Rabu, 28 Agustus 2013

TIPE ERUPSI




Tipe erupsi suatu gunung api bisa terdiri dari lebih 1 macam, karena erupsi magmatik bisa berlangsung dalam beberapa jam, hari, minggu bahkan ada juga yang berlangsung dalam orde tahunan. Beberapa tipe erupsi yang dikenal akan akan dibahas secara singkat yaitu :
  1. Tipe Merapi
Gunungapi ini terletak di Jawa Tengah, kawah tersumbat oleh kubah lava yang dihasilkan oleh erupsi efusif, sedangkan awan panas berasal dari lava pijar yang longsor atau langsung dari pusat erupsi. Sifat khusus yang dimiliki oleh tipe Merapi menurut MT. Zen et.al. (1980), bersifat periodik dan mempunyai siklus tertentu, gunungapi ini aktif dalam jangka waktu 2 sampai 3 tahun satu kali, bisa berlangsung sampai dengan 7 tahun dan kemudian istirahat selama 6 sampai dengan 12 tahun. Terdapat 4 macam erupsi :
Ø  Tipe A, magma naik melalui pipa kepundan dan memecahkan kubah yang lama dan membentuk kubah baru atau lidah lava. Pada fase ini, mulai ada letusan kecil tidak terlalu berbahaya yang menghasilkan awan panas/nue ardentes (istilah orang sekitar G. Merapi wedus gembel).
Ø  Tipe B, fase ini sangat umum dan dimulai dengan naiknya magma melalui pipa kepundan dan memecahkan penutup diatasnya dengan letusan-letusan kecil dan keluarnya lava. Fase utama menghancurkan sebagian puncak gunungapi. Pada fase akhir, lava membentuk kubah atau lidah yang berasal dari lava dengan viskositas tinggi. Awan panas bisa mencapai jarak yang jauh dari pusat erupsi yaitu sekitar 12-14 km.
Ø  Tipe C, erupsi dimulai dengan naiknya magma dengan kandungan gas yang cukup tinggi. Letusan yang terjadi memecahkan penutup di atasnya dan melepaskan gas yang terkandung, tidak ada aliran lava yang terbentuk. Biasanya erupsi berlangsung singkat, setelah tekanan gas berkurang, kubah atau lidah lava terbentuk
Ø  Tipe D, merupakan erupsi yang paling berbahaya, tanpa aliran lava puncak gunungapi dihancurkan, kaldera terbentuk, banyak sekali awan panas/wedus gembel.
  1. Tipe Pele
Terletak di Amerika Tengah dan Hindia Barat, tepatnya di kota St. Piere Karibia. Letusan gunungapi sangat ekstrim, pertama kali dikenal setelah erupsi G. Pelee tahun 1902 yang menewaskan 29.000 orang, diawali dengan adanya penguapan fumarol dan jatuhan debu dengan bau sulfur yang menyengat. Erupsi yang terjadi adalah :
Ø  Awan Panas erupsi terarah mendatar disebabkan penghancuran sumbat kawah bagian bawah
Ø  Kubah lava tidak longsor, sehingga menjadi beban yang menahan tekanan gas.

  1. Tipe St. Vincent
Terletak di Hindia Barat mempunyai ciri khas, yaitu awan panas menyebar kesemua arah akibat erupsi letusan, pada umumnya gunungapi dengan tipe erupsi St. Vincent memiliki danau kawah. Di Indonesia antara lain : G. Kelud di Jawa Timur, G. Awu di P. Sangir Besar, G. Kie Besi di P. Makian Maluku Utara. Nama lain dari tipe ini adalah Surtseyan, istilah ini diambil dari gunungapi Surtsey yang memiliki kegiatan preato magmatik yang menghasilkan jatuhan piroklastik yang penyebarannya tidak begitu luas, seperti halnya dalam erupsi yang preato plinian. Pada tipe ini, erupsi bisa terjadi di danau ataupun di laut.

  1. Tipe Preatoplinian
Erupsi yang terjadi pada proses preato magmatik yang diikuti oleh erupsi lebih besar yang berasal dari magma dengan komposis riolit. Endapannya adalah lapili berbutir halus, walaupun dekat dengan kepundan sumbernya. Struktur perlapisan dijumpai, endapan jatuhan piroklastiknya relatif terpilah buruk. Contoh yang terkenal adalah G. Vesuvius.

  1. Tipe Plini/Peret
Awan panasnya sangat berbahaya karena menuju kearah tertentu. Erupsi menghancurkan sebagian puncak kerucut gunungapi, mirip dengan tipe volcano tetapi letusannya lebih dasyat. Di Indonesia contohnya adalah G. Krakatau (pada tahun 1983, menewaskan 36.000 orang) G. Tambora (pada tanuh 1815, Menewaskan 92.000 orang).

  1. Tipe Volkano
Gunungapi volkano terletak di Itali Tengah, tipe volcano merupakan yang terbanyak di dunia, ciri khasnya adalah hembusan awan panas yang bentuknya menyerupai jamur, gunungapi ini memiliki pipa kawah terbuka. Intensitas erupsinya bisa lemah, kuat dan sangat kuat. Pada Fase awalnya mirip dengan tipe pelee, tetapi ciri khas awan panas dalam tipe erupsi ini, awan berwarna gelap/hitam akibat kandungan debu yang tinggi. Di Indonesia antara lain G. Raung dan G. Bromo di Jawa Timur, G. Slamet di Jawa Tengah. G. Lokon di Minahasa (Sulawesi Utara).

  1. Tipe Stromboli
Terletak di Laut Tengah, Itali, Semburan lava pijar dengan sela waktu 2-10 detik, letusannya berkekuatan sedang. Fragmen lava dilemparkan bersamaan dengan awan erupsi. Ciri khas lainnya awan berwarna putih karena sedikit mengandung debu, berbeda dengan tipe volcano yang gelap dan hitam. Di Indonesia contohnya antara lain adalah G. Batur di P. Bali, G. Anak Krakatau di Selat Sunda.

  1. Tipe Hawaii
Terletak di sekitar kepulauan Hawaii, membentuk danau lava pijar kadang-kadang muncrat seperti air mancur (lava Fountein). Kepulauan Hawaii adalah rangkaian gunungapi uang dibangun oleh ribuan aliran lava yang berasal dari dasar samudra, dan muncul dipermukaan dengan ketinggian rata-rata sekitar 5 km dari dasar. Daerah yang tertinggi naik sekitar 10 km dari dasarnya. Jarak antara pusat erupsi sekitar 40 km. Gunungapi di daerah ini terus tumbuh bersamaan dengan erupsi lava yang terjadi.

  1. Tipe Kombinasi
Erupsi terdiri lebih dari satu, misalnya Volkano-Strombali atauVolkano-Merapi. Di Indonesia contohnya G. Semeru yang pada periode tahun 1958-1968 erupsinya volcano-merapi, tetapi pada periode sesudahnya 1968-1981 dan pada sampai saat ini erupsi adalah Volkano-Stromboli.

Tipe letusan gunungapi berdasarkan derajad kecairan magma,
tekanan gas, dan kedalaman dapur magma (menurut Escher, 1952).


0 komentar:

Posting Komentar