Jumat, 06 September 2013

MITIGASI BENCANA GUNUNGAPI



Indonesia mempunyai 129 gunung api aktif. Sekitar 10 – 15 gunungapi yang ada dalam keadaan sangat potensial untuk meletus. Bentuk ancaman dari bencana alam ini berupa korban jiwa dan kerusakan pemukiman/harta/benda, akibat aliran lava, lemparan batu, abu, awan panas, gas – gas beracun dll. Frekuensi letusan gunungapi di Indonesia tercatat 3 – 5 kali pertahun. Bencana yang ditimbulkan oleh erupsi gunungapi akibat :
  • Nue ardente, awan panas yang biasanya bersamaan dengan aliran piroklastik, yang mengalir pada saat erupsi menuju daerah yang lebih rendah dengan kecepatan sekitar 100 km/jam.
  • Bongkah dan bom vulkanik, merupakan hasil lemparan material yang menyumbat lubang kawah, berupa kubah lava dan lemparan bom yang langsung berasal dari magma pijar.
  • Hujan abu, partikel halus abu gunung api yang terbawa angin sejauh ratusan km. Aliran lava, pergerakan lava tergantung dari viskositasnya, di Indonesia umumnya lava mengalir lambat. 
  • Tsunami, terjadi di laut, contoh letusan G. Krakatau (1883) dan G. Tambora (1815).
  • Gas beracun, akumulasi gas beracun, contoh di Dieng, tragedi Sinila.
Batas daerah bahaya dibuat berdasarkan asumsi bahwasannya kegiatan erupsi gunung yang akan datang akan mirip dengan yang telah tejadi. Data yang sudah ada dikompilasi dan dianalisa kembali untuk memperkirakan daerah utama yang akan mengalami kerusakan, sebagai berikut :
·         Erupsi akan terjadi pada kawah utama
·         Erupsi yang langsung bergerak secara vertikal
·         Bentuk morfologi gunungapi tidak banyak berubah
Peta bahaya gunungapi, dibuat dengan tujuan dapat mengurangi korban bencana gunung api terdiri dari pembuatan peta yang menginformasikan :
  • Daerah terlarang, daerah dekat kawah yang sama sekali tidak boleh dijadikan tempat tinggal.
  • Daerah bahaya I, daerah yang kemungkinan dilewati oleh nue ardante / awan panas dan bom vulkanik, penduduk di sekitarnya harus segera mengungsi begitu tanda – tanda kegiatan erupsi muncul.
  • Daerah bahaya II, terletak di daerah lembah dekat puncak yang kemungkinan dilewati oleh aliran lahar, yang terdiri dari :
Ø  Daerah siaga, berada di lokasi dengan topografi yang tinggi.
Ø  Daerah bebas, lokasi ini kemungkinan lolos dari pengaruh aliran lahar.

0 komentar:

Posting Komentar