang tidak mempunyai nama. Gunung Arjuno Welirang secara geografis terletak pada posisi 7˚40’ - 7˚53’LS 112˚317”-112˚42’52”BT dan secara administratif berada pada 3 wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Pasuruan. Puncak Gunung Arjuno berada pada ketinggian 3.339 m dpl sedangkan puncak Gunung Welirang berada pada ketinggian 3.156 m dpl. Kota terdekat dengan Gunung Arjuno Welirang adalah Tretes dengan pos pengamatan gunungapi ada di posisi geografi 07˚42’09.00” LS dan 112˚39”29,50” BT ketinggian 587 dpl.
Penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 tidak ada, sedangkan jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 2 berjumlah 4.348 orang yang terdiri dari 2.162 orang penduduk laki-laki dan 2.186 orang penduduk perempuan. Sementara itu jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 1 berjumlah 27,12 orang yang terdiri dari 13,675 orang penduduk laki-laki dan 13,452 orang penduduk perempuan. Jumlah penduduk yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada semua KRB adalah 31,475 orang yang tersebar di 33 desa dan terdiri dari 15,837 orang penduduk laki-laki dan 15,638 orang penduduk perempuan.
            Tidak ada bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3, sedangkan pada KRB 2 bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan berupa 1.150 bangunan rumah, 16 fasilitas pendidikan dan 2 fasilitas kesehatan. Sementara itu pada KRB 1 bangunan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi 7.038 bangunan rumah, 37 fasilitas pendidikan dan 7 fasilitas kesehatan.
Lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan pada KRB 3 meliputi areal seluas 669 ha, yang terdiri dari 330 ha hutan, 35 ha semak belukar, 3 ha tanah kosong, dan 301 ha tegalan. Sementara itu pada KRB 2, lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 3.239 ha yang terdiri dari 2.233 ha hutan, 49 ha pemukiman dan bangunan, 174 ha sawah dan ladang, 23 ha semak belukar, dan 760 ha tegalan. Pada KRB 1, lingkungan yang terancam aliran awan panas, lava, gas beracun atau lahar hujan meliputi areal seluas 1.094 ha yang terdiri dari 15 ha badan air, 36 ha hutan, 91 ha pemukiman dan bangunan, 979 ha sawah dan ladang, dan 155 ha tegalan.
Selain itu lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik pada KRB 3 meliputi areal seluas 2.661 ha, yang terdiri dari hutan 2.001 ha hutan, 60 ha semak belukar, 3 ha tanah kosong, dan 597 ha tegalan. Pada KRB 2, lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 4.852 ha, yang terdiri dari 3.353 ha hutan, 1 ha pemukiman dan bangunan, 224 ha sawah dan ladang, 180 ha semak belukar, dan 1.094 ha tegalan. Sedangkan pada KRB 1, lingkungan yang berpotensi terpapar akibat ancaman lontaran batu pijar dan hujan abu vulkanik meliputi areal seluas 11.714 ha, yang terdiri dari 3.285 ha hutan, 439 ha pemukiman dan bangunan, 1.696 ha sawah dan ladang, 814 ha semak belukar, dan 5.460 ha tegalan. 

0 komentar:

Posting Komentar