Kamis, 10 April 2014

GUNUNG AMBANG

Gunung Ambang terletak di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara dan mempunyai ketinggian sekitar 1.795 m dpl. Gunung Ambang merupakan gunungapi tipe strato dengan kawah yang disebut kawah Muayat atau Moyayat dan terletak pada koordinat 0 o 44’ 30” LS dan 124 o 24’ 30” BT. Gunung ini dipantau melalui pos pengamatan yang terletak pada koordinat 00 o 42’ 43,32” LS dan 124 o 23’ 50,22” BT yang dapat dicapai melalui Kota Mobagu, dan secara administratif termasuk dalam wilayah Desa Purworejo, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.


Apabila Gunung Ambang meletus, tidak ditemukan adanya potensi penduduk terpapar pada wilayah KRB 3, baik dari ancaman aliran awan panas, lava dan atau lahar maupun akibat batu pijar dan abu vulkanik. Pada wilayah KRB 2, potensi penduduk laki-laki yang terpapar oleh aliran awan panas, lava dan atau lahar sekitar 125 jiwa dan perempuan 119 jiwa dengan total 244 jiwa. Sedang untuk wilayah KRB 1, potensi penduduk laki-laki yang terpapar oleh aliran awan panas, lava dan atau lahar sekitar 246 jiwa dan perempuan 223 jiwa dengan total 469 jiwa. Terkait dengan ancaman batu pijar dan abu vulkanik, maka potensi jumlah penduduk terpapar sekitar 10.489 jiwa pada wilayah KRB 2 dan sekitar 23.635 untuk wilayah terpapar KRB 1.
Potensi bangunan yang terpapar akibat aliran awan panas, lava dan atau lahar apabila Gunung Ambang meletus adalah fasilitas pendidikan sejumlah satu unit pada wilayah KRB 3. Untuk wilayah KRB 2, 54 unit rumah, 6 unit fasilitas pendidikan dan 3 unit fasilitas kesehatan. Sedang untuk wilayah KRB 1, 1.177 unit rumah, 12 unit fasilitas pendidikan dan 7 unit fasilitas kesehatan. Terkait dengan ancaman batu pijar dan abu vulkanik, maka potensi bangunan yang terpapar pada wilayah KRB 3 adalah fasilitas pendidikan sejumlah 2 unit dan satu unit fasilitas kesehatan. Untuk wilayah KRB 2, sekitar 675 unit rumah, fasilitas pendidikan sejumlah 13 unit dan fasilitas kesehatan sejumlah 4 unit. Untuk wilayah KRB 1 terdiri dari 2.396 rumah, 27 unit fasilitas pendidikan dan 5 unit fasilitas kesehatan.
            Apabila Gunungapi Ambang meletus, lingkungan yang terpapar akibat ancaman aliran awan panas, lava dan atau lahar, pada wilayah KRB 3, yang terpapar berupa hutan seluas 1 ha, dan lahan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 36 ha. Untuk wilayah KRB 2, lingkungan yang terpapar berupa hutan seluas 792 ha, pemukiman dan bangunan seluas 44 ha, perkebunan seluas 171 ha, lahan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 905 ha dan semak belukar seluas 71 ha. Untuk wilayah KRB 1, lingkungan yang terpapar berupa badan air seluas 2 ha, hutan seluas 312 ha, pemukiman dan bangunan seluas 91 ha, perkebunan seluas 476 ha, lahan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 701 ha, dan semak belukar seluas 8 ha. Untuk ancaman batu pijar dan abu vulkanik, lingkungan yang terpapar terletak pada wilayah KRB 3 berupa hutan seluas 441 ha atau seluas 16.07% dan lahan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 229 ha atau sekitar 34.13%.
Untuk wilayah KRB 2, lingkungan yang terpapar berupa hutan seluas 3.060 ha, perkebunan seluas 1.185 ha, kawasan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 1.781 ha, badan air seluas 485 ha dan semak belukar seluas 192 ha. Untuk wilayah KRB 1, lingkungan yang terpapar berupa lingkungan badan air seluas 121 ha, hutan seluas 3.571 ha, pemukiman dan bangunan seluas 265 ha, perkebunan seluas 2.786 ha dan kawasan pertanian berupa sawah, ladang dan tegalan seluas 3.692 ha, serta semak belukar seluas 1.167 ha.

0 komentar:

Posting Komentar