Minggu, 13 April 2014

FASIES VULKANIK (Fisher & Schmincke 1984)

Fasies vulkanik adalah tipe endapan batuan produk gunungapi yang dimodelkan berdasarkan kesebandingan rekaman batuan purba dengan batuan sekarang. Dan didasari oleh tipe letusan, deposisi, dan proses erosional. Dalam fasies vulkanik pembagian litologi utama adalah lava, piroklastik (yang dibagi lagi menjadi jenis piroklastik), dan epiklastik. Menurut Fisher & Schmincke (1984) fasies vulkanik dibagi menjadi empat, yaitu fasies berdasarkan posisi relatif terhadap sumber, fasies berdasarkan lingkungan pengendapan, fasies berdasarkan komposisi primer, dan fasies berdasarkan diagenesis batuan.

- Fasies berdasarkan posisi relatif terhadap sumber.
   Berdasarkan posisi relatif terhadap sumber, fasies dapat dibagi menjadi tiga 
a.  Fasies dekat dengan sumber (near - source facies).

Fasies ini terdiri dari aliran lava dan piroklastik yang dihasilkan dari proses vukanisme atau dihasilkan dari proses erosi dan gravitasi yagn terbentuk pada gunungapi yang memiliki kemiringan yang curam. Pada daerah yang banyak mengalami erosi, biasanya akan tersingkap bagian bawah dari suatu gunungapi dan fasies yang ada berupa stock, sill, dan dike dan beberapa diantaranya masih dijumpai intrusi dan ekstrusi breksi dan tuff.
b.  Fasies Intermediet.
Fasies ini meliputi batuan yang mengelilingi pusat gunungapi yang masih berupa kerucut, berupa piroklastik aliran, aliran lava, piroklastik jatuhan, dan batuan yang telah terendapkan kembali (Reworked). Semakin jauh dari pusat, endapan yang ada merupakan endapaan piroklastik yang tersedimentasikan (Resedimented Pyroclastic) dan batuan epiklastik. Batuan yang termasuk dalam fasies ini dicirikan berdasarkan tekstur, topografi, struktur, dan lingkungan pengendapan yang mempengaruhi pengendapan material vulkanik (Fisher & Schmincke, 1984).
c.  Fasies jauh dari sumber (distant facies).
 Fasies ini merupakan endapan piroklastik jatuhan yang tersebar jauh dari sumber erupsi, namun biasanya masih dijumpai lava dan piroklastik aliran. Endapan yang terdapat pada zona transisi pada fasies ini biasanya telah mengalami erosi. Endapan ash yang terisolisasi kemungkinan dapat terbentuk sebagai satu atau lebih lapisan tipis yang diendapkan pada lingkungan laut, lakustrin atau darat yang araknya ratusan kilometer dari pusat vulkanik. Lapisan pada batuan yang termasuk dalam fasies ini biasanya memiliki tekstur lapisan yang tipis dengan sortasi yang bagus menunjukkan komposisi yang berbeda pada perselingan dengan sedimen non vulkanik. 

0 komentar:

Posting Komentar